Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Lanka Asmar

Aktifitas sebagai Hakim dan Dosen. (www.profil-lanka.blogspot.com)

Pengadilan Agama Balige dari Dulu hingga Sekarang

OPINI | 17 August 2012 | 11:23 Dibaca: 230   Komentar: 0   0

Pengadilan Agama Balige telah berdiri pada tahun 1959. Pada zaman tersebut, Pengadilan Agama Balige masih berada di bawah naungan Departemen Agama RI. Kompetensi Relatif Pengadilan Agama Balige pada masa itu meliputi Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Dairi dan Kabupaten Samosir. Jadi pada masa itu wilayah hukum Pengadilan Agama Balige sangat luas.

Hal itu masih berlangsung hingga pada tahun 2004. Pada tahun 2004 hingga sekarang, wilayah Pengadilan Agama Balige hanya meliputi Kabupaten Toba Samosir hingga Kabupaten Samosir, karena Kabupaten lainnya udah berdiri kantor Pengadilan Agama.

Kehadiran Pengadilan Agama Balige di Kabupaten Toba Samosir memberikan nuansa tersendiri. Karena dengan kehadiran Pengadilan Agama Balige di Kabupaten Toba Samosir, dapat memberikan nuansa keislaman di Kabupaten Toba Samosir. Pada umumnya Hakim dan Pegawai Pengadilan Agama Balige banyak dilibatkan dalam aktivitas sosial di masyarakat. Diantaranya terlibat dalam organisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Daerah (Bazda),  dan Kegiatan rutin MTQ di wilayah Kabupaten Toba Samosir.

Saat sekarang ini, diantara hakimnya ada juga diperbantukan untuk mengajar di Fakultas Hukum Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Utara. Tentunya masyarakat Kabupaten Toba Samosir, dapat merasakan bahwa kehadiran Pengadilan Agama Balige dapat bermanfaat bagi mereka. Pada tahun 2011 hingga tahun 2012 Pengadilan Agama Balige juga mengalami peningkatan dalam sidang keliling dalam perkara Isbat Nikah. Karena masih banyaknya masyarakat muslim di Kabupaten Toba Samosir yang belum memiliki akta nikah. Sehingga gelar yang diberikan kepada Pengadilan Agama “ulama di mata masyarakat dan hakim di mata hukum” masih melekat bagi Pengadilan Agama Balige¬†.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hari Pusaka Dunia, Menghargai Warisan …

Puri Areta | | 19 April 2014 | 13:14

Pengakuan Mantan Murid JIS: Beberapa Guru …

Ilyani Sudardjat | | 19 April 2014 | 20:37

Kompas adalah Penunjuk Arah, Bukan Komando …

Dita Widodo | | 19 April 2014 | 21:41

Sepotong Senja di Masjid Suleeyman yang …

Rumahkayu | | 19 April 2014 | 10:05

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: