Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Fajar Yudo

seorang pengangguran yang gemar menulis

Makna dari Tanggal 17-8-1945

OPINI | 16 August 2010 | 12:39 Dibaca: 1498   Komentar: 4   1

Tanggal 17 Agustus merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena pada 65 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945, kita telah memproklamirkan sebuah kemerdekaan Republik Indonesia, oleh Bung Karno dan Bung Hatta.

Sebuah kemerdekaan yang harus kita raih dengan ceceran darah dan jutaan nyawa yang telah mereka (baca=pejuang) pertaruhkan demi kedaulatan bangsa Indonesia yang tercinta ini.

Kalau kita simak, dari tanggal 17 Agustus 1945, ada suatu sejarah yang ikut mewarnai perjalanan bangsa Indonesia ini.

Lihatlah 17 berasal dari angka 1+7 = 8 ditambah dengan bulan Agustus (8) berarti 8 tambah 8 = 16, kita ambil angka yang belakang berarti 6, trus jika (17) 1+7 = 8 ditambah dengan bulan (8) , jadi 8+8=16. Dan ditambah dengan jumlah tahun (1945) berarti 1+9+4+5=19, jika kita jumlah berarti 16+19 = 35, kita ambil angka yang belakang berarti 5. Kita sudah mendapat angka 6 dan 5 jika kita gabung berarti 65.

Jika 6 x 5 = 30, dan kita ambil tahun kemerdekaan (1945) berarti 1+9+4+5 = 19 kita ambil angka yang belakang berarti 9, sekarang kita sudah dapat angka 30 - 9 - 65 , yang kita ketahui dari tanggal 30 September 1965 adalah sejarah kelam bangsa Indonesia dengan gugurnya 7 putra terbaik bangsa (baca=pahlawan revolusi), yang sampai saat ini dalang pembontakan dari tersebut masih misteri.

Selanjutnya…

(65) jika kita jumlah adalah 11, 30 September (9) jika kita jumlah = 3+0+9 = 12, jika dijumlah 1+2 = 3, dan jika kita jumlah dari 30+9+1965 = 3+0+9+1+9+6+5= 33 x 2 peristiwa penting tahun 1945 dan 1965, jadi 33 x 2 = 66, jadi sudah ketemu angka 11,3, dan 66, yaitu 11 Maret 1966 adalah Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar, yang hingga kini keabsahan surat tersebut juga misteri. Dan angka 33, beberapa tahun kemudian Golkar (Golongan Karya) juga memakai angka tersebut dalam pemilu 2004.

Kemudian….

11 Maret (3) 1966, yaitu 1 + 1 + 3 = 5, (66) dari tahun, jika dijumlah 6 + 6 = 12 dikurangi jumlah tanggal dan bulan 5, menjadi 12 - 5 = 7, dan jumlah tanggal dan bulan (5) ditambah dengan tahun (66), menjadi 5 + 66 = 71, berarti pada tanggal 5 Juli (7) tahun 1971 adalah pemilihan umum pertama kali diadakan dan dimenangkan oleh partai golongan karya (Golkar).

Selanjutnya

5 Juli 1971, jika jumlah tanggal (5) ditambah dengan jumlah bulan (7) ditambah jumlah tahun (71) menjadi,7 + 1 = 8, jika dijumlah menjadi 5 + 7 + 8 = 20,dan tanggal 5 kita jadikan bulan Mei (5), dan tanggal dan bulan kita jumlah menjadi 5 + 7 (juli) = 12, maka 1+2 = 3 dikalikan 3 kejadian yaitu tahun 1945 (kemerdekaan), 1965 (Gerakan 30 September), dan 1966 (Supersemar), mejadi 3 x 3 = 9, dan jika tahun (71) kita jumlahkan mejadi 7 + 1 = 8, maka jika kita gabung akan menjadi 98, jadi kita sudah menemukan 20 Mei (5) 1998, adalah hari lengsernya Presiden Soeharto oleh gerakan mahasiswa (baca= reformasi).

ini secara kebetulan atau memang Tuhan sudah merencanakan bahwa kemerdekaan kita jatuh pada tanggal 17 Agustus 1945, yang secara kebetulan telah terjadi sejarah kelam bagi bangsa Indonesia tercinta ini, tapi kita harus tetap semangat, tetap berjuang, dan tetap cintai tanah air, Indonesia.

Salam perjuangan.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Catat, Bawaslu Tidak Pernah Merekomendasikan …

Revaputra Sugito | | 23 July 2014 | 08:29

Kado Hari Anak; Berburu Mainan Tradisional …

Arif L Hakim | | 23 July 2014 | 08:50

Jejak Digital, Perlukah Mewariskannya? …

Cucum Suminar | | 23 July 2014 | 10:58

Apakah Rumah Tangga Anda dalam Ancaman? …

Agustinus Sipayung | | 23 July 2014 | 01:10

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 5 jam lalu

Seberapa Penting Anu Ahmad Dhani buat Anda? …

Robert O. Aruan | 5 jam lalu

Sampai 90 Hari Kedepan Belum Ada Presiden RI …

Thamrin Dahlan | 8 jam lalu

Membaca Efek Keputusan Prabowo …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Prabowo Lebih Mampu Atasi Kemacetan Jakarta …

Mercy | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: