Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Djamaluddin Husita

Semua yang positif itu ibadah... Kunjungi juga rumah maya kami: www.husita.my.id

Menghormati Pahlawan Bangsa

OPINI | 10 November 2010 | 02:30 Dibaca: 315   Komentar: 0   1

1289356179118265133

Sbr. http://2.bp.blogspot.com/_gFy43vsmkwU/TBPBeeYnb1I/AAAAAAAAACc/vPiYBnvBhlY/s1600/Hari+Pahlawan.jpg

Setiap tanggal 10 November bangsa Indonesia selalu memperingatinya sebagai hari pahlawan. Sebagai bangsa yang besar, maka sudah selayaknya bangsa Indonesia untuk tidak melupakan jasa-jasa pahlawan.

Para pahlawan bangsa dengan keberaniannya telah membuktikan kepada kita bahwa demi bangsa mereka rela berkorban bukan hanya harta benda saja tetapi juga jiwa dan raga. Barangkali nilai inilah yang harus dipatrikan dalam dada anak bangsa sebagai penerus cita-cita para pahlawan.

Sekarang sudah jauh berbeda dengan kondisi saat para pahlawan kita dulu yang berjuang mengangkat senjata untuk membebaskan bangsa ini dari penjajahan. Sekarang pola berjuang kita adalah bagaimana membebaskan bangsa ini dari kebodohan dan kemiskinan. Sebab, kebodohan dan kemiskinan itulah yang membuat bangsa lain dengan mudah mengobok-obok bangsa ini dari berbagai sector.

Bila para pahlawan terdahulu mengelorakan semangat berjuang dengan mengangkat senjata. Namun sekarang yang harus dilakukan adalah dengan mengelorakan semangat generasi saat ini untuk terus mampu bersaing dengan bangsa lain sehingga tidak ketinggalan dari Negara-negara lain. Untuk itu, kata kuncinya adalah bangsa ini harus terus belajar dan terus meningkatkan semangat bekerja keras. Tidak mungkin tanpa belajar dan bekerja keras bangsa ini mampu bangkit untuk bersaing dengan Negara-negara lain yang memang telah lebih duluan maju dari kita.

Selain itu, yang perlu terus dipupuk juga adalah semangat persatuan dan kesatuan dan rasa cinta tanah air, serta rela berkorban selali saling menghargai diantara sesama anak bangsa tanpa melihat latar belakang daerah, budaya dan agama. Artinya semangat nasionalisme harus terus bergelora dalam jiwa-jiwa generasi penerus bangsa.

Dalam rangka memperingati hari pahlawan, maka kita harus kembali merenungi sejauh mana kita telah berbuat untuk bangsa ini. Tanpa harus membanding-banding apa yang orang lain lakukan. Saya kira, inilah salah satu caranya menghormati pahlawan bangsa.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Warga Kupang Anti-McDonald …

Yusran Darmawan | | 29 August 2014 | 06:43

Pak Jokowi, Saya Setuju Cabut Subsidi BBM …

Amy Lubizz | | 28 August 2014 | 23:37

Jatah Kursi Parlemen untuk Jurnalis Senior …

Hendrik Riyanto | | 29 August 2014 | 04:36

Jangan Mengira “Lucy” sebagai Film …

Andre Jayaprana | | 28 August 2014 | 22:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Mafia Migas dibalik Isyu BBM …

Hendra Budiman | 9 jam lalu

Pelecehan Seksual pun Terjadi Pada Pria di …

Nyayu Fatimah Zahro... | 15 jam lalu

Jokowi dan “Jebakan Batman” SBY …

Mania Telo | 15 jam lalu

Kota Jogja Terhina Gara-gara Florence …

Iswanto Junior | 18 jam lalu

Dulu Saat Masih Dinas, Kakek Ini Keras …

Posma Siahaan | 22 jam lalu


HIGHLIGHT

Daun Ilalang Publishing (Kembali) Menggeliat …

Rumahkayu | 9 jam lalu

Soal BBM, Bang Iwan Fals Tolong Bantu Kami! …

Solehuddin Dori | 9 jam lalu

Kebahagiaan Termurah, Termudah dan Bisa …

Seneng Utami | 9 jam lalu

Mengajari Anak Siap Kalah sejak Dini …

Daniel Yonathan Mis... | 9 jam lalu

Anak Kami Tak Diakui Kemdikbud (?) …

Nino Histiraludin | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: