Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Hakiem Syukrie

periset pada Bayt Al-Qur'an & Museum Istiqlal.

Masjid Buntet Cirebon Abad keXVIII

REP | 03 January 2012 | 06:18 Dibaca: 796   Komentar: 0   0

Bagi kalangan santri, Pesantren Buntet terkenal sebagai salah satu pesantren  tua tidak hanya di Cirebon tetapi juga di Jawa. Banyak ulama nasional yang lahir dari pesantren ini. Selain itu, pesantren ini juga mengembangkan dua ajaran tariqoh yakni Tijaniyah dan Naqsabandiyah. Namun sedikit sekali yang mengetahui bahwa di Buntet terdapat Masjid tua yang bangunannya mirip dengan Masjid Kanoman yang ada di sebelah barat Alun-alon Kraton Kanoman Cirebon.

Pesantren Buntet berada disebelah timur kota Cirebon, sekitar 8 KM. dari arah Barat letaknya tidak jauh dari pintu Tol Kanci.

Pondok Buntet Pesantren didirikan sekitar tahun 1758 M oleh Mbah Muqoyyim. Beliau termasuk keluarga kesultanan Cirebon akan tetapi beliau tidak bertempat tinggal di keraton karena kegigihannya tidak mau bekerjasama dengan pemerintah Belanda. Pada awalnya Pondok Buntet Pesantren berlokasi di dekat dawuhan Sela kira-kira satu kilo meter di sebelah barat lokasi yang ada sekarang, yaitu tepatnya di Blok Sida Bagus Dusun II Desa Buntet. Kondisi fisik bangunan pondok pada awalnya sangat sederhana yang berupa panggung bilik bambu beratapkan ilalang berukuran kira-kira 8×12 m.

Setelah perlawanan Mbah Muqoyyim dikatahui oleh pemerintah kolonial Belanda, kemudian lokasi tersebut dibakar oleh Belanda. Mbah Muqoyyim berhasil menyelamatkan diri dan terus menyebarkan dan mengembangkan Islam. Beliau memindahkan Pondok Buntet Pesantren ke lokasi seperti sekarang ini, di samping itu beliau mengembangkan dakwah dengan berpindah-pindah lokasi di antaranya petilasan atau bekas-bekas jejak beliau ada di desa Tuk (Karang Sembung), Pesawahan (Lemah Abang), Desa Beji Pemalang di Jawa Tengah dan daerah lainnya. Setelah mbah Muqoyyim wafat pesantren Buntet dipangku oleh menantu cucu beliau yang juga murid beliau yaitu KH. Muta’ad (1785-1842 M), putra kesultanan Cirebon yang pernah menjadi penghulu karisedenan Cirebon.

Berdasarkan sejarah berdirinya Pesantren Buntet (1758 M), maka masjid Buntet juga dibanguan pada waktu yang sama yaitu akhir Abad ke-18 M. bentuk bangunan Masjid Buntet mirip dengan Masjid Kanoman. Lantai agak tinggi dari permukaan tanah. bagian ruang utama tetap dipertahankan sebagaimana aslinya. Tiang-tiang utamanya juga masih belum berubah. Sebuah mimbar sederhana berada di bagian sisi kiri mihrab. Pada bagian atas pengimaman (mihrab) motifnya mirip dengan yang ada di Masjid Kanoman Cirebon. [Hakiem Syukrie]

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Manado Menuju Kota Cerdas Lingkungan Hidup …

Johanis Malingkas | | 27 April 2015 | 14:53

Lagi, Aktor “The Raid” Go …

Dody Kasman | | 27 April 2015 | 15:09

Mari Lestarikan Air Bersama AQUA! …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 19:03

Pemindahan Ibukota Jakarta : Belajar dari …

Hardian Relly | | 27 April 2015 | 11:00

Kompasiana dan Kompas Kampus Sambangi 5 …

Kompasiana | | 06 March 2015 | 08:32


TRENDING ARTICLES

Anggun Minta Pembatalan Eksekusi Mati, Siapa …

Lilik Agus Purwanto | 6 jam lalu

X Factor Indonesia dan Runtuhnya Sebuah …

Andi Kurniawan | 8 jam lalu

Harga Rakyat Indonesia Lebih Rendah dari …

Susy Haryawan | 11 jam lalu

Sekarang Saja, 50 Orang Mati Tiap Hari, …

Mike Reyssent | 11 jam lalu

Menimpuk Presiden dengan Mangga malah Dapat …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: