Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Foto Sejarah Indonesia Masuk Tempat Sampah di Belanda

REP | 14 August 2012 | 20:44 Dibaca: 2602   Komentar: 10   0

Indonesia akan segera merayakan hari kemerdekaannya. Hari kemerdekaan yang telah diproklamirkan oleh Ir soekarna dan Moh Hatta, pada tanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan ini tidak didapat dengan cuma-cuma. Kemerdekaan bangsa Indonesia melalui perjuangan seluruh rakyat Indonesia.

Setelah memproklamirkan kemerdekaan, ternyata tidak cukup bagi bansa ini untuk menikmati kemerdekaan, karena bangsa belanda tidak rela dan tidak mengakui kemerdekaan bangsa kita. Semboyan negara penjajah ini adalah indie veloren, ramspoed geboren (kehilangan Hindia, kelahiran malapetaka). Bangsa belanda tidak ingin Indonesia merdeka karena dengan menjajah indonesia lah bangsa mereka menjadi makmur.

Karena tidak ingin melihat negeri jajahannya merdeka, kemudian Belanda melancarkan agresi militer yaitu pada 21 juli samapai dengan 5 Agustus 1947 (agresi militer 1). Dan pada tanggal 19 desember 1947 sampai dengan 5 januari 1949 (agresi militer 2). Agresi militer ini dikenal dengan Aksi Polisionil .

Sejarah aksi  keji polisionil ini tidak diajarkan dalam kurikulum secara mendetil di negara Belanda. Sampai akhirnya fakta terungkap pada 10 Juli 2012. Pengungkapan fakta ini diawali dengan penerbitan foto-foto kekejaman belanda oleh koran VOLKS KRANT yang merupakan koran terbesar di Belanda.

Foto-foto ini ditemukan dalam tempat sampah di kota Enschede. Pada awalnya foto-foto ini dimiliki oleh seorang tentara belanda yang telah meninggal. Tentara ini dikirim ke Indonesia sebagai tentara wajib militer sebelum agresi pertama.

Dalam foto ofoto ini dapat dilihat eksekusi dari tiga pria indonesia. Mereka berdiri dengan punggung mereka menghadap kearah regu tembak yang berdiri pada sisi lain sebuah parit, foto menunjukkan momen ketika mereka ditembak. Parit dipenuhi dengan mayat-mayat orang yang dieksekusi, terlihat dari foto kedua. Pada sisi sebelah kiri anda bisa melihat dua personil militer belanda yang bisa dipastikan dari seragam mereka. Jangan meregukan keotentikan foto ini, karena telah diteliti oleh para ahli belanda.

1344933320525433809

amriawan.blogspot.com

13449337251390349766

terlihat mayat korban eksekusi (amriawan.blogspot.com)

Pengungkapan fakta ini telah membuat heboh publik belanda. Ada yang pro dan ada pula yang kontra. Sedang di Indonesia sendiri media dan pemerintah seperti tidak mengetahui berita ini.

Sebagai generasi penerus bangsa, sudah selayaknya kita menghargai para pahlawan. Tidak hanya dengan perayaan seperti panjat pinang, tarik tambang atau hanya dengan upacara bendera. Setidaknya kita harus memperjuangkan para pahlawan. Dengan menuntut ganti rugi terhadap pemerintah belanda agar keluarga korban kekerasan dan kebiadaban belanda meendapat konpensasi.

Tidak patut kita sebagai bangsa yang telah merdeka dengan penuh perjuangan merendahkan sejarah, Sejarah bangsa ini harus dihargai. Jangan diam saja ketika mengetahui sejarah kita telah masuk tempat sampah.  Rakyat belanda saja  bereaksi, kenapa kita tidak peduli?

*selamat sore kompasianer…*

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat! Surabaya Meraih Socrates Award …

Ilyani Sudardjat | | 17 April 2014 | 11:14

Warga Kecam Pemogokan Panitera …

Sutomo Paguci | | 17 April 2014 | 08:56

Fenomena Simon Santoso: Penerapan Teori XY? …

Yuniandono Achmad | | 17 April 2014 | 08:18

Sudah Dikompres tapi Masih Demam, Salahkah? …

Widhi Handayani | | 16 April 2014 | 21:59

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 10 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 10 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 10 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 11 jam lalu

Menakar Pasangan Ideal Capres - Cawapres …

Afdhal Ramadhan | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: