Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Sejarah singkat bahasa indonesia

FIKSI | 01 September 2012 | 02:48 Dibaca: 10543   Komentar: 0   1

Sebagai warga negara indonesia mungkin hanya sebagian yang mengenal seluk-beluk tentang bahasa indonesia, sedangkan yang lain hanya mengenal bahasanya saja tanpa mengenal bagaimana sejarah dan perkembangan bahasa indonesia, seperti saya orang desa yang tidak tau apa-apa dan jauh dari lingkungan sekolah kalau tidak berusaha untuk mencari tau. Tapi alhamdulillah dari keinginan hati saya untuk mempelajari bahasa indonesia kini saya jadi mengerti dan tidak terlalu buta akan seluk beluk bahasa indonesi di tanah air.

Segala sesuatu pasti ada permulaan,termasuk bahasa indonesia, kapan bahasa indonesia mulai di pergunakan dan di akui negara?.menurut pengetahuan saya yang saya baca dari berbagai sumber bahasa indonesia di lahirkan pada tahun 1928 tepatnya tanggal 28 oktober 1928. Pada waktu itu para pemuda indonesia dari berbagai pelosok sabang sampai merauke berkumpul dalam satu tekad dan berikrar pertama. Bertumpah darah yang satu, tanah indonesia, kedua. Berbangsa yang satu, bangsa indonesia, tiga. Menjunjung bahasa persatuan, bahasa indonesia. Ikrar ini di sebut ikrar sumpah pemuda.

Kalau kita lihat pada unsur ketiga sumpah pemuda di atas, bahasa indonesia merupakan bahasa kesatuan Mulai dari sabang sampai merauke. Dari tahun itulah bahasa indonesia di kukuhkan sebagai bahasa nasional. Warga negara indonesia di anjurkan untuk menggunakan bahasa indonesia dalam sehari-harinya terutama warga kota-kota besar. Namun bahasa indonesia mulai di resmikan dan di sahkan sebagai bahasa negara pada tanggal 18 agustus 1945 setelah pembacaan teks proklamasi karena pada saat itu UUD 1945 di sahkan sebagai negara republik indonesia. Dalam UUD tersebut di sebutkan bahwa bahasa resmi negara adalah bahasa indonesia.

Menurut hemat saya bahasa indonesia berakar dari bahasa melayu. Dalam konggres bahasa indonesia di medan tahun 1945 menyatakan beberapa pernyataan di antaranya bahwa bahasa indonesia di adopsi dari bahasa melayu, bahasa indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa melayu yang sejak zaman dahulu sudah di gunakan oleh para leluhur kita sebagai bahasa perhubungan. Bukan hanya di nusantara saja melainkan hampir di seluruh kawasan asia tenggara, mereka menggunakan bahasa itu yang meliputi negara malasyia, brunaidarusalam,filipina dll.

Dan dalam indonesia sendiri bahasa melayu di pakai sebagai bahasa kebudayaan pada zaman raja Sriwijaya yaitu sebagai bahasa pelajaran agama budha dan bahasa buku. Di samping itu bahasa melayu juga di gunakan sebagai bahasa perhubungan antar suku, antar wilayah dan antar pedagang luar yang melintas ke nusantara.

Seiring kemajuan zaman, bahasa melayu tumbuh dan berkembang dengan pesat di nusantara dan mulai di gunakan di berbagai wilayah di nusantara, terutama kota-besar seperti surabaya, jakarta, yogyakarta, semarang, palembang, kalimantan dan lain sebagainya.

Pertumauhan dan perkembangan bahasa melayu di wilayah nusantara mempengaruhi dan mendorong rasa persaudaraan dan persatuan antar suku, kota, wilayah di nusantara. Dan para pemuda dari berbagai wilayah yang tergabung dalam perkumpula-perkumpulan yang sedang bangkit mulai resmi dalam berkomunikasi menggunakan bahasa melayu yang kini menjadi bahasa indonesia yang menjadi bahasa persatuan negara republik indonesia.

Dan bangkitnya nasional waktu itu telah mendorong dan menggugah seluruh warga indonesi menggunakan bahasa indonesia. Dan peran kegiatan politik, persuratkabaran, perdagangan dan majalah sangat besar sekali dalam memoderenkan bahasa indonesi di tanah air kita republik indonesia.

Dan bahasa indonesia yang kita pakai selama ini telah menjadi jati diri kita sebagai bangsa indonesi. Oleh karena itu kita wajib menjaga dan melestarikan bahasa indonesia sesuai konsep bahasa indonesia itu sendiri. Mari kita ajarkan kepada anak cucu bangsa tentang bahasa indonesia agar mereka lebih mengenal siapakah kita dan bahasa indonesia sebenarnya.

Untuk kompasioner mohon di nilai dan di komen oye..dan untuk dewan juri saya serahkan sepenuhnya. sebelumnya saya ucapkan banyak trimakasih karena telah menilai tulisan bagus ini menurut ukuran saya sendiri, entah mereka. bagus atau tidaknya itu tergantung mereka yang menilai.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Pungutan di Sekolah: Komite Sekolah Punya …

Herlina Butar-butar | | 23 November 2014 | 22:08

Masyarakat Kampung Ini Belum Mengenal KIS, …

Muhammad | | 23 November 2014 | 22:43

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 15 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 15 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 15 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 16 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Penerbitan Sertifikat Keahlian Pelaut (COP) …

Daniel Ferdinand | 10 jam lalu

[Cerbung] Cygnus #1 …

Lizz | 10 jam lalu

Transformasi UU Perkawinan, Menuju Pengakuan …

Ferril Irham Muzaki | 11 jam lalu

Jaringan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong …

Ida Royani | 11 jam lalu

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: