Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Missberry25

lahir di Indonesia, tinggal & bekerja di luar negeri

Peninggalan Perang Dunia kedua di Perancis

REP | 02 June 2011 | 17:31 Dibaca: 241   Komentar: 0   0

13070350291036824425

Oradour sur Glane, sebuah nama yang indah, yang berarti Oradour di tepi sungai Glane. Sayangnya pada tahun 1944 desa ini seluruhnya dihancurkan oleh tentara Nazi. Desa ini cukup penting dalam segi ekonomi bagi  penduduk sekitar, dengan melihat sisa reruntuhan, sudah dapat kita bayangkan ramainya desa kecil ini. Dilewati oleh tram antar kota, ada berbagai-bagai kegiatan ekonomi disana, mulai dari restaurant & hotel,apotik, dokter umum, pandai besi, pembuat sepatu, beberapa toko boulangerie alias toko roti, beberapa boucher alias toko  menjual daging. Besar kecilnya sebuah desa diukur dari jumlah banyaknya toko roti, makin banyak boulangerie berarti makin ramai penduduknya. Karena di Perancis, roti adalah kebutuhan makan sehari-hari seperti nasi di Indonesia.

Memasuki wilayah desa hantu ini, perasaan terharu mendominasi, dimana-mana tertulis “SILENCE, di tempat ini terjadi pembantaian, mohon mengheningkan cipta” Kami melihat sebuah sumur tua dan membayangkan entah berapa orang yg dibuang didalamnya dan ditembak hidup-hidup. Mobil pak dokterpun masih parkir di depan rumah sang pasien. Semua reruntuhan rumah serta isinya dan mobil-mobil dibiarkan begitu saja sedemikian rupa, sehingga kita masih bisa merasakan kejadian 67 tahun yang silam.

1307035156346075175

Sebelum memasuki wilayah desa tua (sedangkan desa baru dibangun tidak jauh dari reruntuhan ini) kita dapat mengunjungi   museum serta melihat film tentang sejarah desa ini, dimana  kita mempelajari mengapa sampai hatinya 200 prajurit Nazi menghabiskan nyawa sekitar 600 penduduk di sana. Rupanya para prajurit hanya menerima komando dari atasan mereka, yang sayangnya, salah paham dengan informasi dari Jerman. Sebenarnya yang menjadi target pembantaian adalah Oradour sur Vayres bukan Oradour sur Glane. Tapi nasib berkata lain, para prajurit memasuki desa yang tenang ini, membuat pagar berupa kain putih disekeliling desa. Para penduduk dikumpulkan di alun-alun  dengan alasan untuk kontrol identitas, padahal mereka sedang dipersiapkan untuk dibantai, karena Nazi ingin membalas dendam, begitu  menyadari bahwa perang akan segera berakhir dengan  masuknya tentara sekutu Amerika ke wilayah Perancis.

Sore itu, tanggal 10 Juni 1944,  di alun alun desa, para penduduk  dibagi menjadi dua,  sebelah kiri pria, dan kanan wanita serta anak-anak. Para pria dibagi lagi menjadi beberapa group dan digiring masuk ke beberapa bengkel mobil yang tersebar di seluruh penjuru desa, sedangkan wanita dan anak-anak sekitar 200 orang dibawa ke gereja. Jam 16.00 waktu setempat, para penduduk tidak berdosa itu dibantai dengan senapan lalu dibakar, bahkan para wanita dan anak-anak di gereja. Hanya ada enam  orang yang selamat dari pembantaian ini. Di akhir kunjungan kami hanya merenung, akan kekejaman perang dunia kedua dan merenung, alangkah indahnya dunia ini jika perang dihapuskan dari muka bumi ini. Oradour sur Glane mengingatkan kita akan hal itu, sesuai dengan mottonya yang berarti “Ingatlah akan Oradour sur Glane” ORADOUR SUR GLANE, SOUVIENS TOI.

13070356032119941902

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bila Gagal Lulus UN …

Sayidah Rohmah | | 16 April 2014 | 10:34

Menebar Rimpang Jahe Menuai Rupiah Sebuah …

Singgih Swasono | | 16 April 2014 | 09:28

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 6 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 7 jam lalu

ILC dan Rakyat yang Mata Duitan …

Jonny Hutahaean | 8 jam lalu

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: