Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Ngandhiem Dingdung

santri…. sebutan q . cowok IMUT(ireng lumuten), hitam berlumut hehehehe..tpi, senyum q banyak yang bilang selengkapnya

Harta Karun “Soeharto”

OPINI | 17 October 2010 | 01:56 Dibaca: 1986   Komentar: 2   1

Cerita emas peninggalan presden Soekarno masih menjadi misteri dan simpang siur. Mari kita selidiki lebih lanjut…

HARTA karun peninggalan mantan presiden Soekarno selama ini masih misteri, bahkan tak sedikit yang meragukannya. Kasus kegagalan pencarian harta peniggalan Prabu Siliwangi di Istana Batutulis beberapa waktu lalu, sepertinya memupus harapan orang untuk memercayai hal-hal yang sulit dibuktikan kebenarannya.

Namun lelaki yang menyebut diri satria piningit bernama Soenuso Goroyo Soekarno mengaku dapat mengangkat peninggalan Presiden Pertama RI itu. Bentuknya berupa ratusan keping emas lantakan, platinum, sertifikat deposito obligasi garansi, dan lain-lain. �Ini baru sampel dan silakan mengecek kebenarannya. Jika bohong, saya siap digantung,� katanya, kepada pers.

Mantan anggota TNI yang dahulu bernama Suwito itu sengaja mengundang wartawan di rumahnya, Perumahan Cileungsi Hijau, daerah perbatasan Bogor-Bekasi, untuk menyaksikan temuannya. Di rumahnya yang cukup megah disiapkan hidangan layaknya orang hajatan. Maklum, Goroyo, begitu dia biasa disapa, juga mengundang Pangdam Jaya, Kapolda, dan anggota Muspida. Tetapi dari mereka, tak ada pejabat datang.

Kepada tamunya, suami RA Lastika ini memperlihatkan peti besar berisi ratusan keping emas lantakan, masing-masing beratnya 8 ons bergambar Soekarno dan di baliknya ada gambar padi dan kapas. Pada satu sisinya ada tulisan 80 24K 9999. Sementara itu emas putih (platinum) juga berbentuk lantakan berlogo tapal kuda putih bertulisan JM Mathey London. Logam itu dibungkus emas dan bersertifikat emas pula.

Meskipun bersertifikat dan diyakini keasliannya, pada kesempatan itu tidak dihadirkan orang yang mengetahui emas atau pakar yang bisa memastikan asli atau tidak harta benda tersebut.
Peninggalan lain berupa sertifikat deposito bertanggal 16 Agustus 1945 yang dikeluarkan oleh BPUPKI yang menyebut sejumlah harta yang disimpan di suatu tempat. Ada pula sertifikat berbahasa Inggris yang juga disegel dan ditulis di atas lembar kuningan. Sertifikat itu ada yang bertuliskan �Hibah Substitusi� yang dipercayakan kepada R Edi Tirwata Dinata (108).

Yang terakhir ini, konon karena sudah tua, lantas memberikan kuasa kepada R Anton Hartono untuk mengurus harta benda yang disimpan di Swiss. Bentuknya mikrofilm, dua lembar dokumen, anak kunci boks deposit di JBS, Jenewa, dan dua buah koin. Di dalam sertifikat itu disebutkan, ada dana berjumlah 126,2 miliar dolar AS dan 63,10 miliar dolar AS.

Insya Allah, jika saya diberi izin, semua harta peninggalan Bung Karno ini bisa membayar utang kita. Saya yakin bisa melaksanakannya,� ungkap Goroyo sembari membantah dirinya paranormal. Dia juga membantah berambisi menjadi presiden atau jabatan politis lain. �Semua saya lakukan dan beberkan untuk membangun negara kita, tegasnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Djunijanti Peggie, Buku Kupu-kupu dan Cinta …

Isson Khairul | | 26 April 2015 | 11:57

Banjir, Hati-Hati Melintas Underpass …

Suci Handayani | | 26 April 2015 | 13:38

[Blog Competition] Perlindungan Tanpa Beban …

Kompasiana | | 18 April 2015 | 12:01

7 Tanda Cinta Kompasianer Kepada Film …

Kompasiana | | 26 April 2015 | 14:09

Kompasiana Ngulik bareng Rapper JFlow dan …

Kompasiana | | 23 April 2015 | 19:58


TRENDING ARTICLES

Gagasan Tommy Soeharto Ditolak, Ini …

Mbah Mupeang | 3 jam lalu

Ketika Bung Karno Bilang:” …. …

Hendi Setiawan | 6 jam lalu

Selasa Malam 10 Gembong Narkoba Dieksekusi …

Bambang Setyawan | 16 jam lalu

Biar Miskin Tapi Terhormat …

Ifani | 21 jam lalu

Kenapa Harus Marah? …

Daniel H.t. | 25 April 2015 17:49


Subscribe and Follow Kompasiana: