Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Astrid Ayu Septaviani

Seorang Muslim, Seorang Perempuan, Seorang Anak, Seorang Adik, Seorang Karyawan, Seorang Mahasiswa, Seorang Teman, dan selengkapnya

Pengaruh Sepanjang Masa Evita Peron

OPINI | 30 August 2010 | 09:59 Dibaca: 1073   Komentar: 0   0

Aku yakin setiap orang memiliki seseorang yang menispirasinya. Inspirator bisa menjadikan kita lebih baik atau lebih buruk. Rata-rata kita mengambil orang ternama atau terdekat sebagai Inspirasi, dan rata - rata pula mereka adalah orang baik - baik, dari keluraga baik - baik. Aku pun begitu, memiliki seorang Inspirator yang sosoknya aku kenal sejak SMP. Setiap kali orang mengetahui siapa Inspiratorku, mereka akan mengernyitkan atau mengerutkan dahinya karena Heran. Heran kenapa?? Heran karena aku mengaku terinspirasi oleh “Maria Eva Duarte” atau “Evita Peron”. Mungkin sebagian dari Anda menebak kalo aku mengenal sosok Evita Peron dari filmnya “Evita”. Ya..memang bener, aku memang pertama kali tau nama Evita Peron dari film “Evita”. Dari sana aku coba cari tau tentang Evita Peron dalam kisah nyata.

Bukan karena Evita lahir dari pasangan tidak menikah yang buat aku menyukai filmnya. Bukan pula karena Ia akhirnya berhasil memiliki Radio tempat dia bekerja sebagai aktris, bukan karena lika - likunya menjadi aktris opera sabun yang akhirnya membawa dia mengenal “Juan Peron” atau bukan pula karena Kanker Serviks yang harus mengakhiri Ke-keren-an hidupnya yang kemudian aku menjadikannya Inspirasiku. Tapi lebih dari itu, Optimisme, Keberanian, dan pantang menyerahnya dalam melalui setiap proses kehidupan yang aku suka. Tanpa Pendidikan yang tinggi, Seorang Evita harus bekerja sebagai aktris Radio dan Opera Sabun yang dilihat rendah, namun Anda tahu?? dia tetap lakukan yang terbaik untuk hidupnya, hingga akhirnya dia membeli Radio tempat dia bekerja. Evita dikenal sebagai aktris berbakat saat itu.  Evita bertemu dengan Juan Peron saat acara amal, lalu menikah dengan status sebagai Istri ke dua.

Evita seperti tidak pernah lupa dari mana dia berasal, Evita menggunakan yayasan yang didirikannya untuk menyapa masyarakat kelas bawah, termasuk kaum buruh yang kemudian menjadi kekuatan besar baginya. Dengan Latar belakang sebagai anak haram, sering membuat Evita hanya dipandang dengan sebelah mata, tapi justru Evita membuktikan siapa dirinya. Evita terlibat aktif dalam meng-kampanye-kan suaminya. Dengan kegiatan sosialnya, Ia menjadikan para “Peronis” sebutan untuk kaum pendukung utama Juan Peron sebagai alat kemenangan. Ia selalu membanggakan suaminya dalam setiap Kampanye, bahkan ada yang berpendapat ini agak berlebihan. Kaum buruh yang begitu disayangi Evita pula yang akhirnya membebaskan Juan Peron dari Penjara. Sebagai Ibu Negara, Evita dikenal mempunyai pengaruh yang luar biasa besar kala itu, mungkin kalau aku pikir hampir sama dengan Ibu Tien Soeharto, atau mungkin Putri Diana.

Melihat dukungan yang mengalir begitu luar biasa dari kaum buruh dan masyarakat kelas bawah, Evita mencoba peruntungan untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden, tapi hasilnya nihil. Banyak kalangan atas, politisi dan militer yang sangat tidak suka dengan Evita Peron. Selain karena latar belakangnya yang kurang terhormat, karena Evita dekat dengan Kaum Buruh dan masyarakat kelas bawah. Banyak yang bilang kalau Evita Peron tidak memiliki kekuatan untuk menggerakkan Kaum Buruh seperti itu. Pembebasan oleh kaum buruh disinyalir murni inisyatif mereka sendiri, tapi bukannya awal mereka mendukung Juan Peron karena pendekatan pribadi dari Evita?? ya.. mungkin itu cuma pikiranku saja.

Suatu waktu, Evita mencoba mampir ke Inggris, namun dari pihak Istana mengatakan kalau Evita tidak akan diperlakukan layaknya Kunjungan Ibu Negara Amerika Serikat. Mendengar hal itu, Evita memutuskan untuk kembali ke Argentina. Pengaruh besar seorang Evita Peron terlihat ketika Evita meninggal di tahun 1952 karena kanker serviks, bahkan dia adalah Perempuan pertama yang tercatat dalam sejarah Argentina sebagai Perempuan paling berpengaruh. Bahkan ketika   Cristina Elisabet Fernandez de Kirchner dipastikan menjadi Presiden Argentina, Ia masih belum bisa disamakan dengan pengaruh yang dibawa oleh Evita Peron, kendati jalan cerita politiknya hampir menyerupai Evita Peron. Karena itulah aku mengagumi Evita Peron :)

Tags: evita peron

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Menilai Pidato Kenegaraan Jokowi …

Ashwin Pulungan | | 21 October 2014 | 08:19

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | | 21 October 2014 | 07:08

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 4 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 6 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 8 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 11 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 7 jam lalu

Jika Kau Bukan Anak Raja, Juga Bukan Anak …

Mauliah Mulkin | 7 jam lalu

Me Time (Bukan) Waktunya Makan Mie! …

Hanisha Nugraha | 7 jam lalu

Kisah Setahun Jadi Kompasianer of the Year …

Yusran Darmawan | 7 jam lalu

Semoga Raffi-Gigi Tidak Lupa Hal Ini Setelah …

Giri Lumakto | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: