Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Widi The Great Gubernur Roma

Seorang laki-laki yang memiliki tingkat keasalahan 0,000001% dan Seorang yang memiliki gelar The Great.

Belajar Dari Attila The Hun

OPINI | 26 November 2010 | 16:31 Dibaca: 1014   Komentar: 11   0

Siapa yang tidak kenal dengan nama Attila the Hun? Seorang Jendral perang besar yang berasal dari bangsa Hun yang telah menjadi musuh paling ditakuti oleh bangsa Romawi Barat dan Romawi Timur.

Saya pernah menonton biography seorang Attila the Hun, dia adalah seeorang yang digambarkan pemarah, sadis, dan kejam. Predikat ini bukanlah sebuah omong kosong belaka. Pada setiap pertempuran Attila selalu menghabisi semua musuhnya. Tidak terkecuali wanita dan anak-anak.

Banyak kota-kota yang ditaklukan oleh Attila the Hun. Dari semua kota yang ditaklukan oleh Attila semuanya dibantai habis tanpa ampun, tidak pandang bulu, wanita, pria, anak2 semuanya dihabisi, dijarah kotanya.

Saya mengakui kehebatan dan kepintaran seorang Attila the Hun. Bahkan Kekaisaran Romawi Barat dan Timur saja memberikan upeti setiap tahunnya agar keamanan mereka terjaga dari serangan bangsa Hun.

Semua bangsa yang ada pernah merasakan hal yang kejam dari seorang Attila.

Walupun Attila pintar dan kuat dia lupa satu hal tentang kehidupan. Dia lebih banyak menciptakan musuh dibandingkan teman. Romawi sebenarnya juga bermusuhan dengan beberapa kekaisaran lainnya hanya saja sikap Romaawi tidak sekejam bangsa Hun.

Pada tahun 451 M pasukan Attila bergerak menuju Kekaisaran Romawi Barat, mendengar gerakan dari pasukan Hun, Jenderal Romawi kali itu Flavius Aetius menyiapkan pasukannya.

Sadar akan kekuatan yang dihadapi Aetius mencari bantuan kepada sekutu-sekutu yaang merupakan mush dari bangsa Hun dan sangat membenci Attila karena kekejamannya.

Attila yang dengan kepercaan dirinya tidak menyangka jika paasukan kekaisaran lain akan ikut bergabung dengan Romawi. Gabungan koalisi Romawi Barat ini dapat menghancurkan pasukan Hun serta kepercayaan diri Attila.

hal yang dapat dipetik disini adalah sehebat apapun anda, sekuat apapun anda jangan pernah bertindak kejam, serakah, maruk, karena ketika anda besar bisa saja orang lain tunduk dengan anda karena takut tapi bukan karena wibawa anda.

Hal ini sudah dibutikan oleh Attila the Hun dengan kekalahanya dari Romawi Barat karena kekejamannya membuat bangsa lain ikut membencinya.

Jadi walaupun anda besar dan kuat ingat satu hal, Anda adalah manusia, makhluk sosial, makhluk yang membutuhkan bantuan orang lain. Dengan sifat kejam, pemarah, rakus, curang hanya akan mebuat anda memiliki musuh-musuh baru yang siap bergabung menjatuhkan Anda.

sumber: http://winatajournal.blogspot.com/2010/11/belajar-dari-attila-hun.html

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Foto: Slamet, Raksasa dari Pulau Jawa …

Hendra Wardhana | | 17 September 2014 | 12:29

Referendum Skotlandia, Aktivis Papua Merdeka …

Wonenuka Sampari | | 17 September 2014 | 13:07

Anggota BPK, Jabatan Karier atau Politik? …

Galumbang Sitinjak | | 17 September 2014 | 13:37

Etika Meng-counter Tulisan di Kompasiana …

Samandayu | | 16 September 2014 | 19:16

Setujukah Anda jika Kementerian Agama …

Kompasiana | | 16 September 2014 | 21:00


TRENDING ARTICLES

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 5 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 5 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 6 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 7 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kenaikan LPG 12 Kg Sebagai Sarana Berbagi …

Bai Ruindra | 7 jam lalu

Mesut Oezil: Playmaker tanpa Dukungan …

Agung Wicaksono | 7 jam lalu

Komunitas Membuka Pintu Rejeki …

Lazismu Pusat | 8 jam lalu

Jogjakarta, 17 September 2014 …

Ahmad Robitul Wafa | 8 jam lalu

Ternyata Gak Gampang Ya, Pak Jokowi …

Heno Bharata | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: