Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Mustam Arif

Mustam Arif, rakyat biasa dan penikmat media, tinggal di Makassar. Coretan-coretan saya yang lain ada selengkapnya

Pantun Reformasi dan Nasionalisme

OPINI | 21 May 2010 | 10:25 Dibaca: 3925   Komentar: 1   1

Hari ini, 21 Mei 2010, genap 12 tahun reformasi. Kemarin 20 Mei 2010, genap 102 tahun kebangkitan nasional. Saya hanya bisa menulis pantun untuk dua hari bersejarah itu. Berikut pantun saya :

Reformasi

Ular sembunyi dalam bagasi
Menangkap mangsa sambil melilit
Dua belas tahun reformasi
Seperti Orde Baru berganti kulit

Di atas kapal banyak kelasi
Ingin belajar gunakan dasi
Dua belas tahun reformasi
Tawuran mahasiswa jadi tradisi

Tukang tenun banyak kreasi
Pandai menusuk gunakan jarum
Dua belas tahun reformasi
Markus dan mafia kendalikan hukum

Kalau ingin menanak nasi
Jangan gunakan air yang kotor
Dua belas tahun reformasi
KKN merata semua sektor

Burung makan sambal terasi
Terbang ceria ke puncak menara
Dua belas tahun reformasi
Anggota dewan pandai bicara

Makassar, 21 Mei 2010

Nasionalisme

Membuat kain benang dirajut
Jangan gunakan membungkus tempe
Kalaulah bangsa ingin berlanjut
Mari merawat nasionalisme

Kalau ingin menanam kacang
Jangan abaikan tikus yang jahil
Nasionalisme tergoncang-goncang
Sumber daya alam dibagi tak adil

Indah dipandang air mancur
Jauh dipandang bagai menara
Nasionalisme tipis dan luntur
Tergerus korupsi uang negara

Mencari tikus gunakan senter
Tikus sembunyi di tumpukan jarum
Nasionalisme bocor tercecer
Ditimpa bencana mafia hukum

Bawang merah tanam berbilik
Bawang putih tak bisa tumbuh
Nasionalisme tercabik-cabik
Beda keyakinan dianggap musuh

Dalam rawa banyak buaya
Ikan kecil banyak dipancing
Nasionalisme tak bisa berdaya
Takluk di bawah kepentingan asing

Makassar, 20 Mei 2010

Dari blog saya : http://pantunpahit.blogspot.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wukuf di Arafah Puncak Ibadah Haji …

Aljohan | | 02 October 2014 | 15:27

2 Oktober, Mari Populerkan Hari …

Khairunisa Maslichu... | | 02 October 2014 | 15:38

Kopi Tambora Warisan Belanda …

Ahyar Rosyidi Ros | | 02 October 2014 | 14:18

Membuat Photo Story …

Rizqa Lahuddin | | 02 October 2014 | 13:28

[DAFTAR ONLINE] Nangkring bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:52


TRENDING ARTICLES

Ternyata, Anang Tidak Tahu Tugas dan Haknya …

Daniel H.t. | 2 jam lalu

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 6 jam lalu

KMP: Lahirnya “Diktator …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 12 jam lalu

Merananya Fasilitas Bersama …

Agung Han | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kenalkan Ini Batik Khas Bekasi …

Ahmad Syaikhu | 8 jam lalu

Pengembangan Migas Indonesia: Perlukah Peran …

Fahmi Idris | 8 jam lalu

Ka’bah dan Haji Itu Arafah …

Rini Nainggolan | 8 jam lalu

Celana Dalam Anti Grepe-grepe …

Mawalu | 8 jam lalu

Bioskop Buaran Tinggal Kenangan …

Rolas Tri Ganda | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: