Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Silfiana Riyanti

Alhamdulillah Ya Robb.

Patung Liberty sebagai Simbol Liberalisme

OPINI | 27 July 2012 | 19:16 Dibaca: 1208   Komentar: 0   0

Patung Liberty, kebanggaan dan simbol Amerika. Patung Liberty di desain oleh pemahat dari Prancis. Patung Dewi kemerdekaan tersebut dipersembahkan oleh rakyat Prancis kepada rakyat Amerika, sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan Amerika yang ke 100 pada tahun 1876.

Patung Liberty sebagai simbol kebebasan pada sosok seorang perempuan mengenakan jubah yan berkibar dan mahkota lancip sambil membawa obor di tangan kanannya.

Pembentukan patung Liberty didasarkan pada kebebasan, hal ini menunjukkan bahwa salah satu nilai dari patung Liberty adalah Liberalisme. Liberalisme yang berarti bahwa kebebasan bangsa Amerika untuk memilih keyakinan dan kesejahteraan, seperti bebas dalam memilih agama, pendidikan, dan politik.

Patung Liberty juga menjadi simbol persahabatan antara Amerika dan Prancis.  Banyak orang Amerika mengambil patung Liberty sebagai salah satu semangat kebebasan. Tapi jika kita bisa melihat fakta sekarang, banyak orang menganggap bahwa orang Amerika tidak lagi konsisten dalam perjuangan untuk kebebasan atau kemerdekaan.

Nilai di Patung Liberty menjadi hilang. Keberadaan Amerika Serikat sebagai polisi dunia dikritik karena kebijakan luar negeri mereka. Amerika Serikat mencoba untuk mengontrol negara lain dan banyak orang berpikir bahwa hal itu bertentangan dengan kebebasan atau liberalisme. Amerika Serikat mengkhianati nilai kebebasan yang tercermin dalam Patung Liberty.

Dalam Patung Liberty, ada sebuah puisi yang ditulis oleh Emma Lazarus dengan judul “The New Colossus”, ini menceritakan tentang Amerika Serikat menjadi negara di mana semua orang bebas untuk mengekspresikan pendapat mereka, setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih agama mereka.

Di Amerika Serikat, para imigran dari negara lain dapat datang dengan bebas meskipun mereka memiliki perbedaan dalam bahasa, budaya, tetapi  mereka sama dalam mencapai satu mimpi, American Dream.

Puisi oleh Emma telah membuktikan bahwa patung Liberty dibangun berdasarkan nilai liberalisme dan berisi harapan dimana AS dapat terus berjuang untuk menegakkan kebebasan rakyatnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Ogah Ditinggal Relawan …

Nurul | | 23 August 2014 | 17:17

Badan Pegal di Raja Ampat, Sentuh Saja …

Dhanang Dhave | | 23 August 2014 | 12:10

Gebrakan Trio Jokowi-AHOK-Abraham Samad = …

Den Bhaghoese | | 23 August 2014 | 11:37

“Pah, Sekarang Mamah Lebih Melek Politik …

Djoel | | 23 August 2014 | 18:00

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Pilpres: Beda Prabowo & Megawati …

Mania Telo | 6 jam lalu

Sikap Partai Demokrat Pasca Keputusan MK …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Gebrakan Trio Jokowi-AHOK-Abraham Samad = …

Den Bhaghoese | 9 jam lalu

Kerusuhan 21 Agustus 2014 | Jangan Cuma …

Opa Jappy | 10 jam lalu

Hasil Dari Ahok dan KPK Obrak-abrik UJI KIR …

Thomson Cyrus | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: