Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Joko Santoso

Belajar dan terus belajar untuk menjadi benar, adil, bijaksana, dan bermartabat.

Perbedaan Sriwijaya,Majapahid dengan Indonesia

OPINI | 09 July 2011 | 15:17 Dibaca: 1346   Komentar: 0   0

Kerajaan Sriwijaya

Konon dalam pendidikan sejarah yang pernah saya terima diera tahun tujuh puluhan, mengenalkan pada anak didik, bahwa dulu di wilayah nusantara ini pernah ada negara Nusantara I.  yang dikenal dengan Kerajaan Sriwijaya.  sebuah negara yang besar dan mampu menjalin hubungan dengan berbagai negara dibelahan dunia ini. Negara yang terkenal dengan negara maritim. Karena sebagian banyak rakyatnya bermatapencaharian dari laut. Namun kenyataanya kerajaan Sriwijaya tidak mampu bertahan lama, Apa sebabnya !  ( perebutan kekuasaan, ketidak mampuan memanagement terhadap rakyat dan wilayah, egois, dan materialis individualis ). Sekarang tinggal menjadi sejarah riwayatmu dulu.

Majapahit.

Kerajaan Majapahit. terkenal dengan Nusantara II. Sumpah Palapa sebagai  GBHN-nya, yang di sampaikan ketika pengukuan memperoleh gelar Mahapatih. sehingga dengan pengendali sang Mahapatih (barangkali kalau sekarang dapat disejajarkan dengan Perdana menteri ) negara menjadi besar dan kemajuan dapat dirasakan dan persatuan dapat diwujudkan. Program pertanian menjadi andalan bagi rakyatnya, sehingga terkenal dengan negara agraris. Namun apa yang terjadi kemudian; juga karena perebutan kekuasaan, egois, materialis menjadikan negara yang besar sekarang tinggal menjadi kenangan.

Kekuasaan dengan Teorinya Ken Arok.

Dalam ilmu negara, ada sebuah teori, yang sampai sekarang masih sering dikemukakan  untuk menyamakan terhadap para penguasa; yaitu teori Machiavelli yang prinsifnya apapun boleh dilakukan yang penting bisa didapat  (menghalalkan segala cara) tidak peduli melanggar hukum,tidak peduli melanggar norma agama, tidak peduli melanggar norma kesopananan, tidak peduli menlanggar norma kesusilaan, tidak peduli menyengsarakan orang lain, tidak peduli merugikan rakyat, tidak peduli dan tidak peduli… yang penting dirinya puas. Bagaimana Ken Arok dalam menginginkan kekuasaan; Ken Arok  mempunyai teori Lempar batu sembunyi tangan. Dengan kecerdasan yang dimiliki, mampu menyusun strategi dan taktik yang luar biasa dapat memperoleh jabatan tertinggi dalam sebuah negara  ( Kerajaan).  Siapa yang kena lemparan batu dari Ken Arok; antara laian: Empu Gandring, Tunggul Ametung, Kebu Ijo.

Indonesia

Negara Indonesia, negara yang disusun, dibangun, dari sebuah perjuangan yang panjang, oleh para  pahlawan-pahlawan bangsa, dengan penuh pengorbananAkankan juga tidak jauh berbeda dengan negara yang pernah ada di wilayah Nusantara ini ! (Sriwijaya, Majapahit ) yang akan hancur dan bercerai berai , kalau ini terjadi siapa yang rugi dan akan menderita. Coba mari renungkan dan dihayati, dengan gejala gejala yang sekarang ini terjadi. Indonesia baru berusia 61 tahun, barangkali kita yang hidup dan mengelola negara ini baru generasi kedua. Banyak fakta yang kita jadikan rujukan, mengapa Inggris, Jepang, yang sudah ribuan tahun tetap solid. Indonesia yang baru 61 tahun sudah  oleng.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | | 25 October 2014 | 14:51

Kompasiana Nangkring Special di Balikpapan …

Bambang Herlandi | | 25 October 2014 | 13:44

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 17 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 17 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 18 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 21 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Ngomong:”Mulutmu …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

MEA 2015; Bahaya Besar bagi Indonesia …

Choerunnisa Rumaria | 8 jam lalu

Bersenang-Senang dengan Buku …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

Kematian Pengidap HIV/AIDS di Kota Depok …

Syaiful W. Harahap | 9 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: