Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Garahita

keeping smile in my face although inside i feel like dying, just for the sake selengkapnya

Jaring Laba-laba

REP | 14 September 2012 | 17:30 Dibaca: 234   Komentar: 0   0

Menemukan kembali sebuah folder yang sempat dikira hilang, dan ternyata semua data-data di dalam folder itu masih tersimpan dengan rapi, nyaris tidak tersentuh malah, folder ini kuberi nama jaring laba-laba. mengapa harus jaring laba-laba?

Jaring laba-laba adalah sebuah penentu kehidupan dalam sebuah tempat, masihkah ia hangat didiami, atau telah lama dingin ditinggalkan.

Folder ini berisi banyak mimpi-mimpi selama masa putih abu-abu 4 tahun yang lalu. Tiba-tiba ada sesuatu yang menggerakan kursor ini untuk memainkan salah satu video yang tersimpan di dalam folder itu. Video itu mungkin bukan film pertama yang ada, tapi film itu menyimpan banyak kenangan, semuanya jadi terasa baru kemarin kami harus pulang malam untuk mengambil take ruangan kelas, lari-lari di luar sekolah demi mengejar artis pensi sekolah kami waktu itu dan harus mengalami crash pada komputer yang tidak mampu memutar take-take film dikarenakan komputer yang sudah terlalu tua.

Film yang kami buat itu memang masih sangat jauh dari bagus, amburadul malah, tapi banyak nilai-nilai lain yang sangat berharga. Harusnya kami terus mengingat bagaimana semangatnya kami dalam mengambil take-take dalam film itu, bagaimana sulitnya mengatur waktu agar semua timingnya terasa tepat, bagaimana semuanya lebih indah kalau didasarkan ketulusan.

Film itu memang kami buat untuk memenuhi tugas Seni Budaya, tapi siapa yang sangka ternyata film itu membuatku kembali mengingat bahwa setiap wujud barang, entah itu hanya sebuah foto ataupun video merupakan salah satu nilai historis hidup kita sendiri, merupakan sejarah diri sendiri yang membentuk kita menjadi diri kita yang sekarang, mungkin hanya ada 2 hal yang bisa kita lakukan untuk menghargai sejarah diri kita sendiri, membersihkan jaring laba-laba itu, kemudian mengapresiasi apa yang telah terjadi atau membiarkan jaring laba-laba itu tetap pada tempatnya.

14 September 2012

Di Balkon Kampus, sambil merenungi topik Proyek Akhir

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Secuil dari Acara Kompasiana Nangkring …

Find Leilla | | 28 March 2015 | 21:31

[kampretjebul4] Pasar Lanang dan Pasar Wedok …

Nanang Diyanto | | 28 March 2015 | 21:01

Daftar dan Tonton KompasianaTV di …

Kompasiana | | 13 February 2015 | 14:17

Warna-warni Devia Sherly dan Kolaborasi Tiga …

Alvidhiansyah Putra... | | 28 March 2015 | 17:47

[Blog&Photo Competition] Saatnya Non …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48


TRENDING ARTICLES

Belajar dari Olga Syahputra, Sukses Muda …

Pakde Kartono | 5 jam lalu

Mengapa Kamu Tidak Berjilbab? …

Feby Indirani | 10 jam lalu

“Evan Dimas Adalah Fotokopi Xavi ”Aji …

Attar Musharih | 11 jam lalu

ARB Prahara Bagi Golkar …

Restoe Bumi Victori... | 15 jam lalu

Dari BBM Naik, Pemerintah Ambil Dana Rakyat …

Ashwin Pulungan | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: