Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Nuramalina Prihatiny

Univ Paramadina Hubungan internasional

Perjuangan Nelson Mandela

OPINI | 03 October 2010 | 17:35 Dibaca: 1872   Komentar: 0   1

Nelson Mandela mungkin adalah salah satu tokoh yang paling banyak berpengaruh dan dihormati, tidak hanya di negaranya sendiri, Afrika Selatan, melainkan juga bagi seluruh masyarakat dunia. Tentu saja, karena peranan dirinya yang terus berjuang untuk hak-hak persamaan warga kulit hitam di Afrika Selatan, sekaligus menghapuskan rasa benci terhadap warga kulit putih dari diri warga pribumi di negara tersebut. Perjuangan Mandela dalam memulai untuk menanamkan berbagai prinsip asas persamaan bagi warga kulit hitam dan kulit putih. Dan hal itu ia mulai bukan dari wilayah dimana ia akan mendapatkan dukungan sepenuhnya melainkan daerah yang memiliki kemungkinan sangat kecil untuk keberhasilan misinya

Nelson Mandela memulai memimpin sebuah negara yang terpecah belah, dan masih dipenuhi dengan aroma kebencian meski politik apartheid telah berakhir. Orang kulit hitam membenci orang kulit putih, begitu juga sebaliknya. Dengan kemuliaan hatinya, beliau tidak lagi mempermasalahkan segala yang terjadi di masa lalu, beliau inginmengubah permusuhan itu, dan ingin mempersatukannya dalam sebuah negara, Afrika Selatan.

Nelson Mandela memilih cara dengan Olahraga, karena melalui olah raga dapat memasuki dia dapat merealisasikan niatnya tersebut dengan mudah, tanpa harus berbelit dengan urusan politik terlebih dengan kebudayaan, karena olahraga dapat diterima oleh semua orang. Berawal ketika sebuah pertandingan bersejarah yang terjadi pada 1995 Rugby World Cup yang berlangsung di Afrika Selatan. Dalam masa persiapan menjelang piala dunia rugby 1995 yang kurang lebih hanya 1 tahun, akhirnya tim rugby Afrika Selatan berhasil menjadi juara. Seluruh Warga negara, baik kulit hitam maupun kulit putih berbaur dalam suka cita, bangga atas kemenangan tim rugby mereka, dan tentunya bangga akan negara mereka Afrika Selatan. Nelson Mandela memotivasi tim rugby sangat inspiratif, sekaligus tahu betul bagaimana membangkitkan sebuah negeri dari keterpurukan akibat politik apartheid.

Pertandingan tersebut menjadi bersejarah karena saat itu, Nelson Mandela baru saja dilepaskan dari penjara dan beliau terpilih sebagai Presiden Afrika Selatan, dimana warga kulit hitam akhirnya dapat memberikan suara mereka untuk pertama kalinya. Walau begitu, politik pemisahan kasta atas perbedaan warna kulit masih terus berlangsung. Hal inilah yang menjadi perhatian utama Mandela dalam masa kekuasaan awalnya, untuk menyamakan derajat warga kulit hitam dengan kulit putih, namun tetap menghormati warga kulit putih yang selama ini dinilai telah menindas warga kulit hitam namun menjadi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengintip Kerja Detektif Purbakala …

Dhanang Dhave | | 31 March 2015 | 11:45

Mencari Surga Melalui Film [Review ASDR] …

Agung Han | | 31 March 2015 | 06:01

Jadwal Kegiatan Kompasiana di Bulan April …

Kompasiana | | 31 March 2015 | 18:08

Berpetualang ke Padang Pasir Pinnacles, …

Tjiptadinata Effend... | | 31 March 2015 | 16:45

[Blog&Photo Competition] Saatnya Non …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48


TRENDING ARTICLES

Kritik Atas Pemblokiran Domain Penyebar …

Harja Saputra | 22 jam lalu

Kontroversi Rokok Mensos untuk Warga Suku …

Felix | 22 jam lalu

Mengapa Menteri Yuddy Cium Tangan Menteri …

Ifani | 23 jam lalu

Imbang Saja Timnas U-23 Lolos, Apalagi Kalau …

Achmad Suwefi | 31 March 2015 06:40

Tak Ada Istri yang Tak Retak …

Cahyadi Takariawan | 31 March 2015 06:36


Subscribe and Follow Kompasiana: