Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Ahmad Susanto

menjadikan Sobar & solat sebagai penolongku .

Sejarah Politik Islam

OPINI | 07 February 2012 | 02:28 Dibaca: 889   Komentar: 1   0

Pada tahun 6 hijriah ,Telah Terjadi Perjanjian Hudaibiah yang  waktu itu  terjadi antara kaum muslimin yang pimpin oleh baginda Nabi besar Muhammad SAW dengan Kafir Quraisy Makkah , Perjanijan itu terjadi dikarenakan ketika rasulluloh saw akan ber haji ke makkah akan tetapi tidak di perbolehkan oleh pemimpin kaum musyrikin dan tertahan lah Rasulluloh saw dengan kaum muslimin di kota hudaibiah yang jaraknya hanya beberapa mile dari kota makkah,ketika itu terjadi satu kesepakatan antara rasulluloh saw dengan pemimpin kaum musyrikin yang  isinya adalah :

kesepakatan genjatan senjata dan kaum Muslimin harus menunda umrah dengan kembali ke Madinah, tetapi tahun depan diberikan kebebasan melakukan umrah dan tinggal selama tiga hari di Makkah. Rasulullah menyetujui perjanjian ini meskipun para sahabat banyak yang kecewa, namun tidak ada yang berani menentang keputusan Junjungan mereka.

Sepintas isi perjanjian kelihatannya merugikan kaum Muslimin, tetapi secara politis sangat menguntungkan. “Perjanjian Hudaibiyah” merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah Islam sebab untuk pertama kalinya kaum Quraisy di Makkah mengakui kedaulatan kaum Muslimin di Madinah

politik apa yang dilakukan rasulluloh saw dalam mensisasati perjanjian tersebut yang dimana setelah perjanjian tersebut berlaku, kaum muslim diperbolehkan untuk datang ke makkah dan begitupun juga kaum musrikin bebas untuk datang ke madinah ,coba perhatikan :

1 .Rasulluloh saw ,sengaja mengirim kaum muslimin yang berkualitas&kuat datang ke makkah untuk melakukan dakwah di makkah terhadap kaum musyrikin dan lambat laun ,kaum muslimin di makkah membuat satu kekuatan di makkah ,

2.Setiap kaum musyrikin yang datang ke madinah ,oleh rasulluloh saw dan umat muslim di sambut dengan sangat antusias ,ramah dan santun yang bertujuan mendakwahi mereka  untuk bisa mengenal islam dan membiarkan mereka kembali ke makkah yang tentunya mereka sudah di bekali pengetahuan tentang islam ,bahkan sekembalinya mereka ke makkah mereka sudah banyak yang memeluk agama islam ,dan pada akhirnya lambat laun penduduk makkah sangat banyak sekali yang ber islam ,hingga penaklukan kota makkah tidak dengan cara  perang tetapi dengan politik rasulluloh saw dalam  mensisasati isi perjanjian hudaibiah tersebut ,meskipun awalnya secara sepintas isi perjanjian tersebut merugikan kaum muslim ,di situlah cerdik nya muhammad rasulluloh saw yang setiap pemikiran dan segala tindakannya di bimbing oleh wahyu alloh swt.

itulah salah satu politik rasulluloh saw dalam menegakan islam dimuka bumi ini ..wassalam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sultan Brunei Sambut Idul Fitri Adakan Open …

Tjiptadinata Effend... | | 30 July 2014 | 07:16

Simpang-Siur Makna “Politikus” …

Nararya | | 30 July 2014 | 00:56

Di Timor-NTT, Perlu Tiga Hingga Empat Malam …

Blasius Mengkaka | | 30 July 2014 | 07:18

Jalan-jalan di Belakangpadang …

Cucum Suminar | | 30 July 2014 | 12:46

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: