Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Aa Rifki Rahim

diam bukan brarti kalah atau bisu

Dinasti Fatimiyah

REP | 26 December 2011 | 18:03 Dibaca: 23   Komentar: 0   0

B. Kondisi Politik dan Pemerintahan

Fathimiyyah adalah Dinasti syi’ah yang dipimpin oleh 14 Khalifah atau imam di Afrika dan Mesir tahun 909–1171 M, selama lebih kurang 262 tahun. Para kahlifah tersebut adalah :

1. ‘Ubaidillah al Mahdi

2. Al–Qa’im (924-946 M)

3. Al–Manshur (946-953 M)

4. Al–Mu’izz (953-975 M)

5. Al–‘Aziz (975-996 M)

6. Al–Hakim (996-1021 M)

7. Azh–Zhahir (1021-1036 M)

8. Al–Musthansir (1036-1094 M)

9. Al Musta’li (1094-1101 M) (909-924 M)

10. Al–Amir (1101-1131 M)

11. Al–Hafizh (1131-1149 M)

12. Azh–Zhafir (1149-1154 M)

13. Al–Faiz (1154-1160 M)

14. Al–‘Adhid (1160–1171 M)

Namun sejak tahun 1131 M, merupakan masa peralihan pemerintahan dari “Khalifah” ke “wali”. Hal ini terjadi ketika Dinasti Fatimiyah diperintah oleh al–Hafizh (sebagai wali bukan sebagai Khalifah).

Pada tahun 1094 M, setelah al-Muntasir wafat, terjadi perpecahan dalam gerakan ma’iliyah, yaitu kelompok Nizar yang sangat ekstrim dan Musta’ali yang lebih moderat. Dia mempertahankan kekhalifahan, namun basis kespiritualan lebih banyak melemah.

Berdirinya Dinasti ini bermula menjelang abad ke-X, ketika kekuasaan Bani Abbasiyah di Baghdad mulai melemah dan wilayah kekuasaannya yang luas tidak terkordinir lagi. Kondisi seperti inilah yang telah membuka peluang bagi munculnya Dinasti-Dinasti kecil di daerah-daerah, terutama di daerah yang Gubernur dan sultannya memiliki tentara sendiri. Kondisi ini telah menyulut pemberontakan-pemberontakan dari kelompok-kelompok yang selama ini merasa tertindas serta memberi kesempatan bagi kelompok Syi’ah, Khawarij, dan kaum Mawali untuk melakukan kegiatan politik.

Dinasti Fathimiyah bukan hanya sebuah wilayah gubernuran yang independen, melainkan juga merupakan sebuah rezim revolusioner yang mengklaim otoritas universal. Mereka mendeklarasikan adanya konsep imamah yakni para pemimpin dari keturunan Ali yang mengharuskan sebuah redefinisi mengenai pergantian sejarah Imam atau mengenai siklus eskatologis sejarah.

Dinasti Fathimiyah berkuasa mulai (909–1173 M) atau kurang lebih 3 abad lamanya. Dinasti ini mengaku keturunan Nabi Muhammad melalui jalur Fatimah az-Zahro. Kelompok Syi’ah berpendapat bahwa Ismail bin Ja’far as-Sadiq yang wafat (765 M), bukannya Musa saudaranya Ismail, yang berperan sebagai imam ketujuh menggantikan ayah mereka (imam Ja’far). Berdasarkan kepemimpinan Ismail inilah sebuah gerakan politik keagamaan Ad da’wah Fatimiyah diorganisir. Gerakan ini berhasil merealisir pertama kali pembentukan pemerintahan Syi’i yang eksklusif. Sedangkan kebanyakan kaum sunni yang mengatakan bahwa Dinasti Fatimiyah keturunan dari Ubaidillah al- Mahdi, disebut Dinasti Ubaydiun (Khalifah I Dinasti Fatimiyah) dan berasal dari Yahudi.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Seni Ukir dan Pahat dari Bonggol Kayu Jati …

Mas Ukik | | 02 March 2015 | 07:53

Dari Rp 6.600 Jadi Rp 7.260, Bulog Naikkan …

Isson Khairul | | 02 March 2015 | 11:03

Kompasiana Drive&Ride: ”Be Youthful, …

Kompasiana | | 26 February 2015 | 22:29

Menulis Tanpa Macet? Membacalah! …

Indria Salim | | 02 March 2015 | 03:55

2015: Laisuka …

Gatot Tri | | 01 March 2015 | 19:17


TRENDING ARTICLES

Amin Rais “Jegal” Hatta Rajasa, …

Gunawan | 3 jam lalu

Ahok (Memilih) Melawan Sendirian Lawan …

Paklek Nasrurhanif | 5 jam lalu

Syahrini Saksi Kunci Hubungan Feriyani Lim …

Edi Abdullah | 5 jam lalu

Dulu TNI, Kini Kontras Serang Jokowi Soal …

Ninoy N Karundeng | 14 jam lalu

Sejuta “Ahok” Lagi Akan Lahir …

Tjiptadinata Effend... | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: