Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Pedi Ahmad

orang yang senang bermain. sehari-hari berkeliaran di kota Bandung

KH Yusuf Tauziri: Tokoh Pejuang Wanaraja, Garut

REP | 11 October 2010 | 17:30 Dibaca: 1713   Komentar: 2   0

Pesantren Darusalam Wanaraja, Garut mempunyai keunikan tersendiri. Selain sebagai pusat kegiatan keagamaan di lingkungan kecamatan Wanaraja, Pesantren Darusalam memiliki ikatan sejarah yang sangat kental selama masa perjuangan.

Kyai Haji Yusuf Tauziri merupakan salah seorang tokoh pejuang Garut. Sewaktu masih kecil, mempunyai nama Damiri, terkenal anak nakal. Orang tuanya sudah beberapa kali memasukan ke pesantren akan tetapi ia lebih suka main bola dan pencak silat daripada menjadi seorang santri.

Tahun 1923, beliau pergi ibadah haji, ketika pulang namanya berubah menjadi Yusuf Tauziri. Lalu beliau mendirikan mesjid dan pesantren yang dinamai Darussalam di Wanaraja, Garut. Pada zaman Jepang, beliau masuk tahanan karena dituding akan mengadakan sabotase.

Pada zaman revolusi, beliau mendirikan laskar Darussalam yang kemudian bergabung dengan BKR yang menjadi TKR. KH Yusuf Tauziri diajak Kartosuwiryo agar mengumumkan proklamasi Negara Islam Indonesia/ Darul Islam (NII/ DI), akan tetapi beliau menolaknya. Sesudah wanaraja direbut Belanda ia hijrah ke Pesantren Cipari, sebelah utara dari Wanaraja—dulu Cipari merupakan bagian dari Wanaraja tapi setelah ada pemekaran kecamatan, Cipari termasuk wilayah kecamatan Pangatikan. Pesantren Ciparilah yang dipakai Markas oleh beliau sehingga sering diserang oleh pasukan DI/TII, sampai 52 kalinya.

Oleh TNI beliau dianggap besar jasana dalam membantu pasukan Siliwangi yang pulang hijrah ke Jawa Barat dari serangan DI dan Belanda. Beliau meninggal di Garut pada tahun 1982, dan dimakamkan di lingkungan Pesantren Darussalam Wanaraja.

Sumber:

- Tokoh kab. Garut

- Wawancara dengan ibu Tedja (87), mustami pengajian Darussalam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Johannes Karundeng Mengajari Kami Mencintai …

Nanang Diyanto | | 21 September 2014 | 15:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Logika aneh PKS soal FPI dan Ahok …

Maijen Nurisitara | 5 jam lalu

Usai Sikat Malaysia, Kali ini Giliran Timor …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Warga Menolak Mantan Napi Korupsi Menjadi …

Opa Jappy | 9 jam lalu

Warisan Dapat Jadi Berkah untuk …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

PKS Membuat Banyak yang Panas Dingin …

Pecel Tempe | 9 jam lalu

Waktu, Maafkan Aku.. …

Syndi Nur Septian | 9 jam lalu

The Comment…Siapa yang Nanya? …

Iwan Permadi | 9 jam lalu

Cerpen Remaja: Pak Polisi yang Kukagumi …

Didik Sedyadi | 9 jam lalu

TNI AL dalam Konstelasi Kekuatan Laut Asia …

Mudy | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: