Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Ay_satriya Tinarbuka

Mahasiswa abadi jurusan Filsafat Sastra Mesin di kampus kehidupan ... :D

Pembunuhan Massal Bukti Kesaktian Pancasila?

OPINI | 01 October 2012 | 01:59 Dibaca: 427   Komentar: 4   2

Apakah demi menunjukkan kesaktian Pancasila maka kita harus menutup mata terhadap pembantaian yang melanggar sila kedua, “Kemanusiaan yang adil dan beradab”?

Apakah karena kita adalah negara hukum sehingga kita cukup menggunakan Sila Pertama Pancasila sebagai dasar pembantaian kaum komunis, tanpa mensinkronkan dengan sila-sila lainnya?

Kupikir Pancasila adalah sebuah ideologi sehingga seluruh sila harus tercermin dalam setiap pikiran, ucapan dan tindakan. Tidak cuma diambil satu-satu layaknya pengacara dan jaksa mengutip KUHP.

Aku engga pengen punya pikiran bahwa “Mengingkari kebiadaban bangsa sendiri adalah membohongi bangsa sendiri”. ┬áLagian, klo kiat mau jujur mempelajari proses kebiadaban pembantaian PKI, kita punya peluang untuk memahami potensi radikal bangsa kita sendiri. Sehingga kita bisa menyusun program-program untuk menangkal radikalisasi tersebut.

Mengapa kasus pertanahan bisa berujung pada pembantaian seperti terjadi di Sumatera? Apakah penyusun kebijakan Reformasi Agraria sudah pernah membaca sejarah bagaimana PKI merebut lahan para Tuan Tanah, kemudian bagaimana masyarakat non-PKI membalas kelakuan PKI tersebut? Jika tidak memahaminya maka para penyusun kebijakan tidak sadar betapa sensitif urusan lahan. Wajar saja kalo urusan tanah jadi berdarah-darah.

Jangan sampai justru pihak lain yang mempelajarinya, sehingga pihak lain berpeluang mengulang kembali kebiadaban tersebut ….

Kebenaran sejarah itu penting.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: