Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Gilang Ajiputra

Mahasiswa FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Komisaris GMNI FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Apa Sebenarnya Penyebab Kekalahan Jerman di Perang Dunia II?

OPINI | 30 September 2012 | 15:14 Dibaca: 26792   Komentar: 23   4

sumber: wikimedia.org

sumber: wikimedia.org

Nazi Jerman, adalah sebuah partai politik berhaluan kanan, ultranasionalis, yang sebenarnya memiliki nama asli National Sozialistische Deucth Arbeiter Partei, yang dalam bahasa Indonesia berarti “Partai Buruh Nasional-Sosialis Jerman”. Nazi berkuasa sejak memenagkan pemilu secara demokratis pada tahun 1933, dan naiknya Adolf Hitler menjadi kanselir Jerman pada tahun 1934. Sejak Nazi berkuasa mereka memiliki misi untuk mengembalikan kejayaan Jerman yang porak-poranda akibat Perjanjian Versailles (1919), pasca kalahnya Jerman pada Perang Dunia I, dan Hitler berambisi untuk mengembalikan kejayaan Jerman yang “dikebiri” oleh Sekutu, dengan menyerang Danzig, sebuah kota kecil di Polandia, yang nantinya akan mengawali sejarah paling berdarah didunia, Perang Dunia II.

Sejak dulu Jerman terkenal akan kehebatannya dalam pertempuran, banyak teknologi perang modern yang awalnya berasal dari Jerman. Di era Kaisar Wilhelm II, Jerman adalah salah satu dari 4 dinasti yang masih berdiri sejak era Perang Salib, bersama Ottoman dan Hohenzolern, Jerman menggabungkan diri dalam kubu Sentral melawan Sekutu yang seperti biasa dimotori Amerika, Inggris, dan Perancis. Perang Dunia I, hanya berlangsung 4 tahun (1914-1918), karena jumlah yang tidak seimbang, Blok Sentral pun kalah. Kalahya Jerman, memaksa Jerman merubah bentuk negara menjadi republik, angkatan perangnya dipangkas dan mengganti seluruh kerugian perang, akhirnya munculah berbagai macam partai, dan masing-masing partai memiliki sayap militer dan sering terlibat bentrokan berdarah. Singkat cerita, Hitler yang memenangi pemilu tahun 1934, langsung menghapus semua partai dan merevitalisasi angkatan perang Jerman, pelbagai macam senjata tangguh, canggih, dan modern lahir dari Industri Jerman, namun tak berhimbas pada akhir perang, tetap Jerman menjadi pecundang dan semua karyanya diambil oleh para pemenang, berikut contohnya:

Roket V1

Roket ini adalah senjata kendali jarak jauh dan “pesawat tanpa awak” pertama kali didunia, atau sering disebut “bom terbang” karena desainnya yang menyerupai pesawat. Roket ini didesain oleh Robert Lusser, bom dengan jarak jangkau 250 km ini mampu memporak porandakan London, ibukota Inggris pada tahun 1941.

Roket V2

Senjata inilah pelopor dari roket luar angkasa yang kita kenal untuk observasi antariksa, seperti Sputnik dan Apollo. dan senjata rudal balistik antar benua.  Didesain khusus oleh Wehner Von Braun seorang ilmuwan Jerman. Rocket ini mampu mencapai jarak 320 km. Setelah Jerman kalah, Von Braun dibawa ke Amerika untuk membangun roket Apollo, sementara cetak biru roket tersebut yang ada di Berlin, jatuh ke tangan Uni Soviet yang nantinya akan menjadi Sputnik yang akan mengawali Perang Dingin dalam bidang antariksa.

Senapan Mesin-Sub MP40

Senjata jenis sub-machine gun yang paling lazim digunakan Wehmacth, didesain oleh Heinrich Vollmer. Senjata ini kecil dan efektif saat terjadi pertempuran jarak dekat. Setelah perang Amerika mencuri desain senjata ini dan mengembangkannya menjadi berbagai varian SMG yang kita kenal sekarang.

Senapan Serbu STG44

Adalah “bapaknya” senapan serbu dunia, didesain oleh perusahaan C. G. Haenel Waffen und Fahrradfabrik CITEFA. Awalnya senjata ini bernama MP44, namun Hitler lebih suka menyebutnya Sturmgewehr44 (STG44). Pada akhir perang Amerika membawa senjata ini dan mengembanggkan senapan serbunya sendiri, sebut saja M-4, M-16, dan berbagai varian Assault rifle lain, sementara di Uni Soviet, senjata ini diproduksi ulang oleh Kalashnikov (1947), menjadi Avtomat Kalashnikova atau lazim disebut AK47.

Pesawat Jet Messerschmitt Me 262 Schwalbe

Adalah pesawat tempur bermesin jet pertama didunia, didesain oleh Perusahaan Messerschmitt. Pertama kali terbang pada tahun 18 Juli 1942. Setelah perang usai, kembali Amerika dan Soviet membawa pesawat ini ke negaranya masing-masing untuk dikembangkan, akhirnya Amerika menelurkan varian Fighter dan Soviet memproduksi Mirage dan Sukhoi.

Kapal Selam U-Boat

Kapal selam U-Boat (Undersea Boat) adalah kapal selam dengan senjata pertama didunia, sudah diproduksi sejak 1910, jauh sebelum Perang Dunia II. Namun kini divisi kapal selam tercanggih adalah milik Amerika Serikat sebutlah salah satunya USS Virginia yang ikut memporak-porandakan Irak dalam Perang Teluk.

Tank Tiger

Adalah tank kebanggaan Jerman, banyak tentara Sekutu dan Soviet yang mengalami “tigerphobia”, karena lapisan baja “harimau” seberat 68 ton ini tak mampu dihancurkan Tank Sherman milik Amerika dan T-34 milik Soviet. Setelah perang usai, Amerika dan Soviet kembali lagi mencuri tank ini, dan akhirnya lahirlah Tank Paladin dari Amerika dan T-80 dari Soviet.

Panzer Puma Schwerer Panzerspähwagen

Adalah kendaraan tempur ringan milik Jerman yang merupakan cikal bakal panzer diselurih dunia, termasuk Panzer Anoa produksi PINDAD adalah salah satunya.

Itulah berbagai teknologi Jerman yang canggih dan merupakan generasi pertama dalam seni perang modern. Pertanyaannya adalah, jika Jerman memiliki sederet teknologi persenjataan yang muktahir, mengapa Jerman bisa kalah total? Bahkan konspirasi pembunuhan Hitler yang dikenal dengan Plot 20 Juli pun dapat dihentikan. Mengapa dengan sederet senjata yang merata disemua angkatan perang Jerman tidak dapat menahan laju tentara Sekutu dan Soviet? Dan cara mati, Hitler dan Eva, yang menurut saya ganjil, karena Hitler mati dengan menembak kepala dan Eva meminum sianida, jika bunuh diri bersama seharusnya dengan cara yang sama.  Jika para Kompasianer memiliki jawaban dan argumen yang dapat menjawab pertanyaan saya ini, mohon tanggapannya. Apa sebenarnya penyebab kekalahan Jerman dalam Perang Dunia II?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Forest Mind: Menikmati Lukisan di Tengah …

Didik Djunaedi | | 22 October 2014 | 22:20

Happy Birthday Kompasiana …

Syukri Muhammad Syu... | | 22 October 2014 | 18:24

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Ngaku Kompasianer Langsung Diterima Kerja …

Novaly Rushans | | 22 October 2014 | 07:36

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 8 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 8 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 9 jam lalu

MH370 Hampir Pasti akan Ditemukan …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Waspada Scammer di Linkedin, Temanku Salah …

Fey Down | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | 12 jam lalu

Apakah Arti Nama Mobil (Idaman) Anda? …

Irawan | 13 jam lalu

Belajar Tertib Itu Mudah (Episode Piring …

Yuni Astuti | 13 jam lalu

Forest Mind: Menikmati Lukisan di Tengah …

Didik Djunaedi | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: