Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Cerita tentang PKI

OPINI | 02 October 2012 | 15:26 Dibaca: 19480   Komentar: 22   6

Hammer and sickle.svg

ilustrasi wikopedia

Apa yang ada di gambaran kita tentang PKI? seberapa benar tahukah kita tentang PKI? sebelum mengetahui tentang PKI sudah tahukah kita tentang sejarah Presiden Pertama kita? Bagaimana saat pergeseran pemimpin presiden pertama yang selalu di puja kini nasibnya tak ubahnya seperti presiden ke dua dicela dan dihina. Namun seiringnya masa kerinduaan akan orang-orang besar pemimpin bangsa akan selalu terjadi, bahwa kejelekan, kesalahan melangkah adalah secuil dari jasa-jasa besar mereka untuk bangsa ini.

Lambang kebesaan PKI adalah Palu Arit, yang berarti partai rakyat kecil, sehingga perkembangannya lebih besar di pedesaan. Dengan iming-iming memberikan tanah, PKI mengajak orang-orang kecil bergabung dan berjanji memajukan para petani.

Paham sosial komunis terlahir karena ketidak setujuannya dengan paham kapitalis, sehingga tanah pki di dapat dari para tuan tanah serta orang-orang kaya dikala itu, mereka beranggapan “kamu terlalu banyak memiliki tanah seharusnya di bagi untuk yang tidak punya”. Perebutan tanah sendiri biasa terjadi dimalam hari, dengan bersenjatakan clurit maupun arit serta pacul, ratusan orang datang ke suatu desa kemudian dengan semena-mena menanami tanah milik orang lain, tanah milik pemerintahpun tak luput dari perebutan. Dari kejahuan kedatangan rombongan PKI yang akan merebut tanah sudah diketahui masyarakat, mereka akan lari kerumah dan menutup pintu rapat-rapat, mengintip pun tidak ada yang berani, secara serentak mereka menyanyikan lagu genjer-genjer yang begitu menggema di malam yang sunyi.

Nafsu Soekarno

Seperti yang kita tahu di zaman itu ada istilah “ganyang malaysia”. Begitu nafsunya soekarno ingin memluluh lantahkan malaysia agar tidak congkak, agar nama indonesia tidak di buat main-main, Akan tetapi beberapa jendral di angkatan Darat merasa tidak yakin akan memenangkan pertempuran melawan ingris, disamping itu para jendral juga takut untuk mengatakan tidak, takut soekarno akan mengamuk. akibatnya pertempuran yang terjadi di perbatasan hanya setengah hati, tidak sepenuh jiwa. Dampaknya pun sangat fatal, banyak korban dari indonesia karena yang dihadapi adalah tim khusus dari ingris dan australia yang sekelas dengan kopasus, sementara indonesia  walau banyak tetapi kebanyakan adalah sukarelawan yang hanya bermodal nekat tanpa pelatihan khusus.

Soekarno merasa dilecehkan kemudian merangkul PKI. bagi Soekarno malaysia adalah musuh nomor satu. Di pemerintahan musuh terbesar PKI adalah Angkatan Darat, ketika merasa Soekarno di hianati beberapa prajurit bergabung dengan PKI mereka merasa kecewa, mereka menganggap para jendral pengecut tidak berani melawan malaysia.

Kebencian pada PKI

Jika dikalangan pemerintah musuh terbesar adalah Angkatan Darat, untuk kalangan masyarakat musuh terbesar adalah umat islam. Karena perilaku PKI tidak sedap di pandang, bagaimana tidak mereka berpesta pora mabuk-mabukan di jalanan, melakukan tari telanjang pria dan wanita, istrimu juga istriku.

Sebenarnya tidak hanya islam yang tidak suka PKI, bahkan semua agama di indonesia melegalkan atas pembantaian PKI. Tahun 1948 musso memberontak di madiun, seperti yang kita ketahui di siaran TV yang biasa di tayangkan dahulu, para kyai di gorok dan kitab suci di bacok-bacok inilah kebencian yang mendalam.

keterlibatan negara-negara adidaya

Setelah berakhirnya perang dunia kedua, muncul 2 negara super power di dunia. Negara yang sama-sama kuat, negara yang sama-sama hebat tetapi 2 negara ini saling berseteru yaitu Uni Soviet dan Amerika.

Antara 2 negara perang urat saraf tidak terelakkan, perang pengaruh kekuasaan serta perluasaan kekuasaan terus terjadi. Penancapan pengaruh di negeri ini oleh soviet dilakukan musso, dengan mempromaklirkan diri sebagai presiden dengan menyebut negara indonesia menjadi “Republik Soviet Indonesia”.

Berbeda dengan musso, Aidit lebih pandai, aidit mengetahui kegagalan musso meraih massa adalah kesalahan dalam hal mencontoh, musso mencontoh seperti rusia -Uni sofie- yaitu mengajak kalangan buruh sementara di indonesia itu mayoritas petani, sehingga Aidit belajar dari cina.

Melihat komunis begitu membumi di indonesia, suatu ancama bagi Amerika, betapa bukan ancaman, jika indonesia menjadi komunis bukankah komunis telah menduduki separuh penghuni di dunia, indonesia menjadi komunis terbesar ke tiga setelah uni soviet dan cina. Jika sampai ini terjadi apalah arti kemenangan melawan Vietnam.

Isu-isu antara propaganda dan fakta

Ketegangan urat saraf di indonesia sampai pada puncaknya. Setelah tersiar kabar salah satu jendral lolos dari pembunuhan. beberapa isu adalah :

1. golongan anshar di tempatkan di barisan terdepan kemudian di ikuti TNI di lapisan kedua dalam mengganyang malaysia sementar PKI melindungi Negara tetapi akal liciknya PKI akan melakukan penusukan golongan anshar dan TNI dari belakang.

2. Mengganti pancasila dengan komunis

3. Semua berpendapat pemberontakan ini sudah direncanakan matang. Jika pemberontakan ini sukses makamungkin akan sama dengan revolusi kebudayaan di cina. yang terjadi setahun setelah pemberontakan terjadi. Sebagai akibatnya soeharto memutus hubungan diplomatik dengan negara cina.

Pembantaian

Terjadi pembantaian dimana-mana korban diperkirakan antara 500 ribu sampai satu juta di bantai di setiap sudut negeri ini.Salah satu etnis tak luput terseret dalam pergolakan ini adalah etnis tionghua. Etnis tionghua di indonesia harus menelan pil pahit atas pergeseran kekuasaan. Jika di rezim soekarno bebas berkreasi bahkan berpolitik, namun seperti yang di isukan bahwa negara cina di belakang pemberontakan, akibatnya etnis ini di buru dan dibantai, apalagi yang berhubungan dengan politik sudah dari awal hilang tanpa jejak tanpa kabar.

Inilah puncak ketakutan luar biasa etnis tionghua pada politik, menurut mereka sejarah tidak berubah, mulai dari pembantaian 10.000 etnis tinghua di baavia, perang jawa semua karena politik. sehingga mereka lebih suka berdagang tidak mau lagi turut campur dalam politik. Berdagang menurut mereka tidak ada aturan yang mengikat dan tidak merugikan penguasa.

Kebijakan Soeharto

Setelah soeharto mengambil alih pemerintahan, apa yang dilakukan soekarno dibalik, jika soekarno membubarkan partai masyumi yaitu partai islam maka seoharto melarang partai komunis. kemudian gerak-gerik etnis tionghua dibatasi, termasuk dalam politik.

Walau terlihat dibatasi gerak-gerik etnis tionghua, akan tetapi ada hal yang dibutuhkan pemerintah dan oknum yang tidak berlaku pembatasan itu. Era Orde baru adalah era pembangunan yang dibutuhkan investasi massal akan tetapi ketika pemerintah menengok para pengusaha pribumi tiada yang memenuhi syarat, hanya pengusaha dari etnis tionghua yang memiliki syarat dalam hal modal, sehingga pemerintah -soeharto- memberi perlindungan ekstra bagi mereka dalam hal bisnis , dengan demikian diharapkan adanya investasi masuk dari etnis-etnis cina di hongkong, singapura dan tempat-tempat etnis cina berkembang.  Dalam rezim ini lahirlah beberapa konglomerat dari etnis tionghua dan muncul juga istilah cukong atau cukongisme. Sejarah kembali berulang sejak ratusan tahun, etnis tionghua menjadi korban untuk kesekian kalinya, isu cukong berhembus sampai terjadilah peristiwa MALARI atau Malapetaka Lima Belas Jannuari.

Sejarah telah terjadi, sebagai pembelajaran bagi kita untuk melangkah. Berbeda zaman, berbeda kondisi, pembantaian yang terjadi atas nama faham, atas nama etnis dan sebagainya tidak perlu terjadi lagi dan kita harus semakain bijak dengan tidak ada generalisasi ulah segelintir orang di pukul rata sampai mereka meninggal tidak tahu apa kesalahan mereka.

http://sejarah.kompasiana.com/2012/05/06/dalang-pembantaian-g30spki/

http://sejarah.kompasiana.com/2011/11/13/dua-prajurit-ini-membom-macdonald-house-di-singapura/

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Kasus Florence Sihombing Mengingatkanku akan …

Bos Ringo | | 03 September 2014 | 06:01

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | | 03 September 2014 | 08:38


TRENDING ARTICLES

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | 3 jam lalu

Florence Sihombing Disorot Dunia …

Iswanto Junior | 4 jam lalu

Manuver Hatta Rajasa dan Soliditas Koalisi …

Jusman Dalle | 5 jam lalu

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 6 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Tur Eropa dan Blunder Lanjutan Timnas U-19 …

Mafruhin | 7 jam lalu

Catatan Perjalanan: +Nya Stasiun Kereta Api …

Idris Harta | 8 jam lalu

Oposisi Recehan …

Yasril Faqot | 8 jam lalu

Orangtua yang Terobsesi Anaknya Menjadi …

Sam Edy | 8 jam lalu

Indo TrEC 2014 : Mengurai Kekusutan Lalu …

Wahyuni Susilowati | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: