Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Anang Wicaksono

"Temanmu yang sesungguhnya adalah orang yang mau melarangmu (dari berbuat dosa), dan musuhmu yang sebenarnya selengkapnya

Bertindak Adil (Sekalipun) Terhadap Musuh

OPINI | 20 March 2012 | 17:10 Dibaca: 336   Komentar: 0   0

Barangkali ini adalah sebuah tindakan yang sulit atau mustahil dilakukan oleh sebagian orang. Pada tulisan kali ini saya akan mengetengahkan sebuah contoh yang bagus tentang hal ini.

Peristiwa ini terjadi pada masa kekhalifahan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib. Setelah berhasil memadamkan pemberontakan di Bashrah dalam perang Jamal, Imam Ali harus menghadapi pemberontakan lain yang dilakukan oleh Muawiyah.

Pemberontakan terhadap khalifah yang sah ini dilakukan oleh Muawiyah di tahun 37 H. Pertempuran hebat antara kedua pasukan berkobar di daerah yang dinamakan Siffin.

Pasukan pemberontak tiba terlebih dahulu di daerah Siffin. Di dekat situ terdapat sebuah sungai yang airnya bening dan mengalir deras. Muawiyah dan pasukannya menggunakan air sungai tersebut untuk minum dan memberi minum kuda-kuda dan unta-unta mereka. Muawiyah memerintahkan pasukannya untuk menjaga sungai tersebut dan menghalangi pasukan Imam Ali untuk menggunakan air sungai itu nantinya.

Tak lama berselang pasukan Imam Ali pun tiba di daerah Siffin. Dalam keadaan kehausan pasukan Imam Ali meminta izin pada pasukan Muawiyah untuk menggunakan air sungai tersebut tapi mereka menolaknya dan menghalang-halangi.

Pasukan Imam Ali mendatangi Sang Imam mengadukan masalah tersebut. Imam Ali mengerti akan kelicikan Muawiyah. Beliau berkata pada pasukannya,”Bila kalian menginginkan air, basahilah pedang-pedang kalian dengan darah.”

Yang maksudnya adalah bila kalian menginginkan air maka berjuanglah untuk mendapatkannya. Maka pertempuran berkecamuk di sepanjang sungai. Pasukan Imam Ali berhasil menghalau pasukan Muawiyah dari sungai. Mereka lalu menggunakan air sungai tersebut sebaik-baiknya.

Mereka berkata pada Imam Ali,”Wahai Amirul Mukminin, kami akan menjaga sungai ini agar pasukan Muawiyah tak bisa minum di sini.”

“Jangan lakukan hal itu,” kata Imam Ali.”Itu tindakan tidak adil dan sangat pengecut. Allah menciptakan air untuk semua makhluk-Nya. Biarkan mereka meminum air sungai ini bila mereka menginginkannya.”

“Tapi Muawiyah telah melakukan hal itu.”

“Itulah bedanya Ali dan Muawiyah,” ujar Amirul Mukminin Ali Bin Abi Thalib.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Istiwak, Jam Kuno di Kota Solo …

Agoeng Widodo | | 23 September 2014 | 11:20

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

Mengapa Toga Berwarna Hitam? …

Himawan Pradipta | | 23 September 2014 | 15:14

Kota Istanbul Wajib Dikunjungi setelah Tanah …

Ita Dk | | 23 September 2014 | 15:34

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Mendikbud Akhirnya Tegur Guru Matematika …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Kabinet Jokowi ala Kaki Lima …

Susy Haryawan | 10 jam lalu

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 11 jam lalu

Gagal Paham (Pejabat) Kemendikbud dalam PR …

Antowi | 12 jam lalu

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Ka eM Pe …

Pak De Sakimun | 7 jam lalu

Hubungan Asmaraku dengan Ibu Kost (Bagian 6) …

Ervipi | 7 jam lalu

Life Begins at Forty …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Sore yang Cantik di Pelabuhan Kuno Gresik …

Mawan Sidarta | 7 jam lalu

Tak Ada Tulang Rusuk yang Tertukar …

Siti Nur Rohmah | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: