Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Rayyan Sugangga

script manent, verba volant

Deklarasi/Pesan Amman (The Amman Message)

REP | 27 August 2012 | 22:45 Dibaca: 732   Komentar: 0   0

Banyak sekali usaha yang dilakukan agar Umat Muslim tidak terpecah belah hanya karena masalah perbedaan mazhab atau aliran.

Salah satu usaha bersama yang dilakukan dan terkini adalah melalui Piagam/Deklarasi Amman (The Amman Message) pada tahun 2006.

Dipelopori oleh H. M. King  Abdullah II bin Al-Hussein (Raja Yordania), beliau mengadakan Konferensi Islam Internasional yang saat itu dihadiri oleh 200 tokoh atau ulama Islam dari 50 negara.

Berikut resumenya,

Poin diskusi konferensi hanya ada 3 (tiga) yaitu :

(1) Siapakah seorang Muslim itu?

(2) Apakah boleh menyatakan seseorang sebagai seorang murtad (takfir)?

(3) Siapa yang memiliki hak-hak untuk mengeluarkan fatwa (ketetapan hukum)?

Dari hasil diskusi konferensi, Para ulama/tokoh Islam mengeluarkan keputusan tentang tiga poin diatas, yang kemudian dikenal sebagai Tiga Poin dalam Deklarasi Amman (’Three Points of the Amman Message’), yang menyatakan bahwa :

1) Pengakuan terhadap keabsahan kedelapan mazhab Sunni, Shiah dan Ibadhi Islam; teologi Islam tradisional (Ash’arisme); Mistisisme Islam (Sufisme); dan pemikiran Salafi sejati, dan berhasil membuat definisi yang tepat tentang siapa gerangan Muslim.

2) Berdasarkan definisi (muslim) ini, diharamkan takfir (pernyataan kemurtadan seseorang) antara sesama Muslim.

3) Ditetapkan prasyarat-prasyarat subyektif dan obyektif pengeluaran fatwa untuk melawan ketetapan-ketetapan bodoh dan tidak sah yang mengatasnamakan Islam.

Deklarasi Amman & Tiga poin diatas, hingga saat ini sudah disepakati/ditandatangani 552 ulama/tokoh agama dari 84 negara, termasuk oleh Raja Arab Saudi, dan perwakilan dari negara lain seperti Iran, Irak, Sudan, Bahrain, Afganistan, Qatar, Brunei Darussalam, Perancis, India, Malaysia, Singapura, Thailand, dan negara-negara lainnya termasuk dari Indonesia yaitu oleh :

  1. H. E. Dr. Alawi bin Shihab (Coordinating Minister for People’s Welfare and Special Envoy of the President)
  2. Dr. Muhammad Maftuh Basyuni (Minister of Religious Affairs)
  3. Dr. Tutty Alawiyah (President, Al-Shafi‘i Islamic University)
  4. Amb. Rabhan Abd Al-Wahhab (Ambassador of the Republic of Indonesia to the Hashemite Kingdom of Jordan)
  5. Shaykh Al-Hajj Ahmad Hashim Muzadi (Chairman of the Central Board of Nahdlatul Ulama, Indonesia)
  6. Shaykh Rozy Munir (Vice-Chairman of the Central Board of Nahdlatul Ulama, Indonesia)
  7. Mr. Muhamad Iqbal Sullam (International Conference of Islamic Scholars, Indonesia)
  8. Dr. Muhammad Masyuri Naim (Professor, Islamic University)
  9. Prof. Dr. M. Din Syamsuddin (Chairman of Muhammadiyah)

Untuk Isi deklarasi & daftar penandatangan lengkap bisa diakses dan didownload di www.ammanmessage.com/ .

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membuat KTP Baru, Bisa Jadi Dalam Sehari! …

Seneng | | 22 October 2014 | 10:00

Bola Lampu Pijar, 135 Tahun Penemuan yang …

Necholas David | | 22 October 2014 | 08:19

Nangkring “Special” bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:44

FFI, Hajat Insan Film yang Tersandera Tender …

Herman Wijaya | | 22 October 2014 | 14:35

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Calon Menteri yang Gagal Lolos …

Mafruhin | 7 jam lalu

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 7 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 7 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 8 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Bukti Handphone Mahal itu Nggak Awet …

Ervipi | 8 jam lalu

V2 a.k.a Voynich Virus (part 30) …

Ando Ajo | 8 jam lalu

Indonesia Itu Pluralis Bukan Agamis …

Abdul Haris | 8 jam lalu

Rahasia Tulisan Jadi Headline …

Mauliah Mulkin | 8 jam lalu

Mengapa Jokowi Minta Pertimbangan KPK? …

Slamet Dunia Akhira... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: