Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Muhammad Nur,se

Just want to keep working until the end of life, like reading, writing, playing the selengkapnya

Suriname Negeri Indonesia di Benua Amerika

OPINI | 28 April 2011 | 13:41 Dibaca: 20371   Komentar: 17   1

SURINAME SEBELUMNYA BERNAMA GUYANA BELANDA KARENA SURINAME ADALAH BEKAS NEGARA JAJAHAN BELANDA, KARENA INDONESIA JUGA PERNAH DIJAJAH BELANDA  BELANDALAH YANG MEMBAWA ORANG INDONESIA KE SURINAME, SEMACAM KOLONISASI  TENAGA KERJA UNTUK MEMBUKA TANAH PERTANIAN DI DAERAH YANG BARU UNTUK KEPENTINGAN PEMERINTAH HINDIA BELANDA DAN AKHIRNYA HINGGA SAAT INI TETAP  BERMUKIM DISANA SEBAGAI WARGA NEGARA SURINAME.

SURINAME  sebagaimana diketahui adalah sebuah Negara Republik yang berbatasan dengan Guyana Perancis di Timur dan Guyana di Barat, di selatan Suriname berbatasan dengan Brasil dan diselatannya terdapat Samudra Atlantik, tentu di Benua Amerika tepatnya Amerika Selatan.

IDENTIFIKASI NEGARA SURINAME

SURINAME dengan Ibukotanya Paramaribo, memproklamasikan kemerdekaannya dari Belanda  pada tangga 25 Nopember  1975,  36 Tahun yang lalu, dengan jumlah Penduduk berdasarkan sensus Penduduk 2004 berjumlah 487.024 dengan kepadatan penduduk 3 orang/km2 yang mendiami Negara Republik Suriname seluas 160.273 Km2, yang terbagi dalam 10 Districk, Negara Republik Suriname dipimpin oleh seorang Presisden.

Dari sumber Wikipedia diketahui bahwa sebagian besar atau 80 %  daratan di Suriname masih berupa hutan belukar dan belum terjamah oleh tangan-tangan manusia, hutan ini dihuni oleh berbagai macam Satwa liar, dan Negara ini kaya akan ragam Flora dan Faunanya. Dan Daratan di Negara ini terbagi dalam tiga bagian yaitu : Daerah Pesisir Pantai, Daerah Savana dan daratan tinggi.

NEGERI ORANG INDONESIA

Sebagaimana telah diketahui sebelumnya bhwa Orang Indonesia ( Suku Jawa ) sudah bermukim di Suriname sejak tahun 1880 sekian atau pada abad ke-18 keberadaan Orang Indonesia di Benua yang ditemukan Colombus ini karena dibawah oleh Kolonial Belanda yang menjajah di Negeri kita pada Zaman dahulu kala, untuk dipekerjakan sebagai pekerja kontrak pada perkebunan Gula dan pengolahan kayu yang dibuka oleh Belanda.

Dari beberapa literatur yang saya baca Belanda telah menempuh berbagai cara untuk mendapatkan tenaga kerja dari Indonesia, diajak dengan bujukan, paksaan bahkan banyak diantara mereka yang diculik agar dapat di bawah dan diangkut dengan kapal menuju Suriname. Ribuan Tenaga kerja yang direkrut oleh Belanda bukanlah melulu dari etnis Jawa, berbagai macam suku etnis Di Indonesia juga ikut direkrut, namun pada akhirnya mereka akhirnya berbaur jadi satu dengan menggunakan bahasa Jawa.

Di Suriname Orang Indonesia tersebar dibeberapa tempat dan kampung yang gampang dikenali karena Kampung mereka masih menggunakan nama-nama dalam bahasa Indonesia seperti Desa Tamansari, Desa Tamanrejo dan semacam itu. Untuk mengingat akan Tanah airnya Indonesia selain dengan menggunakan nama Pemukiman mereka dengan Bahasa Indonesia, bahasa yang digunakanpun adalah Bahasa Jawa.

Pada Tahun 1990 sekitar 34,2% Penduduk Suriname atau 143.640 Orang keturunan  asal  Indonesia ( etnis jawa ) dan merupakan salah satu etnis terbesar di Suriname saat itu. Namun seiring dengan perkembangan jaman banyak diantara mereka yang pindah mengikuti keluarga dan bermukim di Belanda. Anehnya walau mereka pada umumnya belum pernah melihat Indonesia, mereka sangat fasih dalam berbahasa Jawa yang digunakan sehar-hari dalam pergaulan antara sesama etnis Jawa. Bukan di Suraname saja bahasa Jawa digunakan oleh masyarakat yang berasal dari Indonesia tapi juga di Belanda. Bahkan dari sebuah catatan menyebutkan kurang lebih 65 ribu orang Warga Negara Suriname etnis Jawa dan 30 puluh ribu orang Warga Negara Belanda etnis Jawa menggunakan Bahasa Jawa  dalam bersosialisasi dengan sesama mereka dalam pergaulan sosial ditengah-tengah masyarakatnya.

Mungkin ada beberapa dialek yang kurang pas kedengarannya di telinga kita, itu disebabkan oleh pengaruh bahasa Belanda dan Bahasa Tongo, namun hanya pada dialek saja yang nampak lucu namun akan dapat dimengerti dengan baik oleh Orang Indonesia bila mendengarnya. Fonologi bahasa Jawa Suriname menggunaan dialek Kedu yang menjadi bahasa induk Warga Negara Suriname asal Indonesia yang tentunya tak jauh berbeda dengan Bahasa Jawa yang baku.

SURINAME INDONESIA DI BENUA AMERIKA.

Ketua Parlemen Suriname Paul Slamet Somoharjo akrab disapa sebagai Soemoharjo yang terpilih menjadi Ketua parlemen sejak 30 Juni  2005 sampai saat ini  , lahir di Ibukota Suriname Paramaribo 68 tahun yang lalu tepatnya 2 Mei 1943, beliau ini adalah Warga Negara Suriname keturunan Etnis Jawa, bayangkan nama Partainyapun menggunakan bahasa Indonesia yaitu Partai Pertjaja Luhur yang beranggotakan Warga Negara Suriname Asal Indonesia. Ada beberapa pejabat Pemerintahan, dan Tentara, serta pejabat lainnya yang juga berasal dari etnis Jawa.

Yang membuat kita tercengang pada umumnya mereka Warga Negara Suriname asal Indonesia menggunakan nama-nama Indonesia. Disamping menggunakan Nama Indonesia, Kampung Indonesia, Partai dengan Nama Indonesia, sampai kapanpun mereka akan mengatakan mereka orang Jawa ( Indonesia ) yang tinggal di Benua Amerika. Tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti Presiden Suraname adalah Warga Negara Suriname dari Etnis Jawa ( Indonesia )**

Dari berbagai sumber**

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 10 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 10 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 11 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Donor Darah di Perancis …

Bayu Teguh | 8 jam lalu

Magnus Carlsen Tetap Juara Dunia 2014! …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 9 jam lalu

Mitos-mitos Seputar Kenaikan Harga BBM …

Axtea 99 | 9 jam lalu

Menggali Potensi Diri dengan Travelling …

Detha Arya Tifada | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: