Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Pius Novrin

Kuliah di STF Driyarkara

Kisah Singkat Rasul Paulus

REP | 24 March 2012 | 08:00 Dibaca: 2252   Komentar: 4   1

Data sejarah mengenai riwayat hidup Paulus dapat ditelusuri dari tiga sumber yakni catatan-catatan Paulus sendiri dalam beberapa suratnya yang asli, cerita Lukas dalam Kisah Para Rasul, dan catatan tentang masa tuanya dalam surat-surat Deutero-Paulinis. Namun, dari ketiga sumber itu, sumber yang paling berbobot adalah catatan-catatan Paulus sendiri sebab kedua sumber yang lain kemungkinan besar sudah dibumbui oleh minat teologis dan literer para pengarangnya.

Paulus ini merupakan seorang Yahudi kelahiran Tarsus. Diperkirakan ia lahir pada dekade pertama abad I, yakni 5-10 tahun setelah Yesus lahir. Seperti halnya orang-orang Yahudi pada masa itu, Paulus sejak lahir telah memiliki dua nama yakni satu nama Ibrani (Sya’ul, yang kemudian ditransliterasikan menjadi Saulus) dan satu lagi nama Yunani atau Romawi (Paulus). Penggunaan kedua nama ini sebagai pembeda antara Saulus yang belum ‘bertobat’ (bergerak di kalangan Yahudi) dan Paulus yang sudah ‘bertobat’ (bermisi di kalangan bukan Yahudi) merupakan strategi literer dari pengarang Kisah Para Rasul.

Paulus tumbuh besar dalam lingkungan helenis dan juga memelihara secara sungguh tradisi Yahudi yang mengalir dalam dirinya. Ia merupakan orang yang terpelajar dan pintar dalam retorika. Bagi Paulus, titik balik yang mengubah seluruh hidupnya adalah pengalaman akan Kristus yang bangkit di dekat Damsyik. Perjumpaannya dengan Tuhan (kyrios) itulah yang menjadi motivasi dasar dari panggilan hidupnya sebagai seorang rasul (Gal. 1:16).

Tiga perjalanan misi Paulus

Dalam Kisah Para Rasul, perjalanan misi Paulus di Asia Kecil dan Yunani disajikan dalam tiga putaran. Perjalanan misi pertama berlangsung dari tahun 46-49. Paulus dan Barnabas pergi ke Siprus, Pafos, Perga, Antiokhia di Pisidia, Ikonium, Listra dan Derbe. Masalah besar yang muncul yakni soal integrasi banyaknya orang Kristen bukan Yahudi ke dalam jemaat Kristen Yahudi, terutama masalah tentang sunat dan menaati hukum Taurat.

Terhadap masalah ini, Paulus bersama dengan Barnabas, para rasul, dan penatua mengadakan sidang/konsili di Yerusalem, tahun 49. Hasilnya, dinyatakan bahwa sunat tidak merupakan persyaratan keselamatan. Bangsa-bangsa lain tidak boleh dibebani dengan sunat dan Taurat. Mereka diselamatkan Allah ketika percaya kepada Kristus.

Pasca sidang Yerusalem, di Antiokhia, muncul permasalahan baru yakni perihal berlakunya aturan makan Yahudi (makan kosher) bagi anggota bukan Yahudi. Alhasil, Yakobus, tanpa sepengetahuan Paulus, mengirim surat kepada jemaat di Antiokhia, Siria, dan Kilikia yang berisi rekomendasi bahwa orang bukan Yahudi harus menjauhkan diri dari makanan persembahan kafir, darah, daging binatang yang mati tercekik, dan percabulan (Kis. 15:22-29).

Dalam perjalanan misi yang kedua (tahun 50-52), Paulus ditemani oleh Silas, Timotius, dan Lukas. Mereka antara lain bermisi ke Filipi, tempat jemaat pertamanya di Eropa, Tesalonika, Atena, Korintus, Efesus, dan Kaisarea. Paulus mengalami penolakan oleh para cendekiawan di Atena, namun misinya cukup berhasil di Korintus. Di sana, ia mendirikan jemaat yang penuh semangat. Dari kota inilah, Paulus tampaknya menulis surat pertama kepada jemaat di Tesalonika (tahun 51). Setelah itu, ia kembali lagi ke Antiokhia.

Perjalanan misinya yang ketiga (tahun 54-58) dimulai dengan pergi ke Efesus. Paulus menjadikan kota itu sebagai pusat aktivitas misionernya selama tiga tahun (Kis. 20:31). Di kota ini, Paulus menulis beberapa surat yakni surat kepada jemaat di Galatia, surat kepada jemaat di Filipi, dan surat kepada Filemon. Pada masa itu, jemaat Korintus sedang terpecah-belah. Paulus mencoba untuk menyatukan jemaat kembali dengan mengirim lima surat, mengadakan kunjungan, serta mengajak jemaat untuk mengumpulkan dana bagi orang miskin di Yerusalem.

Akhir riwayat

Datangnya Paulus ke Yerusalem (th.58) memicu kemarahan orang-orang Kristen Yahudi. Mereka berusaha membunuh Paulus, namun untunglah ia diamankan oleh pasukan Romawi dan dipenjarakan oleh Antonius Feliks, prokurator Yudea, selama dua tahun (Kis. 23:23-33).

Tahun 60, Paulus mengajukan permohonan naik banding ke Kaisar agar ia diadili di Roma (Kis. 25:11) dan ia pun tiba di Roma tahun 61. Selama 2 tahun, ia menjadi tahanan rumah dan menurut tafsiran tradisional, pada periode ini, ia menulis surat Paulus kepada Filemon, Kolose, dan Efesus. Sementara itu, Surat-Surat Pastoral (Titus, 1-2 Timotius) diperkirakan ditulis setelah ia dibebaskan dari tahanan rumah. Tahun kematian Paulus tidak begitu jelas. Eusebius memberi kesaksian bahwa Paulus ditahan untuk kedua kalinya di Roma dan kemudian menjadi martir pada masa kaisar Nero, yakni sekitar tahun 67.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hati-Hati Meletakkan Foto Rahasia di …

Pical Gadi | | 02 September 2014 | 15:36

Yohanes Surya Intan yang Terabaikan …

Alobatnic | | 02 September 2014 | 10:24

Plus Minus kalau Birokrat yang Jadi …

Shendy Adam | | 02 September 2014 | 10:03

Mereka Sedang Latihan Perang …

Arimbi Bimoseno | | 02 September 2014 | 10:15

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 5 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 7 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 9 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 10 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Mengenal dan Mengenang IH Doko, Pahlawan …

Blasius Mengkaka | 8 jam lalu

Kenormalan yang Abnormal …

Sofiatri Tito Hiday... | 8 jam lalu

Aku Akan Pulang …

Dias | 8 jam lalu

Terpenuhikah Hak Kami, Hak Anak Indonesia? …

Syifa Aslamiyah | 8 jam lalu

UUD 1945 Tak Sama dengan Jakarta …

Adinda Agustaulima ... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: