Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Joko Santoso

Belajar dan terus belajar untuk menjadi benar, adil, bijaksana, dan bermartabat.

Perbedaan Sriwijaya,Majapahid dengan Indonesia

OPINI | 09 July 2011 | 15:17 Dibaca: 1325   Komentar: 0   0

Kerajaan Sriwijaya

Konon dalam pendidikan sejarah yang pernah saya terima diera tahun tujuh puluhan, mengenalkan pada anak didik, bahwa dulu di wilayah nusantara ini pernah ada negara Nusantara I.  yang dikenal dengan Kerajaan Sriwijaya.  sebuah negara yang besar dan mampu menjalin hubungan dengan berbagai negara dibelahan dunia ini. Negara yang terkenal dengan negara maritim. Karena sebagian banyak rakyatnya bermatapencaharian dari laut. Namun kenyataanya kerajaan Sriwijaya tidak mampu bertahan lama, Apa sebabnya !  ( perebutan kekuasaan, ketidak mampuan memanagement terhadap rakyat dan wilayah, egois, dan materialis individualis ). Sekarang tinggal menjadi sejarah riwayatmu dulu.

Majapahit.

Kerajaan Majapahit. terkenal dengan Nusantara II. Sumpah Palapa sebagai  GBHN-nya, yang di sampaikan ketika pengukuan memperoleh gelar Mahapatih. sehingga dengan pengendali sang Mahapatih (barangkali kalau sekarang dapat disejajarkan dengan Perdana menteri ) negara menjadi besar dan kemajuan dapat dirasakan dan persatuan dapat diwujudkan. Program pertanian menjadi andalan bagi rakyatnya, sehingga terkenal dengan negara agraris. Namun apa yang terjadi kemudian; juga karena perebutan kekuasaan, egois, materialis menjadikan negara yang besar sekarang tinggal menjadi kenangan.

Kekuasaan dengan Teorinya Ken Arok.

Dalam ilmu negara, ada sebuah teori, yang sampai sekarang masih sering dikemukakan  untuk menyamakan terhadap para penguasa; yaitu teori Machiavelli yang prinsifnya apapun boleh dilakukan yang penting bisa didapat  (menghalalkan segala cara) tidak peduli melanggar hukum,tidak peduli melanggar norma agama, tidak peduli melanggar norma kesopananan, tidak peduli menlanggar norma kesusilaan, tidak peduli menyengsarakan orang lain, tidak peduli merugikan rakyat, tidak peduli dan tidak peduli… yang penting dirinya puas. Bagaimana Ken Arok dalam menginginkan kekuasaan; Ken Arok  mempunyai teori Lempar batu sembunyi tangan. Dengan kecerdasan yang dimiliki, mampu menyusun strategi dan taktik yang luar biasa dapat memperoleh jabatan tertinggi dalam sebuah negara  ( Kerajaan).  Siapa yang kena lemparan batu dari Ken Arok; antara laian: Empu Gandring, Tunggul Ametung, Kebu Ijo.

Indonesia

Negara Indonesia, negara yang disusun, dibangun, dari sebuah perjuangan yang panjang, oleh para  pahlawan-pahlawan bangsa, dengan penuh pengorbananAkankan juga tidak jauh berbeda dengan negara yang pernah ada di wilayah Nusantara ini ! (Sriwijaya, Majapahit ) yang akan hancur dan bercerai berai , kalau ini terjadi siapa yang rugi dan akan menderita. Coba mari renungkan dan dihayati, dengan gejala gejala yang sekarang ini terjadi. Indonesia baru berusia 61 tahun, barangkali kita yang hidup dan mengelola negara ini baru generasi kedua. Banyak fakta yang kita jadikan rujukan, mengapa Inggris, Jepang, yang sudah ribuan tahun tetap solid. Indonesia yang baru 61 tahun sudah  oleng.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Susahnya Mencari Sehat …

M.dahlan Abubakar | | 30 August 2014 | 16:43

Penghematan Subsidi dengan Penyesuaian …

Eldo M. | | 30 August 2014 | 18:30

Negatif-Positif Perekrutan CPNS Satu Pintu …

Cucum Suminar | | 30 August 2014 | 17:13

Rakyat Bayar Pemerintah untuk Sejahterakan …

Ashwin Pulungan | | 30 August 2014 | 15:24

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22



HIGHLIGHT

Mengenang Penyair Rendra di Taman Ismail …

Trie Yas | 8 jam lalu

Menyapa Ijen, si Eksotis dari Timur Jawa …

Hari Akbar Muharam ... | 9 jam lalu

Air Sehat Untuk Semua …

Asep Dudinov Ar | 9 jam lalu

Peluang dan Tantangan Kebijakan SBY dalam …

Adi Rio Arianto | 9 jam lalu

Mengenang Skandal Spingate di Richmond 2013 …

Bertho Mulwiennoer | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: