Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Vicky Verry Angga

Sejarawan Muda dari Bhumi Bung Karno

Apa itu Sejarah ?

OPINI | 23 May 2012 | 19:36 Dibaca: 2363   Komentar: 0   0

Sejarah berasal dari bahasa Arab syajara berarti terjadi, syajarah berarti pohon silsilah, syajarah an-nasab berarti pohon silsilah: bahasa Inggris history, bahasa Latin dan Yunani historia, dari bahasa Yunani histor atau istor berarti orang pandai.

Banyak istilah memakai kata sejarah, diantaranya : guru sejarah (guru yang mengajarkan mata pelajaran sejarah), pegawai sejarah (termasuk di sini pegawai purbakala, museum, dan monumen), pelaku sejarah dan saksi sejarah (orang yang terlibat langsung dalam pergulatan sejarah), peneliti dan penulis sejarah(kelompok yang mempunyai bakat, kemampuan meneliti dan menulis sejarah).

Sejarah juga memiliki pengertian secara negatif, seperti sejarah bukan mitos, sejarah bukan filsafat, sejarah bukan sastra. Namun sejarah juga memiliki pengertian positif seperti sejarah ilmu tentang manusia, sejarah ilmu tentang waktu, sejarah ilmu yang mempunyai maakna sosial.

Jadi, definisi sejarah adalah rekonstruksi masa lalu. Yakni apa saja yang sudah dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan dan dialami oleh orang. Sejarah juga memiliki definisi lain, Sejarah adalah ilmu yang mandiri. Mandiri, artinya mempunyai filsafat ilmu sendiri, permasalahan sendiri, dan penjelasan sendiri.[1]

Sejarah memiliki kegunaan seperti disiplin ilmu lain. Kegunaan tersebut terbagi dua yaitu guna intrinsik (sejarah sebagai ilmu, sejarah sebagai cara mengetahui masa lampau,dll), guna ekstrinsik (sejarah sebagai pendidikan moral, sejarah sebagai pendidikan penalaran,dll).

Penulisan sejarah memiliki sejarah yang dibagi kedalam beberepa periodesasi. Mulai pada zaman Yunani dan Romawi, zamanĀ  kristen awal dan zaman pertengahan, zaman renaissance,reformasi dan kontra reformasi pada abad XVI, zaman penemuan daerah baru pada abad XVII, zaman rasionalisme dan pencerahan pada abad XVIII, zaman romantisme,nasionalisme dan XIX dan abad XX.

Sejarah tidak dapat memisahkan ilmu dan seni. Sejarah sebagai ilmu termasuk ilmu-ilmu empiris, mempunyai objek, mempunyai teori sama seperti ilmu lain, mempunyai generalisasi, mempunyai metode. Namun ada juga kritik kepada sejarah sebagai ilmu yaitu menulis sejarah cukup dengan common sense dan sejarah akan kering. Ilmu juga memiliki sumbangan seperti memberi konsep dan sifat sinkronis. Sedangkan sejarah sebagai seni memerlukan intuisi, imajinasi, emosi, gaya bahasa. Sejarah sebagai seni juga dikritik karena sejarah akan kehilangan ketepatan, objektivitas dan akan terbatas. Sumbangan dari seni seperti memberi karakeristik dan struktur.

Siapa saja sebenarnya dapat menjadi sejarawan asal dapat memenuhi syarat. Jadi, ada 3 penggolongan sejarawan menurut pendidikannya, yaitu sejarawan profesional. Sejarawan dari disiplin lain, sejarawan dari masyarakat. Didalam penelitian sejarah terdapat beberapa tahap yang harus dilalui, yaitu pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi(kritik sejarah, keabsahan sumber), Interpretasi(analisis,sintesis), dan penulisan.

Sejarah dan ilmu-ilmu sosial memiliki hubungan timbal balik yang saling memiliki kegunaan. Sejarah memiliki kekuatan diantaranya ekonomi, agama, institusi (politik), teknologi, ideologi, militer, individu, seks, umur, golongan, etnis/ras, mitos, dan budaya.

Didalam sejarah ada generalisasisejarah, yaitu pekerjaan penyimpulan dari yang khusus kepada yang umum,hipotesis deskriptif. Tujuan generalisasi ialah saintifikasi dan simplifikasi. Sejarah juga dapt berguna bagi pembangunan dalam proses perencanaan dan penilaian. Sejarah ternyata memiliki ramalan, ialah ekstrapolasi, atau perkiraan, berdasarkan historical trend yang harus dilakukan ekstra hati-hati jikalau berbicara mengenai masa depan.

Daftar Pustaka

Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.

Kuntowijoyo. 2008. Penjelasan Sejarah (Historical Explanation). Yogyakarta: Tiara Wacana.


[1] Kuntowijoyo, Penjelasan Sejarah (Historical Explanation) (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2008), hlm. 2.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Sedekah Berita ala Jurnalis Warga …

Siwi Sang | | 24 October 2014 | 15:34

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 3 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 8 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 9 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 11 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Angkuh …

Retna Kusumawati | 7 jam lalu

Transfusi Darah …

Raka Pratama | 7 jam lalu

Agama adalah Kebudayaan yang Disucikan …

Kawar Brahmana | 7 jam lalu

KPK Selamatkan Jokowi dari Intervensi …

Rusmin Sopian | 7 jam lalu

Jokowi dan Prabowo, Indonesia Kita …

Awaluddin Madjid | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: