Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Dunia Masa Depan, dari Seorang yang Bisa Melihat Masa Depan (Refleksi Sebab Akibat dari Keangkuhan Manusia)

OPINI | 21 August 2012 | 16:49 Dibaca: 4044   Komentar: 2   3

1345524512449006652

Tulisan ini hanyalah sekedar oret-oret tentang cerita seorang yang saya hormati , seorang manusia yang pernah dilahirkan didunia ini yang diberi kelebihan melihat masa depan. Hanyalah sekedar tulisan tentang manusia dengan perbuatannya , keunggulannya, dan kemunafikannya……

Sejarah mencatat, dunia mengalami 2 kali perang besar mulai dari perang dunia I dan disusul dengan Perang dunia ke II. Jutaan orang di muka bumi ini menjadi korban keganasan kedua Perang tersebut.

Semua bermula di Belahan dunia bagian barat, yang memang keturunan bangsa bar-bar, yang mempunyai nafsu dan kehendak untuk menguasai dunia dengan segala cara. Nafsu inilah yang menimbulkan keangkuhan bahwa diri mereka lebih kuat dari bangsa-bangsa lainnya.

Sejarahpun mencatat, kehancuran dari nafsu mereka , menusuk mereka sendiri, korban dan kerugian  lebih banyak mereka tanggung sendiri. Itulah konsekwensi yang mereka tanggung atas sifat-sifat bar-bar mereka.

Sejarahpun mencatat sifat-sifat rakus mereka untuk menguasai wilayah-wilayah lain untuk memenuhi kebutuhan mereka, dengan sifat “PENJAJAH”. Hampir seluruh belahan dunia ini telah merasakan sifat-sifat bar-bar mereka, negeri-negeri yang tadinya damai dan makmur dibuat rusak dan hancur, ini terjadi berulang-ulang, sampai saat ini.

Kerakusan dan ketamakan mereka menimbulkan penderitaan bangsa-bangsa lain, di Asia, Arab dan Bangsa-bangsa Afrika. Sifat-sifat bar-bar mereka menjadikan dunia ini  tidak aman, konflik-konflik terjadi diseluruh dunia. Mereka tidak ingin kawasan lain damai dan tentram. Mereka selalu iri kalau ada wilayah kaya dan damai, berusaha dengan segala cara menguasai dan merusaknya.

Sejarah selalu berulang, kejadian kolonisasi berulang dan berulang, sampai saat ini. Sifat-sifat bar-bar mereka masih tetap mendominasi, walau terlihat sepertinya lebih beradab, perkepribadian lebih baik dari bangsa manapun, tetapi sejatinya hatinya sadis dan tidak berprikemanusiaan. Nyawa bangsa lain tidak ada artinya buat mereka, tetapi nyawa mereka sangat berarti.

Bangsa-bangsa lain hanya menjadi obyek penderita, sementara mereka menjadi pelaku dan dalang dari seluruh kejadian yang terjadi dimuka bumi ini.

Mereka mengaku pembela HAM dan keadilan, walau sejatinya pembelaan itu hanyalah buat bangsa lain, tapi bila terjadi di diri mereka , dianggap pembenaran untuk keadilan. Walau begitu mereka tetap takut apabila ada negara-negara lain lebih kuat, dengan segala cara dihancurkan tentunya dengan menghembus isu-isu yang tidak benar, sebagai jalan untuk bisa masuk dan menghancurkannya. Itu yang terjadi di Irak, Afghanistan, negara-negara Afrika.

Sifat serakah negara-negara itu menjadikan tatanan dunia ini diatur dalam skenario mereka, semua hanya untuk keuntungan dan kemenangan mereka. Adalah sangat terhina mereka apabila kalah dengan bangsa lain diluar RAS ARIA mereka. Jaman tahun 60an Indonesia pernah mengalaminya, ketika peristiwa perebutan Irian Barat. Amerika melihat Belanda yang didukung barat, kalah dalam persenjataan dan kekuatan secara militer, baik di udara, darat dan lautan.

Indonesia pada waktu itu dalam posisi menang strategi perang, Irian Barat akan jatuh dalam waktu singkat bila terjadi peperangan frontal dengan belanda walau didukung bangsa eropa. Amerika melihat itu, semua posisi strategis peperangan dimenangkan Indonesia. Adalah sangat terhina bangsa Aria bila kalah perang dengan bangsa Asia yang dianggap kastanya di bawah mereka.

Tatanan dunia akan selalu seperti ini, bangsa - bangsa barat, merasa lebih superior, dari bangsa-bangsa lain, yang akhirnya konflik-konflik terjadi karena ulah mereka.

Zaman Awan hitam

Sifat merasa lebih tinggi menimbulkan keangkuhan luar biasa, yang tentunya suatu saat akan menimbulkan perlawanan terhadap mereka. Walau begitu mereka tetap tidak bisa satu, masing-masing punya kepentingan sendiri-sendiri. Inilah yang menimbulkan potensi terjadinya peperangan di antara mereka sendiri untuk merebut pengaruh wilayah kekuasaan. Hal ini terjadi di PD I maupun PD II. Kejadian sejarah akan berulang dan senantiasa berulang,, pada saat zaman mencapai teknologi yang sangat tinggi, memungkinkan terciptanya senjata-senjata pemusnah massal yaang sangat merusak dan luar biasa ditakuti.

Eropa terjadi pertempuran hebat diantara mereka, yang menyebabkan eropa hancur lebur, yang tentunya melibatkan amerika yang terseret didalam perkelahian itu. Benua eropa sangat tercemar yang tidak mungkin lagi didiami oleh manusia, sementara efek dari peperangan tersebut menyebar keseluruh dunia. Seluruh belahan bumi sangat tercemar dan tidak layak di huni, hujan asam yang berbahaya bagi makhluk hidup, demikian juga laut, air permukaan dan air tanah di bumi sangat beracun.

Seluruh tanaman yang ada beracun, udarapun beracun, tidak ada lain manusia berusaha membangun lingkungan yang tertutup dari dunia luar. Bangunan-bangunan di rancang tertutup.

Komunikasi antar manusia, melalui tekhnologi pada masa itu. Perjalanan antar manusia mirip mesin Transporter di Film Star Trek, hanya masuk dalam satu tabung, mereka bisa pergi ke tokyo, washinton,beijing, bangkok, jakarta. ( eropa tidak ada sudah hancur lebur dan tenggelam )

Sifat manusia yang individualistis tercemin masa itu, mereka hanya bergerak dalam ruangan terbatas, dengan kelengkapan hidup yang serba ada. Aktifitas fisik sangat terbatas, sehingga tubuh mereka mengalami perubahan, karena aktifitas banyak memakai otak menjadikan benuk kepala lebih besar dari pada manusia sekarang, demikian juga aktifitas utama tidak jauh dari nafsu sex, sehingga bentuk” Maaf ” kelamin mereka jauh lebih besar.

Tangan dan kaki karena jarang digunakan menjadi lebih kecil dan kurus..dan bentuk perut yang membuncit.

Fasilitas dalam ruangan mereka sangat lengkap, apa saja ada, jadi tidak atau jarang berpergian dari ruangan. Makanan terdiri dari 2 pil yaitu warna putih dan Hijau, yang sangat cukup untuk nutrisi dan gizi mereka. Setiap hari mereka menkonsumsi 2 pil tersebut, warna hijau berasal dari makanan ciptaan manusia sementara warna putih merupaka recycle dari tubuh manusia yang mati.

Untuk kebutuhan air, karena seluruh air dimuka bumi sudah tercemar, tidak dapat dipakai untuk konsumsi manusia. Kebutuhan akan air merupakan recycle dari air seni mereka. Kehidupan mereka sangat praktis dan efisien.

Demikian gambaran dunia masa depan semoga menjadi pelajaran bagi yang mengerti akan manfaat menjaga kedamaian dunia dan alam ini.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bila Gagal Lulus UN …

Sayidah Rohmah | | 16 April 2014 | 10:34

Menebar Rimpang Jahe Menuai Rupiah Sebuah …

Singgih Swasono | | 16 April 2014 | 09:28

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 6 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 7 jam lalu

ILC dan Rakyat yang Mata Duitan …

Jonny Hutahaean | 8 jam lalu

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: