Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Edi 11

Kota seribu sungai adalah julukan buat kota kelahiranku.

Sejarah Istana Istana Kepresidenan Republik Indonesia

OPINI | 17 February 2012 | 22:38 Dibaca: 2327   Komentar: 10   2

1329468715149586877

(Gambar: Istana cipanas)

Seperti di negara negara barat, Indonesia juga memiliki banyak istana. Meskipun Indonesia bukan berbentuk kerajaan, istana istana ini menjadi pesona tersendiri bagi wisatawan luar negeri maupun wisatawan nusantara. Pernahkah kita ingin tahu mengenai sejarah di balik istana istana di Indonesia? Yuk, simak ulasannya berikut ini:

1. Istana Merdeka, Jakarta

Istana yang terletak di Jalan Merdeka Utara dan menghadap ke Taman Monumen Nasional ini dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal J.W. van Lansberge di tahun 1873. Awalnya, Istana Merdeka ini bernama Istana Gambir, yang menjadi saksi sejarah penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) oleh Pemerintah Belanda pada 27 Desember 1949. Selain sebagai tempat kediaman resmi dan kantor Presiden Indonesia, Istana Merdeka juga digunakan untuk penyelenggaraan acara acara kenegaraan, antara lain Peringatan Detik detik Proklamasi, penyambutan tamu negara, penyerahan surat surat kepercayaan duta besar negara sahabat, dan pelantikan pewira muda TNI dan Polri.

2. Istana Bogor

Istana Bogor merupakan salah satu dari Istana Presiden RI yang mempunyai keunikan dari aspek historis kebudayaan, dan fauna. Istana ini pada masa pendudukan Belanda bernama Buitenzorg, yang artinya “tanpa kekhawatiran”. Istana Bogor dibangun pada Agustus 1744 sebagai tempat peristirahatan Gubernur Jenderal Gustaaf Wilem Baron van Imhoff. Berangsur angsur, perubahan bangunan awal dilakukan selama masa Gubernur Jenderal Belanda maupun Inggris (Herman Willem Daendels dan Sir Stamford Raffles). Yang tadinya rumah peristirahatan berubah menjadi bangunan istana paladian dengan luas halaman 28,4 hektar dan bangunan 14.892 meter persegi. Pada 1834, Bogor diguncang gempa yang berasal dari Gunung Salak dan menyebabkannya rusak berat. Kemudian, Istana Bogor dibangun kembali pada 1850 dan dijadikan kediaman resmi Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 1870. Setelah masa kemerdekaan, pada tahun 1950 Istana Bogor resmi menjadi salah satu Istana Presiden Indonesia, dan pada 1968 atas restu Mantan presiden Soeharto Istana Bogor dibuka untuk umum. Setiap tahunnya, pengunjung istana Bogor mencapai 10.000 orang. Istana Bogor yang bersebelahan dengan Kebun Raya Bogor ini juga memiliki keunikan lain yaitu rusa-rusa yang berkeliaran bebas di tamannya. Rusa ini didatangkan langsung dari Nepal dan terjaga hingga sekarang.

3. Istana Cipanas

Istana kepresidenan satu ini terletak di kaki Gunung Gede, Jawa Barat, tepatnya di Desa Cipanas. Istana yang memiliki luas kompleks 26 hektar ini dipenuhi tanaman dan kebun hias asri, yang ditata seperti hutan kecil. Bangunan Istana Cipanas awalnya milik tuan tanah Belanda, yang dibangun pada tahun 1740. Kemudian pada masa Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff, istana ini dijadikan tempat peristirahatan Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Ratu Belanda pada 1971 sempat mengunjungi istana ini. Baru-baru ini, Istana Cipanas jugatmenjadi tempat resepsi pernikahan anak Presiden RI, Edhie Baskoro Yudhoyono dengan Siti Rubiya Aliya Rajasa.

4. Istana Yogyakarta

Istana Yogyakarta juga dikenal dengan nama Gedung Agung, terletak di pusat kota Yogyakarta. Istana dengan lahan seluas 43.585 meter persegi ini dibangun pada Mei 1824 oleh Anthony Hendriks Smissaerat seorang pejabat belanda di Yogyakarta yang menghendaki adanya istana untuk pejabat pejabat Belanda di Yogyakarta. Pembangunan istana sempat tertunda karena Perang Diponegoro pada tahun 1825-1830, kemudian selesai pada 1832. Namun, pada 1867 terjadi gempa bumi, dan istana ini kembali ambruk. Pada tahun 1869, bangunan baru didirikan di reruntuhan dan bangunan inilah yang menjadi gedung utama komplek Istana Kepresidenan Yogyakarta yang juga disebut Gedung Negara.

5. Istana Tampaksiring Berbeda dari istana istana sebelumnya yang dibangun pada masa pendudukan Belanda, istana satu ini dibangun oleh Presiden Soekarno setelah masa kemerdekaan. Istana

ini terletak di Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Istana yang dimaksudkan sebagai tempat peristirahatan presiden di Bali ini dibangun secara bertahap, dimulai pada 1957. Kompleks Istana Tampaksiring terdiri atas empat gedung utama, yaitu Wisma Merdeka, Wisma Yudhistira, Wisma Negara, dan Wisma Bima. Seluruh kompleks ini selesai dibangun pada 1963.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 8 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 8 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 9 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kecardasan Tradisional …

Ihya Ulumuddin | 8 jam lalu

Sebaik-baiknya Tahun adalah Seluruhnya …

Ryan Andin | 9 jam lalu

Tak Sering Disorot Kamera Media, Kerja Nyata …

Topik Irawan | 9 jam lalu

Siasat Perangi KKN Otonomi Daerah …

Vincent Fabian Thom... | 9 jam lalu

Pancasila : Akhir Pencarian Jati Diri Kaum …

Vincent Fabian Thom... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: