Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Nuramalina Prihatiny

Univ Paramadina Hubungan internasional

Perjuangan Nelson Mandela

OPINI | 03 October 2010 | 17:35 Dibaca: 1786   Komentar: 0   1

Nelson Mandela mungkin adalah salah satu tokoh yang paling banyak berpengaruh dan dihormati, tidak hanya di negaranya sendiri, Afrika Selatan, melainkan juga bagi seluruh masyarakat dunia. Tentu saja, karena peranan dirinya yang terus berjuang untuk hak-hak persamaan warga kulit hitam di Afrika Selatan, sekaligus menghapuskan rasa benci terhadap warga kulit putih dari diri warga pribumi di negara tersebut. Perjuangan Mandela dalam memulai untuk menanamkan berbagai prinsip asas persamaan bagi warga kulit hitam dan kulit putih. Dan hal itu ia mulai bukan dari wilayah dimana ia akan mendapatkan dukungan sepenuhnya melainkan daerah yang memiliki kemungkinan sangat kecil untuk keberhasilan misinya

Nelson Mandela memulai memimpin sebuah negara yang terpecah belah, dan masih dipenuhi dengan aroma kebencian meski politik apartheid telah berakhir. Orang kulit hitam membenci orang kulit putih, begitu juga sebaliknya. Dengan kemuliaan hatinya, beliau tidak lagi mempermasalahkan segala yang terjadi di masa lalu, beliau inginmengubah permusuhan itu, dan ingin mempersatukannya dalam sebuah negara, Afrika Selatan.

Nelson Mandela memilih cara dengan Olahraga, karena melalui olah raga dapat memasuki dia dapat merealisasikan niatnya tersebut dengan mudah, tanpa harus berbelit dengan urusan politik terlebih dengan kebudayaan, karena olahraga dapat diterima oleh semua orang. Berawal ketika sebuah pertandingan bersejarah yang terjadi pada 1995 Rugby World Cup yang berlangsung di Afrika Selatan. Dalam masa persiapan menjelang piala dunia rugby 1995 yang kurang lebih hanya 1 tahun, akhirnya tim rugby Afrika Selatan berhasil menjadi juara. Seluruh Warga negara, baik kulit hitam maupun kulit putih berbaur dalam suka cita, bangga atas kemenangan tim rugby mereka, dan tentunya bangga akan negara mereka Afrika Selatan. Nelson Mandela memotivasi tim rugby sangat inspiratif, sekaligus tahu betul bagaimana membangkitkan sebuah negeri dari keterpurukan akibat politik apartheid.

Pertandingan tersebut menjadi bersejarah karena saat itu, Nelson Mandela baru saja dilepaskan dari penjara dan beliau terpilih sebagai Presiden Afrika Selatan, dimana warga kulit hitam akhirnya dapat memberikan suara mereka untuk pertama kalinya. Walau begitu, politik pemisahan kasta atas perbedaan warna kulit masih terus berlangsung. Hal inilah yang menjadi perhatian utama Mandela dalam masa kekuasaan awalnya, untuk menyamakan derajat warga kulit hitam dengan kulit putih, namun tetap menghormati warga kulit putih yang selama ini dinilai telah menindas warga kulit hitam namun menjadi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 3 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 8 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 13 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 13 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Mati Karena Oplosan dan Bola …

Didi Eko Ristanto | 7 jam lalu

Ketika Lonceng Kematian Ponsel Nokia …

Irawan | 7 jam lalu

Catatan Terbuka Buat Mendiknas Baru …

Irwan Thahir Mangga... | 7 jam lalu

Diary vs Dinding Maya - Serupa tapi Tak Sama …

Dita Widodo | 7 jam lalu

Nama Kementerian Kabinet Jokowi yang Rancu …

Francius Matu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: