Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Hakiem Syukrie

periset pada Bayt Al-Qur'an & Museum Istiqlal.

Masjid Buntet Cirebon Abad keXVIII

REP | 03 January 2012 | 06:18 Dibaca: 737   Komentar: 0   0

Bagi kalangan santri, Pesantren Buntet terkenal sebagai salah satu pesantren  tua tidak hanya di Cirebon tetapi juga di Jawa. Banyak ulama nasional yang lahir dari pesantren ini. Selain itu, pesantren ini juga mengembangkan dua ajaran tariqoh yakni Tijaniyah dan Naqsabandiyah. Namun sedikit sekali yang mengetahui bahwa di Buntet terdapat Masjid tua yang bangunannya mirip dengan Masjid Kanoman yang ada di sebelah barat Alun-alon Kraton Kanoman Cirebon.

Pesantren Buntet berada disebelah timur kota Cirebon, sekitar 8 KM. dari arah Barat letaknya tidak jauh dari pintu Tol Kanci.

Pondok Buntet Pesantren didirikan sekitar tahun 1758 M oleh Mbah Muqoyyim. Beliau termasuk keluarga kesultanan Cirebon akan tetapi beliau tidak bertempat tinggal di keraton karena kegigihannya tidak mau bekerjasama dengan pemerintah Belanda. Pada awalnya Pondok Buntet Pesantren berlokasi di dekat dawuhan Sela kira-kira satu kilo meter di sebelah barat lokasi yang ada sekarang, yaitu tepatnya di Blok Sida Bagus Dusun II Desa Buntet. Kondisi fisik bangunan pondok pada awalnya sangat sederhana yang berupa panggung bilik bambu beratapkan ilalang berukuran kira-kira 8×12 m.

Setelah perlawanan Mbah Muqoyyim dikatahui oleh pemerintah kolonial Belanda, kemudian lokasi tersebut dibakar oleh Belanda. Mbah Muqoyyim berhasil menyelamatkan diri dan terus menyebarkan dan mengembangkan Islam. Beliau memindahkan Pondok Buntet Pesantren ke lokasi seperti sekarang ini, di samping itu beliau mengembangkan dakwah dengan berpindah-pindah lokasi di antaranya petilasan atau bekas-bekas jejak beliau ada di desa Tuk (Karang Sembung), Pesawahan (Lemah Abang), Desa Beji Pemalang di Jawa Tengah dan daerah lainnya. Setelah mbah Muqoyyim wafat pesantren Buntet dipangku oleh menantu cucu beliau yang juga murid beliau yaitu KH. Muta’ad (1785-1842 M), putra kesultanan Cirebon yang pernah menjadi penghulu karisedenan Cirebon.

Berdasarkan sejarah berdirinya Pesantren Buntet (1758 M), maka masjid Buntet juga dibanguan pada waktu yang sama yaitu akhir Abad ke-18 M. bentuk bangunan Masjid Buntet mirip dengan Masjid Kanoman. Lantai agak tinggi dari permukaan tanah. bagian ruang utama tetap dipertahankan sebagaimana aslinya. Tiang-tiang utamanya juga masih belum berubah. Sebuah mimbar sederhana berada di bagian sisi kiri mihrab. Pada bagian atas pengimaman (mihrab) motifnya mirip dengan yang ada di Masjid Kanoman Cirebon. [Hakiem Syukrie]

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Karnaval Kota yang Paling Ditunggu …

Ikrom Zain | | 30 August 2014 | 14:46

Dua Puncak Lawu yang Terlupakan …

Munib Muhamad | | 30 August 2014 | 16:19

Madrid yang Tak Belajar dari Pengalaman …

Garin Prilaksmana | | 30 August 2014 | 16:19

Makna Perjalanan Adalah Menambah Sahabat …

Ita Dk | | 30 August 2014 | 13:06

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Florence Penghina Jogja Akhirnya Ditahan …

Ifani | 3 jam lalu

Ternyata Inilah Sebabnya Pendeta Paling …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Kesaksian Relawan Kerusuhan Mei …

Edo Panjaitan | 12 jam lalu

Masalah Sepele Tidak Sampai 2 Menit, Jogja …

Rudy Rdian | 13 jam lalu

Jogja Miskin, Bodoh, Tolol dan Tak …

Erda Rindrasih | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

“Florence, Anda Ditahan untuk 20 Hari …

Farida Chandra | 8 jam lalu

Deddy Corbuzier Bikin Soimah Walkout di IMB …

Samandayu | 8 jam lalu

Semua Gara-gara Air Asia …

Rinaldi | 8 jam lalu

Negeri Berutang …

Yufrizal | 8 jam lalu

Dua Wajah Manusia dalam Antologi Cerpen dan …

Alexander Aur | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: