Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Aji Putra

Satu langkah kecil akan mendekatkan kita kepada tujuan

Pernikahan Pada Zaman Jahiliyah

REP | 18 October 2010 | 18:17 Dibaca: 939   Komentar: 2   0

Sedikitnya ada empat macam pernikahan pada zaman jahiliyah yaitu:

1. Pernikahan dengan cara-cara yang kita kenal sekarang, yaitu dengan cara melamar kepada si wali wanita yang akan dinikahi kemudian dilanjutkan dengan pernikahan dengan  acara ijab qobul dan pemberian mahar kepada mempelai wanita.

2. Nikah Istibdho’ (Pernikahan yang didasarkan atas keinginan untuk memperoleh anak yang berkualitas). Yaitu dengan cara si suami menyuruh kepada istrinya (dalam masa subur)untuk bergaul dengan seorang laki-laki terhormat agar mendapatkan keturunan yang diinginkan. Pada masa ini suami tidak menyentuh si sitri sampai ada tanda-tanda kehamilan dari istri. Setelah si istri benar-benar hamil baru si suami menggaulinya atau kalau tidak ingin menggaulinya maka si suami membiarkannya sampai si sitri melahirkan.

3. Pernikahan yang ketiga adalah jenis pernikahan yang melibatkan satu orang perempuan dengan beberapa orang laki-laki dalam jumlah kurang dari sepuluh. Si perempuan melayani semua laki-laki tadi dan kalau nanti hamil maka salah satu dari laki-laki yang menggauli harus mengakui bahwa anak yang dikandung si perempuan adalah anaknya. Sedangkan siapa yang mau dijadikan bapak dari anaknya tergantung pilihan perempuan. Dan biasanya penunjukan ayah dari jabang bayi setelah jabang bayi lahir.

4. Pernikahan dengan cara seorang perempuan menjajakan diri dengan sejumlah laki-laki dalam bilangan lebih dari sepuluh sampai tak terbatas. Si perempuan tidak menolak siapapun yang mau berhubungan badan dengannya. Dalam pernikahan seperti ini biasanya si perempuan mencatat siapa saja yang berhubungan badan dengannya. Karena kalau nanti dia hamil maka salah satu dari laki-laki yang pernah menggaulinya akan dimintai pertanggung jawaban sebagai ayah dengan cara mendatangkan seseorang yang ahli dalam bidang pernasaban (Qoif). -kalau sekarang dengan tes DNA-

HR. Buhory

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | | 31 October 2014 | 22:32

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | | 31 October 2014 | 08:42

Hati Bersih dan Niat Lurus Awal Kesuksesan …

Agung Soni | | 01 November 2014 | 00:03

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 12:53


TRENDING ARTICLES

Susi Mania! …

Indria Salim | 6 jam lalu

Gadis-Gadis berlagak ‘Murahan’ di Panah …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

Pramugari Cantik Pesawat Presiden Theresia …

Febrialdi | 10 jam lalu

Kerusakan Demokrasi di DPR, MK Harus Ikut …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Dari Pepih Nugraha Untuk Seneng Utami …

Seneng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 10 jam lalu

Wakatobi, Potongan Surga yang Jatuh ke Bumi …

Arif Rahman | 10 jam lalu

Danau Poso, Keelokannya Melahirkan Rindu …

Jafar G Bua | 10 jam lalu

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 12 jam lalu

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: