Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Syntagma

Tukang martabak tinggal di jakarta

SBY dan Candi Borobudur Ada Hubungan dengan Nabi Sulaiman dan Jin?

REP | 20 September 2010 | 08:40 Dibaca: 4304   Komentar: 12   1

Ontchez.wordpress.com

Candi Borobudur,salah satu keajaiban dunia Foto : Ontchez.wordpress.com

Sekelompok peneliti muda yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, belum lama ini, akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Mereka mengajukan klaim bahwa candi Borobodur adalah hasil karya umat muslim. Karena candi Borobudur dibangun oleh jin piaraan nabi Sulaiman. Dikutip dari.

Adalah kelompok peneliti yang tergabung dalam Dzikrul lil Aalamiin (DLA). Kelompok ini dipimpin oleh seorang dosen Matematika Universitas Islam Negeri  Syarif Hidayatulah, KH. Fahmi Basya. Klaim dilakukan melalui satu metode penelitian ciptaan sang dosen. Mereka menggunakan metode penelitian Matematika Islam, suatu metode penelitian baru yang belum teruji dan dipublikasikan secara luas. Menurut mereka, candi Borobudur memiliki hubungan dengan ratu Boko. Ratu Boko adalah juga ratu Balqis, begitu pernyataan mereka. Istananya ratu ini dipindahkan menjadi bagian teratas candi Borobudur. Masih menurut kelompok peneliti Islam dan Kepurbakalaan ini, patung Budha yang selama ini menghiasi candi-yang juga menjadi salah satu keajaiban dunia- merupakan patung model Bidara Surga. Sosok nabi Sulaiman-lah yang dijadikan sebagai modelnya. Bukti arkeologis yang mereka ajukan berupa lempengan emas yang ditemukan di sekitar situs kraton Boko. Menurut mereka,di lempengan emas itu  terdapat tulisan yang berarti “Bismillahirrahmaanirrahiim” (Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang). Sayangnya mereka tidak menjelaskan lebih lanjut,bagaimana bentuk huruf dan bahasa serta cara membaca tulisannya. Begitu juga tentang relief yang berada di candi Borobudur. Menurut mereka relief tadi menceritakan tentang  nabi Daud dan nabi Sulaiman. Cuma relief yang mana dan dibagian mana, tidak dijelaskan. Sejatinya berdasarkan papan petunjuk yang ada di kraton Boko,tulisan yang ada di lempengan emas itu, adalah tentang pujian kepada dewa Siwa, salah satu dari tiga dewa yang dipuja dalam agama Hindu.

Ontchez.wordpress.com

Patung Budha. Foto: Ontchez.wordpress.com

Dalam sebuah kesempatan, KH Fahmi Basya mengatakan, bahwa setelah mengajukan bukti-bukti, pihaknya akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi untuk mengklaim Borobudur sebagai milik umat Islam. Sementara semua buku sejarah dan literatur yang berhubungan dengan Borobudur akan diubah dan dikoreksi. Keyakinannya terhadap  teorinya itu dibuktikan dengan memwisuda patung terkenal “The Unfinished Buddha” yang konon dulunya berada di Stupa Utama Borobudur, sebagai “Unfinished Solomon”.

Di samping itu KH. Fahmi Basya dengan kelompoknya juga menggunakan metode penelitian lain. Mereka menyebutnya dengan metode  menghubung-hubungkan kata. Misalnya Sleman, salah satu kabupaten dalam Daerah Istimewa Jogyakarta dipercaya berasal dari kata Sulaiman. Juga kata Jawa, menurut mereka,berasal  dari kata Jews (Yahudi). Masih  menurut Fahmi, satu2nya nabi yang termaktub dalam Alqur’an, yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman dan negeri yang beliau wariskan ternyata diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan SU yaitu Sukarno, Suharto, dan Susilo. Kalau Klaim KH. Fahmi Basya benar, artinya kita mesti bangga.  Karena presiden kita adalah salah satu keturunan nabi besar yang terkenal dengan kepiawaian memimpin negara dan mampu berbicara dengan binantang. Setidaknya menurut hikayat kitab yang dapat dibaca di toko buku.

Walaupun bukti-bukti masih kurang dan riset intensif masih dilakukan, publikasi dan promosi mengenai hal ini sudah dilakukan dengan gencar melalui banyak media. Selain itu, promosi juga dilakukan dengan ekspedisi ke Candi Borobudur dan situs Ratu Boko.

Kita tunggu berita selanjutnya.

Salam

Sumber bacaan utama di sini.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 8 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 9 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 10 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 11 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 9 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 9 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 9 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 10 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: