Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Silfiana Riyanti

Alhamdulillah Ya Robb.

Patung Liberty sebagai Simbol Liberalisme

OPINI | 27 July 2012 | 19:16 Dibaca: 1269   Komentar: 0   0

Patung Liberty, kebanggaan dan simbol Amerika. Patung Liberty di desain oleh pemahat dari Prancis. Patung Dewi kemerdekaan tersebut dipersembahkan oleh rakyat Prancis kepada rakyat Amerika, sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan Amerika yang ke 100 pada tahun 1876.

Patung Liberty sebagai simbol kebebasan pada sosok seorang perempuan mengenakan jubah yan berkibar dan mahkota lancip sambil membawa obor di tangan kanannya.

Pembentukan patung Liberty didasarkan pada kebebasan, hal ini menunjukkan bahwa salah satu nilai dari patung Liberty adalah Liberalisme. Liberalisme yang berarti bahwa kebebasan bangsa Amerika untuk memilih keyakinan dan kesejahteraan, seperti bebas dalam memilih agama, pendidikan, dan politik.

Patung Liberty juga menjadi simbol persahabatan antara Amerika dan Prancis.  Banyak orang Amerika mengambil patung Liberty sebagai salah satu semangat kebebasan. Tapi jika kita bisa melihat fakta sekarang, banyak orang menganggap bahwa orang Amerika tidak lagi konsisten dalam perjuangan untuk kebebasan atau kemerdekaan.

Nilai di Patung Liberty menjadi hilang. Keberadaan Amerika Serikat sebagai polisi dunia dikritik karena kebijakan luar negeri mereka. Amerika Serikat mencoba untuk mengontrol negara lain dan banyak orang berpikir bahwa hal itu bertentangan dengan kebebasan atau liberalisme. Amerika Serikat mengkhianati nilai kebebasan yang tercermin dalam Patung Liberty.

Dalam Patung Liberty, ada sebuah puisi yang ditulis oleh Emma Lazarus dengan judul “The New Colossus”, ini menceritakan tentang Amerika Serikat menjadi negara di mana semua orang bebas untuk mengekspresikan pendapat mereka, setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih agama mereka.

Di Amerika Serikat, para imigran dari negara lain dapat datang dengan bebas meskipun mereka memiliki perbedaan dalam bahasa, budaya, tetapi  mereka sama dalam mencapai satu mimpi, American Dream.

Puisi oleh Emma telah membuktikan bahwa patung Liberty dibangun berdasarkan nilai liberalisme dan berisi harapan dimana AS dapat terus berjuang untuk menegakkan kebebasan rakyatnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

OS Tizen, Anak Kandung Samsung yang Kian …

Giri Lumakto | | 21 November 2014 | 23:54

Aku dan Kompasianival 2014 …

Seneng Utami | | 22 November 2014 | 02:18

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Seru! Beraksi bareng Komunitas di …

Kompasiana | | 19 November 2014 | 16:28


TRENDING ARTICLES

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 11 jam lalu

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 12 jam lalu

Memotret Wajah Jakarta dengan Lensa Bening …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Ckck.. Angel Lelga Jadi Wasekjen PPP …

Muslihudin El Hasan... | 15 jam lalu

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 21 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemeran Film Dokumenter Act of Killing Haram …

Handy Fernandy | 9 jam lalu

Asyiknya Wisata di TRMS Serulingmas …

Banyumas Maya | 11 jam lalu

Ajang Kompasianival Melengkapi Pertemanan …

Thamrin Dahlan | 11 jam lalu

Generasi Sandwich …

Sitti Fathimah Herd... | 11 jam lalu

Eh, Susi Nongol Lagi! …

Mbah Mupeang | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: