Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Primus74

Seorang pemulung ilmu yang tinggal di SWIS (Sekitar Wilayah Sudiang),Makassar. Penggemar Sepakbola, blogger, peneliti, aktivis selengkapnya

Benarkah Napoleon Bonaparte Keturunan Makassar?

REP | 05 June 2011 | 10:02 Dibaca: 2118   Komentar: 16   1

1307268435371111033

Napoleon Bonaparte (Foto: http://detikmakassar.lokal.detik.com)

Saya tertegun ketika SM Noor menjelaskan tentang ekses dari Perang Makassar tahun 1669 pada acara bedah novelnya “Prahara Benteng Somba Opu” di Gramedia 30 Mei 2011 lalu. Salah satunya adalah banyaknya pelarian para bangsawan Makassar, termasuk dari wilayah etnik Bugis yang menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa.

Menurut SM Noor, hanya ke Pulau Jawa yang diikuti sejarah sementara pelarian bangsawan Makassar ke Malaysia dan Asia Tenggara lainnya tidak diikuti sejarah. Salah satunya yang tidak diikuti sejarah adalah jejak Napoleon Bonaparte yang baru belakangan terungkap ternyata anak keturunan bangsawan dari Kerajaan Gowa.

Menurut beberapa media yang saya baca, Napoleon Bonaparte berasal dari keturunan I Yandulu Daeng Mangalle yang melarikan diri ke Siam (Thailand) setelah Kerajaan Gowa ditundukkan Belanda atas politik pecah belah bersama Kerajaan Bone. Dua putra Daeng Mangalle yakni Daeng Tulolo dan Daeng Ruru kemudian dibawa oleh Kapten Tentara Perancis ke Perancis atas izin dari Raja Narai. Kemudian kedua putra keturunan Gowa tersebut disekolahkan di Akademi Militer Prancis.

Daeng Ruru dan Daeng Tulolo kemudian dibaptis oleh uskup kota Le Mans pada tanggal 7 Maret 1687. Sedang  Raja Louis sebagai ayah baptis. Daeng Ruru berganti nama menjadi Louis Pierre de Macassart, sementara Daeng Tulolo menjadi Louis Dauphin. Dari kedua keturunan Gowa itulah Napoleon berasal. Karena itu, ciri fisik  Napoleon mirip dengan ciri orang Melayu yakni postur tubuh lebih kecil dibanding orang Eropa pada umumnya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Bajaj” Kini Tak Hanya Bajaj, …

Hazmi Srondol | | 19 September 2014 | 20:47

Ekonomi Kemaritiman Jokowi-JK, Peluang bagi …

Munir A.s | | 19 September 2014 | 20:48

Bedah Buku “38 Wanita Indonesia Bisa“ di …

Gaganawati | | 19 September 2014 | 20:22

Kiat Manjakan Istri agar Bangga pada …

Mas Ukik | | 19 September 2014 | 20:36

Rekomendasikan Nominasi “Kompasiana …

Kompasiana | | 10 September 2014 | 07:02


TRENDING ARTICLES

Tidak Rasional Mengakui Jokowi-Jk Menang …

Muhibbuddin Abdulmu... | 9 jam lalu

Malaysian Airlines Berang dan Ancam Tuntut …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Awal Manis Piala AFF 2014: Timnas Gasak …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu

Jangan Bikin Stress Suami, Apalagi Suami …

Ifani | 14 jam lalu

Ahok, Sang Problem Solving …

Win Winarto | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Noise Penyebab Miskom Dalam Organisasi …

Pical Gadi | 8 jam lalu

Rindu untuk Negeri Intimung …

Riza Roiyantri | 8 jam lalu

Hanya di Indonesia: 100 x USD 1 Tidak Sama …

Mas Wahyu | 8 jam lalu

Akankah, Fatin Go Kompasianival? …

Umar Zidans | 8 jam lalu

Menteri yang Diharapkan Bisa Profesional …

Yulies Anistyowatie | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: