Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Trisno Widodo

Catatan Seorang Guru

Penggunaan Istilah Indonesia sebagai Identitas Nasional

OPINI | 22 May 2012 | 00:28 Dibaca: 4195   Komentar: 0   0

Istilah Indonesia muncul pertama kali pada tahun 1850. Nama Indonesia diperkenalkan oleh J.R. Logan, seorang redaktur majalah Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia juga ia sebagai pegawai pemerintahan Inggris di Penang Malaysia. Dalam artikelnya kata Indonesia menurut J.R Logan sama dengan arti kata pulau-pulau atau Kepulauan Hindia dan penduduknya disebut bangsa Indonesia. Istilah Indonesia dari kata India bahasa latin untuk menyebutkan Hindia dan Nesos dari bahasa Yunani yang artinya kepulauan. Dengan demikian kata Indonesia diartinya sebagai Kepulauan Hindia. Melalui tulisan –tulisan dari artikel majalah, tulisan ilmiah guru besar di universitas Belanda dan lain-lain , istilah Indonesia, Indonesisch, Indonesians, atau Indonesier semakin tersebar luas. Dimasa pergerakan nasional penggunaan istilah Indonesia sebagai identitas nasional semakin dikembangkan oleh kaum nasionalis. Setelah 20 Mei 1908 para tokoh pergerakan nasional menggunakan dalam kegiatannya , misalkan : Perhimpinan Indonesia , Indonesia Merdeka , Konggres Pemuda Indonesia , Partai nasional Indonesia dan sebagainya. Istilah Indonesia secara resmi digunakan sebagai identitas nasional sejak ditetapkannya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Secara kronologis penggunaan istilah Indonesia sebagai Identitas nasional sebagai

berikut :

· Tahun 1850 , J.R Logan , seorang pegawai pemerintahan Inggris di Penang Malaysia, mengarang buku The Etnology of the Indian Archipelago Embracing Equiries into Continental Relation of the Indo-Pacific Islander.

· Tahun 1884 , Aldol Bastian orang Jerman , menulis buku Indonesian oder die Inseln des Malayschen Archipels Indonesian , yang dimaksud a. Bastian dalam bukunya adalah Kepulauan Melayu

· Tahun 1913, Ki Hajar Dewantara, mendirikan biro pers di Nederland dengan nama Indonesisch Persbureau

· Tahun 1924 , Mahasiswa Indonesia di Nederland mengganti nama organisasi mereka dari Indonesisch Veereeniging menjadi Perhimpinan Indonesia

· Tahun 1927 Nazir Datuk Pamuncak , wakil Perhimpunan Indonesia dalam Konggres Anti penindasan Imperialisme dan kolonialisme di Brusel Belgia ( Tanggal 10-15 Februari 1927)berpidato dengan judul Indonesia de Vrijheidsstrijd. Didirikannya Partai nasional Indonesia bersama Ir Soekarno di Bandung

· Tahun 1928 , Konggres Pemuda kedua di Jakarta melahirkan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

· Tahun 1930 , Fraksi Nasional dibawah pimpinan Moh. Husni Thamrin mengumunkan akan selalu menggunakan bahasa Indonesia dalam setiap sidang

· Tahun 1938 , Konggres Bahasa di Surakarta yang melahirkan gagasan untuk mendirikan sebuah lembaga atau fakultas untuk mempelajari bahasa Indonesia

· Tahun 1940, munculnya Mosi Wiwoho, Petisi Sutarjo, Mosi Thamrin di Volktraad.Mosi Thamrin mengusulkan agar kata-kata Nederlandsch Indie dan Inlander dihapuskan dari semua undang-undang , peraturan-peraturan dan diganti dengan Indonesisch, Indonesie, atau Indonesier

· Tahun 1945 , Istilah Indonesia resmi mendapatkan arti politik kenegaraan baik nasional maupun internasional setelah diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 10 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 11 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Program ‘Haji Plus Plus’: Bisa …

Rumahkayu | 8 jam lalu

Sampai Kapan Hukum Indonesia Mengecewakan …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

ISIS di Indonesia …

Irham Rajasa | 8 jam lalu

Sampai Kapan Polwan Dilarang Berjilbab? …

Salsabilla Hasna Mu... | 8 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: