Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Anang Wicaksono

"Temanmu yang sesungguhnya adalah orang yang mau melarangmu (dari berbuat dosa), dan musuhmu yang sebenarnya selengkapnya

Bertindak Adil (Sekalipun) Terhadap Musuh

OPINI | 20 March 2012 | 17:10 Dibaca: 339   Komentar: 0   0

Barangkali ini adalah sebuah tindakan yang sulit atau mustahil dilakukan oleh sebagian orang. Pada tulisan kali ini saya akan mengetengahkan sebuah contoh yang bagus tentang hal ini.

Peristiwa ini terjadi pada masa kekhalifahan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib. Setelah berhasil memadamkan pemberontakan di Bashrah dalam perang Jamal, Imam Ali harus menghadapi pemberontakan lain yang dilakukan oleh Muawiyah.

Pemberontakan terhadap khalifah yang sah ini dilakukan oleh Muawiyah di tahun 37 H. Pertempuran hebat antara kedua pasukan berkobar di daerah yang dinamakan Siffin.

Pasukan pemberontak tiba terlebih dahulu di daerah Siffin. Di dekat situ terdapat sebuah sungai yang airnya bening dan mengalir deras. Muawiyah dan pasukannya menggunakan air sungai tersebut untuk minum dan memberi minum kuda-kuda dan unta-unta mereka. Muawiyah memerintahkan pasukannya untuk menjaga sungai tersebut dan menghalangi pasukan Imam Ali untuk menggunakan air sungai itu nantinya.

Tak lama berselang pasukan Imam Ali pun tiba di daerah Siffin. Dalam keadaan kehausan pasukan Imam Ali meminta izin pada pasukan Muawiyah untuk menggunakan air sungai tersebut tapi mereka menolaknya dan menghalang-halangi.

Pasukan Imam Ali mendatangi Sang Imam mengadukan masalah tersebut. Imam Ali mengerti akan kelicikan Muawiyah. Beliau berkata pada pasukannya,”Bila kalian menginginkan air, basahilah pedang-pedang kalian dengan darah.”

Yang maksudnya adalah bila kalian menginginkan air maka berjuanglah untuk mendapatkannya. Maka pertempuran berkecamuk di sepanjang sungai. Pasukan Imam Ali berhasil menghalau pasukan Muawiyah dari sungai. Mereka lalu menggunakan air sungai tersebut sebaik-baiknya.

Mereka berkata pada Imam Ali,”Wahai Amirul Mukminin, kami akan menjaga sungai ini agar pasukan Muawiyah tak bisa minum di sini.”

“Jangan lakukan hal itu,” kata Imam Ali.”Itu tindakan tidak adil dan sangat pengecut. Allah menciptakan air untuk semua makhluk-Nya. Biarkan mereka meminum air sungai ini bila mereka menginginkannya.”

“Tapi Muawiyah telah melakukan hal itu.”

“Itulah bedanya Ali dan Muawiyah,” ujar Amirul Mukminin Ali Bin Abi Thalib.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

OS Tizen, Anak Kandung Samsung yang Kian …

Giri Lumakto | | 21 November 2014 | 23:54

Aku dan Kompasianival 2014 …

Seneng Utami | | 22 November 2014 | 02:18

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Seru! Beraksi bareng Komunitas di …

Kompasiana | | 19 November 2014 | 16:28


TRENDING ARTICLES

Duuuuuh, Jawaban Menteri iniā€¦ …

Azis Nizar | 11 jam lalu

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 12 jam lalu

Memotret Wajah Jakarta dengan Lensa Bening …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Ckck.. Angel Lelga Jadi Wasekjen PPP …

Muslihudin El Hasan... | 15 jam lalu

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 21 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemeran Film Dokumenter Act of Killing Haram …

Handy Fernandy | 9 jam lalu

Asyiknya Wisata di TRMS Serulingmas …

Banyumas Maya | 11 jam lalu

Ajang Kompasianival Melengkapi Pertemanan …

Thamrin Dahlan | 11 jam lalu

Generasi Sandwich …

Sitti Fathimah Herd... | 11 jam lalu

Eh, Susi Nongol Lagi! …

Mbah Mupeang | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: