Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Wukiralit

Karena Dia kita ada, karena Dia kita tiada, Dialah segala-galanya. Sisakan kesenangan anda didunia ini untuk selengkapnya

Si Penangkap Petir “Ki Ageng Selo” Ternyata Penurun Raja-Raja Mataram

REP | 12 January 2011 | 05:46 Dibaca: 7174   Komentar: 0   0

1294810324180880074

makam Ki Ageng Selo( koleksi Pribadi)

1294817954916646819

from google

Ki Ageng Selo dengan julukannya Si Penangkap petir ternyata adalah penurun Raja-Raja Mataram.

Makam Ki Ageng Selo
Makamnya terletak 10 km arah Timur Purwodadi di Desa Tawangharjo Kabupaten Dati II Grobogan Jawa tengah. Dari Purwodadi menuju arah Blora sampai perempatan Desa Tawangharjo belok kanan. 
Petir
Petir yang ditangkap pernah dipersembahkan di kerajaan Demak pada jaman Sultan Trenggono berupa Naga Yang mulutnya penuh dengan gigi -gigi tajam yang panjang. Diabadikan gambarnya di Pintu Masjid Agung Demak dan juga diabadikan di pintu Masjid Agung Alun-alun Purwodadi.
Makam beliau berada dibelakang Masjid Ki Ageng Selo, disebelah tempat tinggal jurukunci. Setiap malam jumat banyak dikunjungi oleh masyarakat ramai, sekitar maupun dari luar kota.
Silsilah Ki Ageng Selo
Silsilah Beliau dimulai dari Prabu Brawijaya yang beristri putri Wandan kuning (Babad tanah jawi,Meinama,1905, Al Thoff,1941). Dari perkawinan mereka dikaruniai  putra bernama Bondan Kejawan , dari beliau lahir putra Ki Getas Pandawa. Ki Getas Pandawa berputra Ki Ageng Selo. Ki Ageng Selo Berputra Ki Ageng Henis ( Makamnya terletak di Masjid tertua di Solo , yaitu Masjid Laweyan Solo).  Ki Ageng Henis berputra Ki Ageng Pemanahan penguasa pertama Mataram.
1294816423676681804

Makam Kyai Ageng Henis Laweyan Solo (koleksi pribadi)

 Warisan Ki Ageng Selo

Nama asli Ki Ageng Ngabdurahman Selo Atau Ki Ageng Selo adalah Bagus Sogom. Dikisahkan ketika Ki Ageng Selo menggelar pertunjukan wayang dengan dalang bernama Ki Bicak. Ki Ageng jatuh hati pada istri Ki Bicak Yang Cantik. Untuk mendapatkan Nyi Bicak maka , Ki Bicak dibunuh oleh Ki Ageng . Tapi entah kenapa Ki Ageng akhirnya lebih memilih Bende Ki Bicak (sejenis gong kecil), daripada menikahi Nyi Bicak. Bende Ki Bicak kemudian menjadi warisan turun menurun keluarga Mataram .
Roh Ki Bicak konon dipercaya menyatu dalam bende tadi. Kegunaan “Bende”  untuk meramal kemenangan dalam peperangan. Bila Bende Ki Bicak dibunyikan berbunyi nyaring pertanda bahwa Mataram akan menang dalam peperangan , begitu sebaliknya.
Warisan lainnya , berbentuk macapat sejenis syair macapat yang berjudul “Pepali Ki Ageng Selo”, yang berisi ajaran ajaran moral menuju keselamatan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 28 July 2014 23:45

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 28 July 2014 22:40

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 28 July 2014 21:13

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: