Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Agung Pribadi

seorang internet journalist, kontributor di Komunitas BISA! di facebook website nya http://www.facebook.com/agung.pribadidua?fref=ts atau http://agungpribadi.multiply.com menulis artikel selengkapnya

Raden Wijaya dari Indonesia Pernah Mengalahkan Pasukan Terkuat di Dunia

OPINI | 24 April 2012 | 22:34 Dibaca: 14369   Komentar: 3   0

RADEN WIJAYA DARI INDONESIA* PERNAH MENGALAHKAN PASUKAN TERKUAT DI DUNIA

Kerajaan Mongol adalah salah satu kerajaan terkuat pada abad ke-13 M. Panglima-panglima perangnya sangat terkenal. Ketangguhannya hanya bisa disaingi oleh Dinasti Umayyah yang memiliki 4 panglima perang dan Alexander Agung.

Wilayah kerajaan Mongol meliputi Rusia, Asia Tengah, Cina, Manchuria, Irak, Parsi, Polandia, Tibet, dan Asia Tenggara. Kemampuan berperang dan bela diri pasukan Mongol juga di atas rata-rata.  Keberanian tentara Mongol juga dahsyat. Tentara Mongol juga memiliki senjata Meriam yang menjadi senjata pemusnah massal yang sangat canggih pada masa itu.

Beberapa kerajaan langsung menyerah kepada kerajaan Mongol tanpa perlawanan berarti atau menyerah pada hari pertama kedatangan Pasukan Mongol.

Tapi pasukan Mongol bukannya tak terkalahkan. Invasi pasukan Mongol terhenti di tiga Kerajaan. Kerajaan Islam Mamaluk di Mesir, Kerajaan Jepang, dan Kerajaan Majapahit di Jawa-Nusantara.

Di Mesir kalah oleh keberanian pasukan Islam Mesir dan Medan padang pasir yang mematikan. Di Jepang kalah oleh Hantaman Angin Topan ‘Kamikaze’ (skwardon bunuh diri Angkatan Udara Jepang pada Perang Dunia II nantinya dinamai Kamikaze). Di Jawa kalah oleh strategi dari Raden Wijaya.

Pada tahun 1293 Kubilai Khan Raja Mongol terbesar kedua setelah Jengis Khan mrngirim ekspedisi untuk menginvasi dan menghukum Raja Jawa. Sebelumnya Raja Jawa (ketika itu bernama Kerajaan Singosari) melakukan penghinaan terhadap Raja Mongol dengan cara memotong telinga Meng Chi utusan Raja Mongol Kubilai Khan. Ketika itu Meng Chi mengirimkan surat kepada Raja Jawa untuk menyerah dan tunduk kepada kekuasaan Kerajaan Mongol. Raja Singosari saat itu, Kertanegara, menolak dan memotong telinga utusan Raja Mongol Kubilai Khan.

Meng Chi pulang dengan keadaan terpotong telinganya. Ketika Meng Chi sampai di Mongol, Kubilai Khan sangat marah dan mengirim pasukan ke Jawa pada tahuin 1293. Ekspedisi nini bertujuan menghukum Raja Jawa. Ketika pasukan Mongol sampai di Jawa Kertanegara sudah wafat dan dikudeta oleh Jayakatwang dari Gelang-Gelang dan memindahkan ibukota Kerajaan Jawa ke Kediri. Pasukan Mongol tidak tahu itu.

Ketika itu banyak kerajaan-kerajaan kecil di Jawa yang tidak suka kepada Jayakatwang. Pasukan Mongol selama dalam perjalanan ke Kediri melewati beberapa kerajaan-kerajaan kecil. Beberapa kerajaan-kerajaan kecil ini kemudian membantu pasukan Mongol untuk menggulingkan Jayakatwang. Salah satunya Raden Wijaya menantu dari Kertanegara, Raja Singosari terakhir yang digulingkan oleh Jayakatwang.

Bahkan Raden Wijaya memberikan peta arah perjalanan dari Majapahit (Kerajaan yang didirikan oleh Raden Wijaya) ke Kediri. Raden Wijaya juga memberikan peta ibukota Kediri dan membahas strategi perang bersama pasukan Mongol.

Singkat cerita Jayakatwang berhasil dikalahkan oleh aliansi kerajaan-kerajaan Jawa dengan Mongol. Sehabis menang dan menduduki ibukota Kediri, pasukan Mongol menderita kelelahan dan kejenuhan setelah melewati perjalanan laut dan darat berbulan-bulan. Saat itu Raden Wijaya memanfaatkan situasi berbalik mengkudeta pasukan Mongol dan mengusir mereka keluar dari Jawa. Begitulah cara pasukan Jawa mengalahkan pasukan Mongol.

Dalam politik ada istilah tidak ada teman atau musuh yang abadi, yang ada adalah kepentingan. Begitulah, dengan kecerdasannya orang Jawa berhasil mengalahkan pasukan yang disebut terhebat di dunia pada abad ke-13. Kita pernah bias melakukannya dan pasti bisa mengulanginya lagi. Di tulisan lain di akun saya ini juga dibahas bahwa AMerika kalah perang di Vietnam karena Indonesia. Pasukan Inggris juga mengalami kerugian besar di Surabaya dan dipukul mundur di AMbarawa. Kita pernah melakukannya dan pasti bisa mengulanginya lagi! Kita Bisa!

Wallahu A’lam bish Shawab

* SAAT ITU NAMANYA MAJAPAHIT

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gubernur Jateng Tolak Kartu Flazz Kriko …

Syukri Muhammad Syu... | | 22 November 2014 | 23:39

OS Tizen, Anak Kandung Samsung yang Kian …

Giri Lumakto | | 21 November 2014 | 23:54

Inilah Para Peraih Kompasiana Awards 2014! …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 21:30

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Inilah Pemenang Lomba Aksi bareng Lazismu! …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 19:09


TRENDING ARTICLES

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini‚Ķ …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00

Memotret Wajah Jakarta dengan Lensa Bening …

Tjiptadinata Effend... | 21 November 2014 21:46

Ckck.. Angel Lelga Jadi Wasekjen PPP …

Muslihudin El Hasan... | 21 November 2014 18:13

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 21 November 2014 13:06


HIGHLIGHT

Mafia Migas Perlu Terapkan Strategi Baru …

Eddy Mesakh | 16 jam lalu

Refleksi Kenaikan Harga BBM: Menderita …

Kortal Nadeak | 16 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 16 jam lalu

Gubernur Jateng Tolak Kartu Flazz Kriko …

Syukri Muhammad Syu... | 16 jam lalu

Sedikit Oleh-oleh dari Kompasianival 2014 …

Opa Jappy | 16 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: