Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Silfiana Riyanti

Alhamdulillah Ya Robb.

Patung Liberty sebagai Simbol Liberalisme

OPINI | 27 July 2012 | 19:16 Dibaca: 1249   Komentar: 0   0

Patung Liberty, kebanggaan dan simbol Amerika. Patung Liberty di desain oleh pemahat dari Prancis. Patung Dewi kemerdekaan tersebut dipersembahkan oleh rakyat Prancis kepada rakyat Amerika, sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan Amerika yang ke 100 pada tahun 1876.

Patung Liberty sebagai simbol kebebasan pada sosok seorang perempuan mengenakan jubah yan berkibar dan mahkota lancip sambil membawa obor di tangan kanannya.

Pembentukan patung Liberty didasarkan pada kebebasan, hal ini menunjukkan bahwa salah satu nilai dari patung Liberty adalah Liberalisme. Liberalisme yang berarti bahwa kebebasan bangsa Amerika untuk memilih keyakinan dan kesejahteraan, seperti bebas dalam memilih agama, pendidikan, dan politik.

Patung Liberty juga menjadi simbol persahabatan antara Amerika dan Prancis.  Banyak orang Amerika mengambil patung Liberty sebagai salah satu semangat kebebasan. Tapi jika kita bisa melihat fakta sekarang, banyak orang menganggap bahwa orang Amerika tidak lagi konsisten dalam perjuangan untuk kebebasan atau kemerdekaan.

Nilai di Patung Liberty menjadi hilang. Keberadaan Amerika Serikat sebagai polisi dunia dikritik karena kebijakan luar negeri mereka. Amerika Serikat mencoba untuk mengontrol negara lain dan banyak orang berpikir bahwa hal itu bertentangan dengan kebebasan atau liberalisme. Amerika Serikat mengkhianati nilai kebebasan yang tercermin dalam Patung Liberty.

Dalam Patung Liberty, ada sebuah puisi yang ditulis oleh Emma Lazarus dengan judul “The New Colossus”, ini menceritakan tentang Amerika Serikat menjadi negara di mana semua orang bebas untuk mengekspresikan pendapat mereka, setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih agama mereka.

Di Amerika Serikat, para imigran dari negara lain dapat datang dengan bebas meskipun mereka memiliki perbedaan dalam bahasa, budaya, tetapi  mereka sama dalam mencapai satu mimpi, American Dream.

Puisi oleh Emma telah membuktikan bahwa patung Liberty dibangun berdasarkan nilai liberalisme dan berisi harapan dimana AS dapat terus berjuang untuk menegakkan kebebasan rakyatnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Jangan Kacaukan Indonesiaku! …

Eki P. Sidik | 8 jam lalu

Jersey Baru, Semoga Ada Juga Prestasi Baru …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Perpuskota Jogja Menjadi Wahana Wisata …

Iis Ernawati | 9 jam lalu

Intip SDM Kesehatan era JKN : Antara …

Deasy Febriyanty | 9 jam lalu

Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Saya …

Andri Yunarko | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: