Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Fatmah Afrianty Gobel

Seorang pendidik, peneliti, pengajar dan sekaligus ibu dari tiga anak. Mahasiswa Program Pascasarjana Program Studi selengkapnya

Perbincangan tentang Sejarah Marga Gobel dan Raja Gobel

REP | 21 January 2012 | 12:59 Dibaca: 2771   Komentar: 6   1

Suatu hari, Daryatno Gobel memulai perbincangan pada Group Happy Family Gobel di Facebook tentang Silsilah Keluarga Besar Gobel yang kelak menjadi Marga Gobel yang berkembang awalnya di Gorontalo dan kini sudah menyebar ke seluruh nusantara. Daryatno Gobel menulis, “Silsilah Keluarga Besar Gobel diuraikan berdasarkan kitab Manuskrip Kuno Keturunan Asal Usul Bangsa Gorontalo yang ditulis dalam Bahasa Arab ” PAIGON ” (naskah asli) ditulis dan dictate oleh Syeh Isa dilanjutkan oleh anaknya Syeh Ahyari kemudian diteruskan oleh cucunya Imam Husain Ntoma yang lahir tahun 1903 dan wafat  tahun 1963. Berdasarkan kitab tersebut dibuatlah silsilah ke bahasa Indonesia dalam bentuk buku setebal 91 halaman oleh H. Mahmud Ntoma dan Idris Ntoma anak dari Imam Husain. Untuk Keluarga Gobel yang mau tahu silsilah carilah buku itu”.

Yan Van Gobel: Saya pingin sekali dapat buku silsilah Gobel, sebab ini adalah sejarah…..agar kita tidak kehilangan jejak…..

Wawan Bin Abraham: Mungkin Bang Yatno punya buku itu ?

Julio van Gobel: dapat dimana buku’a?

Daryatno Gobel: Yang punya saya hanya sampai diturunan Kadhi H. Monayo-Mauda Gobel Bin Kunai Binti Telebilo Bin Mayor Ango

Yati Gobel:  Mungkin bisa di telusuri sama Pak Ishak Ntoma (salah satu eselon 2 di Provinsi Gorontalo) … karena dengar-dengar bapaknya punya silsilah tersebut. Pak Ishak Ntoma ini neneknya bermarga Gobel dan Saudara dengan nenek saya.

Misna Van Gobel:  Alhamdulillah….makasih tas infonya…

Daryatno Gobel: Thank ibu Yati kalau ada sama pak Ishak, kasi kabar ya

Ronny van Gobel:  Daryanto, Gobel saya turunan dari Marsaoleh Biayabah. Marsaoleh Biayabah panggilan hari-harinya Te Tuwodu…

Tommy Eisenring:  Ronny van Gobel, Coba cari tahu garis keturunan dari salah seorang Raja BOLANGO (Raja GOBEL) yang menurunkan kakek dari Ronny (yaitu Marsaoleh Biayabah) supaya bisa di-connect dengan silsilah induk.

Ronny van Gobel:  Kak Tomy, iya nanti saya akan cari tahu ke Sepupu saya yang di Limboto karena saya hanya dengar dari cerita-cerita sepupu saya bahwa Gobelnya saya adalah dari keturunan Marsaoleh BIAYABAH…dan Makam dari BIAYABAH itu saya dengar berdekatan dengan Makam Raja HUBULO di Tapa..gitu Mas  Tommy…

Tommy Eisenring:  Pertanyaan Ronny van Gobel, (Mas Tommy : kenapa di Pulau Lembeh (Bitung ) tidak ada sejarahnya…atau bekas-bekas peninggalan Raja Gobel..??) jawabannya: Waktu Kerajaan Bolango I didirikan oleh Raja WINTU-WINTU (salah seorang Pangeran Kesultanan TERNATE), dan raja-raja sesudahnya mereka belum menggunakan marga GOBEl, karena Marga Gobel itu baru dimulai oleh Keturunan RAJA BOLANGO IX (RAJA GOBEL-I) yang waktu itu memerintah bukan lagi di Pulau LEMBEH tapi di suatu daerah di Utara Gorontalo (saya tidak ingat nama daearahnya). Ingat keunikan Kerajaan BOLANGO yang berpindah-pindah beberapa kali mulai dari Pulau LEMBEH sampai berakhir di MOLIBAGU (tentu saja melalui TAPA). Saya kira kita bersama perlu mencari situs-situs peninggalan kakek buyut kita Raja WINTU-WINTU di Pulau Lembeh. Kalau perlu kita telusuri sampai ke Kesultanan TERNATE. Demikian Bung Ronny.

Tommy Eisenring:  Bung Ronny van Gobel, wajar saja kalau kakeknya Bung Ronny itu makamnya berdekatan dengan Makan Raja-raja HUBULO (GOBEL), karena sebut MARSOLEH, itu ‘kan menunjukkan bahwa beliau adalah Bangsawan Tinggi di Kerajaan BOLANGO saat itu. Karena setahu saya hanya keluarga kerajaan saja yang bisa dimakamkan di area sekitar pemakaman tersebut.

Ronny van Gobel:  Mas Tomy, berarti waktu di Pulau Lembeh itu menggunakan marga apa?….mungkin memerintah di Daerah Atinggola sana karena mas Tomy bilang di bagian Utara Gorontalo. Karena di bagian utara Gorontalo hanya Kwandang dan Atinggola. Di Kwandang tidak ada sejarahnya Gobel memerintah…

Tommy Eisenring:  Ronny van Gobel, kelihatannya dari Raja I s.d Raja VIII mereka belum menurunkan Marga tertentu. Yang jelas mereka adalah keturunan-keturunan dari salah seorang Sultan Ternate. Nah Raja IX yang dilantik oleh Pemerintah Belanda diberi julukan GOBEL.  Bung Astra Ibrahim Eisenring, mungkin tahu sekitar tahun berapa pelantikan itu, mungkin disekitar abad ke XVII (?)  Nah Raja-raja Bolango sesudah Raja IX tersebut semuanya menggunakan nama VAN GOBEL dibelakang nama mereka  yang berarti (van) “dari” Gobel atau ber/keturunan Raja IX).

Tommy Eisenring:  Ronny van Gobel,‎ saya kira yang benar mungkin ATINGGOLA. Besar kemungkinan Raja Bolango IX (Raja GOBEL) dilantik & memerintah di ATINGGOLA. Dan karena itu kita semua juga punya kerabat lain di ATINGGOLA yang juga menggunakan Marga GOBEL.

Tommy Eisenring: Ronny van Gobel, bisa jadi bahasa asli Suku Bolango itu adalah Bahasa “Bolango”, yang kurang lebih bahasa yang sama digunakan di Atinggola dan Molibagu. Mengapa kerabat GOBEL di Tapa tidak begitu populer menggunakan bahasa Bolango, karena bahasa yang sudah dominan di TAPA ketika Kerajaan masuk ke sana, adalah bahasa Gorontalo. Sejak Kerajaan Bolango berpindah ke Molibagu, maka bahasa Bolongo semakin jarang digunakan. Keturunan-keturunan para Raja Bolango (Gobel) di Tapa pun semakin tidak familiar dengan Bahasa Bolango, dan saat ini hampir hilang bahasa tersebut di TAPA. Sebaliknya di Molibagu Bahasa Bolango tetap populer, demikian juga di Atinggola.

Ronny van Gobel: Mas Tomy, jangan pakai mungkin tetapi iya. Di Atinggola, karena di sana ada rumah adat raja Gobel….di Atinggola sana…

Tommy Eisenring:  Keunikan lain dari Kerajaan Bolango: Warga Mereka adalah sebuah SUKU yang bernama SUKU BOLANGO. Suku ini merupakan percampuran antara suku Ternate, suku Minahasa,  suku Gorontalo, bahkan sebagian adalah keturunan Arab dan juga keturunan Eropa. Makanya  gagah-gagah  dan cantik-cantik dan pandai-pandai semuanya… hehehe. Saya perkirakan bahasa Bolango juga berkembang secara Evolusi, karenanya ada sedikit perbedaan antara bahasa Bolango di Atinggola dan yang di Molibagu.

Ronny van Gobel:  Mas Tomy, perbedaan bahasa Bolango dengan Atinggola tidak terlalu beda Cuma  intonasinya aja.Yang beda kecuali bahasa Suwawa.

Tommy Eisenring:  Thank   infonya Bung Ronny van Gobel. Karena saya saja tidak pernah ke sana, kecuali di Molibagu.

Ronny van Gobel:  Mas Tomy, nah itu..heheheheh. Jadi sejarah Gobel di Atinggola sana juga ada tercatat di kantor Kecamatan Atinggola dari turunan Marsaole Beayaba itu. Dan saya juga pernah dengar bahwa Raja ALI AKBAR Gobel itu pernah kawin juga di Atinggola sana. Orang tinggi besar dan ada fotonya di rumah teman saya dia berfoto naik di atas kuda mukanya sangat sangar besar sekali dan tinggi. Gitu mas Tomy…

Astra Ibrahim Eisenring:  Ronny van Gobel, seandainya foto seperti itu bisa di Copy (scan atau retake) waaah, lebih bagus lagi kalau bisa di posting, biar kita semua bisa ikut lihat. :)

Ronny van Gobel: Betul itu…mungkin bisa di foto kembali. Itu foto di rumah keluarga di Tapa sana sama ibu Tanoku Gobel …

Astra Ibrahim Eisenring:  Waduh, musti dikejar itu.. hehehee.. :)

Tommy Eisenring:  Betul itu Bung Astra Ibrahim Eisenring. Saya setuju sekali. Perlu itu !. Bisa jadi kita dengan Bung Ronny van Gobel dan beberapa kerabat lainnya di Atinggola  adalah kerabat dekat kita.

Ra Novhee: Kalau begitu bapak-bapak yth,  kalau bisa kita lihat asli tidaknya  itu orang keturunan Gobel. Sedikitnya dia bisa berbahasa Atinggola atau Molibagu. Kira-kira begitu??? asi ama beh…

Ronny van Gobel:  Ra Novhee, setuju…kalau tidak bisa berbahasa Atinggola dan Bulango berarti Illegal…

Edwin Gobel:  Alhamdulillah… itu memang ada, walau hanya copy-an.

Yati Gobel:  Hei saudara-saudaraku. Jangan ngomong orang yang tidak bisa bahasa Atinngola dan Bulango tidak asli lho. Kami di Tapa, bisanya hanya bahasa Gorontalo. Yang jelas menurut cerita orangtua, keturunan bapak saya asal dari Limboto Atingola dan Ibu  Bolango/Molibagu.

Ronny van Gobel: Mba Yati,  jangan marah donkk…heheheheheheh…

Yati Gobel : He he he ga marah kok. Cuman ngingatin aja. Ngingatin maksudnya, nanti ada yang komplain. Kalau saya, biar orang ngomong apa ga peduli, karena saya yakin akan keturunan saya. He he tapi ga tau banget seperti Prof Tommy … . Makasih ya Prof Tommy atas semua penjabarannya.

Ronny van Gobel: Mba Yati, siapa yang komplain berhadapan dengan saya…hehe.. Kalau prof Tomy saya salut karena beliau saya tantang terus mengenai turunan raja Gobel tapi beliau legowo terus…hehehehe

Tommy Eisenring:  Sebenarnya tidak ada yang perlu dikomplain. Karena Silsilah yang ada sama saya itu silsilah induk  yang menjelaskan seluruh rangkaian garis keturunan mulai dari Raja Bolango I s.d ke Raja Gobel (Raja Bolango IX) dan berakhir di Raja ARI BANSER (Raja Gobel XXIV terakhir). Sedangkan silsilah yang ada sama Pak Daryatno itu adalah silsilah khusus untuk semua Keturunan dari Raja GOBEL. Demikian, Yati Gobel dan Ronny van Gobel.

Tommy Eisenring:  Justru silsilah yang ada sama pak Daryatno Gobel itu bisa memperkaya silsilah induk yang ada sama saya. Demikian Yati Gobel dan Ronny van Gobel.

Ronny van Gobel: Prof Tomy ok. Terima kasih atas infonya.  Mantap

Tommy Eisenring:  Thank Bung Ronny van Gobel.

Dari perbincangan di social media tersebut, tergambar besarnya minat para anak-cucu keturunan Marga Gobel untuk menelusuri sejarah dan silsilah keturunan Raja Gobel. Untuk itu, dibutuhkan seorang sejarawan yang berminat untuk menelitinya secara ilmiah agar tersaji sebuah data dan fakta otentik. Masalahnya, siapa yang bisa mensponsori penelitian ilmiah tentang sejarah Marga Gobel dan Raja Gobel? Apakah pak Rahmat Gobel (Presdir Panasonic Gobel) berminat mensponsori penelitian ilmiah tersebut?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“TOGUA”, Logo Baru Jogja yang …

Hendra Wardhana | | 30 October 2014 | 13:35

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Paling Tidak Inilah Kenapa Orangutan …

Petrus Kanisius | | 30 October 2014 | 14:40

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 3 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 6 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 9 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 9 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Ah, Dapat Tas Backpack dari Menulis …

Sugiman Waras | 7 jam lalu

Cinderella yang Dititip pada Saya Hilang …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Menpora Minta PSSI Usut Tuntas Kasus …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Tiara, Gambaran Sejuta Anak Indonesia yang …

Riuh Rendah Cerita ... | 8 jam lalu

Mengukur Intelegensi Yuk!!! …

Zainab Hikmawati | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: