Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Nabi Nabi Sebelum Al-Masih Menurut Alkitab

OPINI | 23 December 2010 | 03:10 Dibaca: 1910   Komentar: 27   -1

Kalau ada paparan kisah paling vulgar ceritanya dalam kitab kitab agama, hanyalah alkitab yang paling transparan dan detail mengisahkan keberadaan nabi nabi dalam sejarahnya. Bukan tentang kelahirannya, tetapi prilakunya sebagai nabi dilukiskan dengan penuh imajener oleh penulisnya tentang keterlibatan nabi nabi dalam berbagai skandal dan pelanggaran asusila. Alkitab yang terdiri dari dua bagian menurut standar kristen dan Katolik, yaitu perjanjian lama dan perjanjian baru tidak sepi dari kisah kisah sendu, syahdu, rindu, pilu, haru biru dan sedu.


Dalam Perjanjian lamalah, kisah kisah nabi dikisahkan dengan sangat menonjolkan aspek historis bliblikal tentang kenabian dan ajarannya, tanpa sensor. Kejadian mencekam dan romatis serta rasa kemanusian para nabi yang terjerumus di lembah asmara, merupakan interval bagi pembaca alkitab untuk sekedar menghidur diri dalam lamunan cinta masa lalu. Indah membuai memang bila menyimak kisah romatis, sehingga bisa menuai rasa betapa kebebasan masa lalu menjadi normatif dikalangan nabi masa itu. Kendati terkadang kontradiksi dengan wajah atau poster sebagai seorang nabi yang mestinya bebas polusi dan respek pada etika kenabian. Tidak Naturalis sebagaimana layaknya manusia biasa, karena bagi nabi, dirinya adalah tauladan umat, contoh dan figur manusia yang menjadi target dakwahnya.

Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka. Kej. 19:36.

Kisah dalam kitab kejadian ini merupakan torehan sejarah dan anggapan bahwa nabi saja bisa berbuat mesum, dengan membiarkan anaknya membuatnya mabuk, lalu dengan terpaksa harus menzinai anak anaknya berdua berdasarkan proses cerita. Bila kisah tersebut benar adanya, mungkinkah seorang ayah bisa dibuat mabuk oleh anak anaknya, dengan berturut turut kejadiannya dan mengapa anak tahu bahwa itu kenikmatan hidup, hingga tak merasakan kalau yang melakukannya bukan dirinya, lalu bagaimana dengan janin yang dikandung, apakah bisa dibenarkan menurut alkitab ?

Ketika Israel diam di negeri ini, terjadilah bahwa Ruben sampai tidur dengan Bilha, gundik ayahnya, dan kedengaranlah hal itu kepada Israel. (35-22b) Adapun anak-anak lelaki Yakub dua belas orang jumlahnya. Kejadian 35:22

Bilha seorang gundik, statusnya sebagai gundik ayah Ruben, maka kedudukan ruben dimata Israel adalah anak tiri Bilha, tetapi kemudian Ruben terlena sehingga jatuh kepangkuan Bilha. Sebuah kisah menyayat hati dari seorang anak yang menggagahi gundik ayahnya, Yakub. Bahkan dari hubungan Ruben tersebut melahirkan turunan sebagai berikut

Inilah para kepala kaum keluarga mereka: Anak-anak Ruben anak sulung Israel: Henokh, Palu, Hezron dan Karmi; itulah kaum-kaum Ruben. Kel. 6:14 (6-13)

Bahkan dari generasi Ruben ada nabi yang dilahirkan dari keturunannya. Mungkin perlu tajam otak kita mencurahkan kecerdasan untuk menyingkap sejarah kelabu para nabi dan keturunannyang melibatkan banyak orang orang kudus menurus Istilah alkitab, sehingga tidak menggeser kata kudus yang dimiliki para nabi, sebab hubungan mereka melalui sesuatu yang tidak lumrah atau umum atau wajar dalam bercinta, bahkan diluar pagar akal sehat. Dikisahkan pula kalau Ruben adalah nenek moyang kebangkitan Israel sesudahnya dengan melahirkan ribuan kader Ruben

Jumlah yang dicatat dari suku Ruben ada empat puluh enam ribu lima ratus orang. Bil. 1:21,

itu dari hasil hubungan dengan Bilha yang berkembang pesat populasinya, membentuk suku Ruben, anak sulung Yakub.

Ini romantika Yahuda dengan tamar (menantunya), selain Yahuda tak mampu menegakkan hukum, atau pilih kasih, juga melibatkan dirinya dalam skandal romantisme sebagai pembesar Israel. Lalu bagaimana mungkin menegakkan hukum buat orang yang ditidurinya, disamping dia sendiri yang melakukannya, tentu permasalahan pelik yang menimpa Yahuda

Ketika Yehuda melihat dia, disangkanyalah dia seorang perempuan sundal, karena ia menutupi mukanya.Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: “Marilah, aku mau menghampiri engkau,” sebab ia tidak tahu, bahwa perempuan itu menantunya. Tanya perempuan itu: “Apakah yang akan kauberikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku?”

Jawabnya: “Aku akan mengirimkan kepadamu seekor anak kambing dari kambing dombaku.” Kata perempuan itu: “Asal engkau memberikan tanggungannya, sampai engkau mengirimkannya kepadaku.” Tanyanya: “Apakah tanggungan yang harus kuberikan kepadamu?” Jawab perempuan itu: “Cap meteraimu serta kalungmu dan tongkat yang ada di tanganmu itu.” Lalu diberikannyalah semuanya itu kepadanya, maka ia menghampirinya. Perempuan itu mengandung dari padanya.Bangunlah perempuan itu, lalu pergi, ditanggalkannya telekungnya dan dikenakannya pula pakaian kejandaannya.

Adapun Yehuda, ia mengirimkan anak kambing itu dengan perantaraan sahabatnya, orang Adulam itu, untuk mengambil kembali tanggungannya dari tangan perempuan itu, tetapi perempuan itu tidak dijumpainya lagi. Ia bertanya-tanya di tempat tinggal perempuan itu: “Di manakah perempuan jalang, yang duduk tadinya di pinggir jalan di Enaim itu?” Jawab mereka: “Tidak ada di sini perempuan jalang.” Kembalilah ia kepada Yehuda dan berkata: “Tidak ada kujumpai dia; dan juga orang-orang di tempat itu berkata: Tidak ada perempuan jalang di sini.”

Lalu berkatalah Yehuda: “Biarlah barang-barang itu dipegangnya, supaya kita jangan menjadi buah olok-olok orang; sungguhlah anak kambing itu telah kukirimkan, tetapi engkau tidak menjumpai perempuan itu.” Sesudah kira-kira tiga bulan dikabarkanlah kepada Yehuda: “Tamar, menantumu, bersundal, bahkan telah mengandung dari persundalannya itu.” Lalu kata Yehuda: “Bawalah perempuan itu, supaya dibakar.” Waktu dibawa, perempuan itu menyuruh orang kepada mertuanya mengatakan: “Dari laki-laki yang empunya barang-barang inilah aku mengandung.” Juga dikatakannya: “Periksalah, siapa yang empunya cap meterai serta kalung dan tongkat ini?” Yehuda memeriksa barang-barang itu, lalu berkata: “Bukan aku, tetapi perempuan itulah yang benar, karena memang aku tidak memberikan dia kepada Syela, anakku.” Dan ia tidak bersetubuh lagi dengan perempuan itu. Pada waktu perempuan itu hendak bersalin, nyatalah ada anak kembar dalam kandungannya.Dan ketika ia bersalin, seorang dari anak itu mengeluarkan tangannya, lalu dipegang oleh bidan, diikatnya dengan benang kirmizi serta berkata: “Inilah yang lebih dahulu keluar.” Ketika anak itu menarik tangannya kembali, keluarlah saudaranya laki-laki, dan bidan itu berkata: “Alangkah kuatnya engkau menembus ke luar,” maka anak itu dinamai Peres. Sesudah itu keluarlah saudaranya laki-laki yang tangannya telah berikat benang kirmizi itu, lalu kepadanya diberi nama Zerah. Kejadian 38:15-30

Cerita Yahuda versi alkitab ini jelas merupakan tonggak hukum yang patah, dan berubah pada saat melibatkan orang yang dia kenal dan menyangkut dirinya. Ketidakmampuan Yahuda tergambar bagaimana ia akan menghukum perempuan itu, sedangkan bila hukum ditegakkan bisa menyangkut dirinya dan menantunya Tamar, sebuah problem tentunya, yang tidak dipermasalahkan alkitab berisi asusila. Sebenarnya banyak drama menegangkan dalam alkitab yang mungkin tidak layak atau di edit kalau hendak dibicarakan di forum terbuka atau gereja. Mari belajar kritis jangan merasa bahwa tulisan ini adalah provokatif, padahal faktanya memang dijamin oleh alkitab yang diakui sebagai kitab suci oleh umat kristen, katolik dan Saksi saksi Yahova

ALKITAB ADALAH SEBUAH KARANGAN UNTUK ORANG DEWASA. BUKAN HANYA KARENA-HALAMAN SEKSUALNYA TETAPI KARENA JENIS MASALAH YANG MUNCUL DI SEPUTAR SEKS MANUSIA (Romo Don Bruno Maggioni) Bersambung.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Perjuangan PPP & PPP Perjuangan …

Ribut Lupiyanto | | 31 October 2014 | 14:24

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

Nonggup, Contoh Pergerakan Cerdas Orang …

Evha Uaga | | 31 October 2014 | 17:40

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 7 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 11 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 11 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 12 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Upaya Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan …

Harry Supandi | 8 jam lalu

Bunga Generasi …

Rahab Ganendra | 8 jam lalu

Kerusakan Demokrasi di DPR, MK Harus Ikut …

Daniel H.t. | 8 jam lalu

Dari Pepih Nugraha Untuk Seneng Utami …

Seneng | 8 jam lalu

Persebaya Gagal Di 8 Besar, Karma Kah ? …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: