Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Pedi Ahmad

orang yang senang bermain. sehari-hari berkeliaran di kota Bandung

KH Yusuf Tauziri: Tokoh Pejuang Wanaraja, Garut

REP | 11 October 2010 | 17:30 Dibaca: 1763   Komentar: 2   0

Pesantren Darusalam Wanaraja, Garut mempunyai keunikan tersendiri. Selain sebagai pusat kegiatan keagamaan di lingkungan kecamatan Wanaraja, Pesantren Darusalam memiliki ikatan sejarah yang sangat kental selama masa perjuangan.

Kyai Haji Yusuf Tauziri merupakan salah seorang tokoh pejuang Garut. Sewaktu masih kecil, mempunyai nama Damiri, terkenal anak nakal. Orang tuanya sudah beberapa kali memasukan ke pesantren akan tetapi ia lebih suka main bola dan pencak silat daripada menjadi seorang santri.

Tahun 1923, beliau pergi ibadah haji, ketika pulang namanya berubah menjadi Yusuf Tauziri. Lalu beliau mendirikan mesjid dan pesantren yang dinamai Darussalam di Wanaraja, Garut. Pada zaman Jepang, beliau masuk tahanan karena dituding akan mengadakan sabotase.

Pada zaman revolusi, beliau mendirikan laskar Darussalam yang kemudian bergabung dengan BKR yang menjadi TKR. KH Yusuf Tauziri diajak Kartosuwiryo agar mengumumkan proklamasi Negara Islam Indonesia/ Darul Islam (NII/ DI), akan tetapi beliau menolaknya. Sesudah wanaraja direbut Belanda ia hijrah ke Pesantren Cipari, sebelah utara dari Wanaraja—dulu Cipari merupakan bagian dari Wanaraja tapi setelah ada pemekaran kecamatan, Cipari termasuk wilayah kecamatan Pangatikan. Pesantren Ciparilah yang dipakai Markas oleh beliau sehingga sering diserang oleh pasukan DI/TII, sampai 52 kalinya.

Oleh TNI beliau dianggap besar jasana dalam membantu pasukan Siliwangi yang pulang hijrah ke Jawa Barat dari serangan DI dan Belanda. Beliau meninggal di Garut pada tahun 1982, dan dimakamkan di lingkungan Pesantren Darussalam Wanaraja.

Sumber:

- Tokoh kab. Garut

- Wawancara dengan ibu Tedja (87), mustami pengajian Darussalam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Berani Duduk di Bangku Paling Depan—Cupu …

Frida Kurniawati | | 22 December 2014 | 18:22

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 3 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 4 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 4 jam lalu

Evan Dimas, Tengoklah Chanathip ‘Messi …

Achmad Suwefi | 11 jam lalu

Dampak ‘Mental Proyek’ Pejabat …

Giri Lumakto | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: