Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Ay_satriya Tinarbuka

Mahasiswa abadi jurusan Filsafat Sastra Mesin di kampus kehidupan ... :D

Pembunuhan Massal Bukti Kesaktian Pancasila?

OPINI | 01 October 2012 | 01:59 Dibaca: 436   Komentar: 4   2

Apakah demi menunjukkan kesaktian Pancasila maka kita harus menutup mata terhadap pembantaian yang melanggar sila kedua, “Kemanusiaan yang adil dan beradab”?

Apakah karena kita adalah negara hukum sehingga kita cukup menggunakan Sila Pertama Pancasila sebagai dasar pembantaian kaum komunis, tanpa mensinkronkan dengan sila-sila lainnya?

Kupikir Pancasila adalah sebuah ideologi sehingga seluruh sila harus tercermin dalam setiap pikiran, ucapan dan tindakan. Tidak cuma diambil satu-satu layaknya pengacara dan jaksa mengutip KUHP.

Aku engga pengen punya pikiran bahwa “Mengingkari kebiadaban bangsa sendiri adalah membohongi bangsa sendiri”. ┬áLagian, klo kiat mau jujur mempelajari proses kebiadaban pembantaian PKI, kita punya peluang untuk memahami potensi radikal bangsa kita sendiri. Sehingga kita bisa menyusun program-program untuk menangkal radikalisasi tersebut.

Mengapa kasus pertanahan bisa berujung pada pembantaian seperti terjadi di Sumatera? Apakah penyusun kebijakan Reformasi Agraria sudah pernah membaca sejarah bagaimana PKI merebut lahan para Tuan Tanah, kemudian bagaimana masyarakat non-PKI membalas kelakuan PKI tersebut? Jika tidak memahaminya maka para penyusun kebijakan tidak sadar betapa sensitif urusan lahan. Wajar saja kalo urusan tanah jadi berdarah-darah.

Jangan sampai justru pihak lain yang mempelajarinya, sehingga pihak lain berpeluang mengulang kembali kebiadaban tersebut ….

Kebenaran sejarah itu penting.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sudah Saatnya Dokter Membuang Hidroquinon …

Dainsyah Vormula Da... | | 04 May 2015 | 07:44

Tips Betah Lama di Kompasiana: Tekun, Sabar, …

Gaganawati | | 04 May 2015 | 19:17

Kalau Bisa Ditutup Kenapa Dibiarkan Terbuka? …

Sugianti Bisri | | 04 May 2015 | 20:08

Kepada Gerimis …

Handy Pranowo | | 04 May 2015 | 20:36

Blog Competition “Keriaan KAA …

Kompasiana | | 22 April 2015 | 16:49


TRENDING ARTICLES

Lakon Mayweather dan Kritik Atas Tinju …

S Aji | 11 jam lalu

Mei, Bulan Sibuknya FIFA… Apalagi …

Achmad Suwefi | 13 jam lalu

Saya (Masih) Percaya Polisi, Ini Alasannya …

Aldy M. Aripin | 13 jam lalu

Prof Yusril Memutus Rantai Cinta Segitiga …

Sri Mulyono | 19 jam lalu

Sisi Lain Prestasi Walkot Bandung Ridwan …

Ashwin Pulungan | 19 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: