Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Agung Pribadi

Orang bodoh yang tak kunjung pintar, bisanya hanya membanggakan nusantara lama.

Kisah Dapunta Hyang Sri Jayanasa, Raja Sriwijaya yang Meminta Islam Disebarkan di Sriwijaya

REP | 09 October 2012 | 15:07 Dibaca: 1950   Komentar: 0   0

Dunia islam Indonesia patut berbangga bahwa di salah satu wilayahnya pernah terlahir kerajaan yang sangat beradab dan menyambut baik terhadap Islam di mana di belahan dunia lainnya demi menegakkan dan menawarkan syahadat banyak diwarnai intrik peperangan dan perbuatan tak beradab terhadap islam. Pada tahun 718 Bangsa Indonesia dengan di wakili oleh kerajaan sriwijaya adalah satu-satunya kerajaan di dunia yang tidak kenal Langsung dengan Rasullulah Muhammad namun menawarkan dirinya menjadi pemeluk Islam,penganut islam bahkan sebagai bagian wilayah kekhalifahan bahkan sang penguasa dunia Islam pada waktu tersebut yang di wakili oleh Bani Umayah akan diberikan hadiah dan upeti berupa emas-emasan dan rempah-rempah yang tak terhitung jumlahnya asalkan mau mengajarkan Islam di wilayahnya.Raja Bijaksana dari Sriwijaya tersebut adalah Dapunta Hyang Sri Jayanasa, seorang pemeluk budha yang rela daerah kekuasaannya di tempati sebuah pusat lembaga pendidikan budha di dunia namu begitu terkesima ketika melakukan hubungan dagang dengan Bangsa Arab dan mengetahui tata perilaku dan akhlaknya sebuah agama baruyang mulia dan unggul.

Dapunta Hyang Sri Jayanasa adalah raja yang bervisi kedepan sehingga dia dengan akal dan nalarnya serta hatinya mau menerima Islam, ini termaktub dalam Surat kedua didokumentasikan oleh ‘Abd Rabbih (860-940) dalam karyanya Al-Iqdul Farid.yang potongan isinya adalah :

Dari Rajadiraja…; yang adalah keturunan seribu raja … kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan yang lain dengan Tuhan. Saya telah mengirimkan kepada Anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekedar tanda persahabatan; dan saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islamkepada saya, dan menjelaskan kepada saya hukum-hukumnya.

Subhannallah, ternyata di dunia ini ada raja yang sangat terbuka akalnya, tinggi budinya dan suci akhlaknya.Demi memikirkan hari kemudian dia rela menggadaikan kerajaannya dan ternyata Raja tersebut adalah Dapunta Hyang Sri Jayanasa, Raja Sriwijaya, penguasa Nusantara I.

Sudah berkali-kali Dapunta Hyang Sri Jayanasa menyatakan rasa tertariknya dengan dunia Islam serta mengirimkan surat beberapa kali namun mungkin karena belum kehendakNya kenginan Dapunta Hyang Sri Jayanasa belum terpenuhi disamping karena kekisruhan politik yang ada akhirnya surat tersebut bertepuk sebelah tangan. Surat tersebut tak berbalas .Kita semua sudah mengetahui bahwa di tahun tersebut penguasa Bani Muawiyah adalah Umar Bin Abdul Aziz Seorang yang sangat singkat memerintah Bani Muawiyah Hanya sekitar 3 tahun , seorang permata surga dari Bani Umayah dimana setiap kaum memiliki orang yang yang menonjol? Yang menonjol dari Bani Umaiyah adalah Umar bin Abdul Aziz. Saat dibangkitkan di hari kiamat kelak, merupakan satu kelompok tersendiri.

Sampai dengan meninggalnya Umar Bin Abdul Aziz serta digantikan oleh yazid bin abdul malik surat dari Raja Dapunta Hyang Sri Jayanasa tak berbalas.Dan pada Akhirnya Agama Budha tetap menjadi agama negara Sriwijaya dan penyebaran Agama Islam di Nusantara menjadi sedikit terhambat meskipun ada golongan minoritas yang bertempat tinggal di Sriwijaya karena sebenarnya Islam sudah bermukim di Pelabuhan Barus di daerah Sumatera Utara.

Para pedagang dan pelaut Barus telah berdagang garam dan kamper dengan dunia timur tengah 1 Abad sebelum Rasullullah Muhammad SAW lahir.Dan pedagang dan pelaut Barus lah yang turut menyaksikan cara berdagang Rasullullah dan mukzijat beliau sebelum diangkat menjadi Nabi.Maka ketika di beritakan bahwa Muhammad SAW di angkat menjadi Nabi maka seketika itu pula para pedagang dan pelaut Barus percaya.Namun sebatas percaya karena secara syariat mereka belum mendapatkan bimbingan dan pelajaran.Dan pada waktu tersebut karena barus merupakan wilayah bagian dari kemaharajaan Sriwijaya maka Raja Dapunta Hyang Sri Jayanasa melihat adanya belum kesempurnaan masyarakat Barus dalam menerapkan keimanan dan kesyariatan yang sempurna bermaksud mengundang ulama-ulama Timur Tengah agar mengajarkan Islam secara sempurna di wilayah Sriwijaya.

Berbanggalah Wahai Indonesiaku yang pernah punya satu-satunya Raja yang tak kenal langsung, tak pernah bertemu dan posisinya sangat jauh dengan Rasullulah SAW namun bisa menerima Islam dengan apa adanya.

PCI 29 Oktober 2009

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Tinggal Banjir, Proyek Revitalisasi …

Agung Han | | 30 October 2014 | 21:02

Elia Massa Manik Si Manager 1 Triliun …

Analgin Ginting | | 30 October 2014 | 13:56

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31

Bau Busuk Dibelakang Borneo FC …

Hery | | 30 October 2014 | 19:59

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 4 jam lalu

Saat Tukang Sate Satukan Para Pendusta …

Ardi Winata Tobing | 6 jam lalu

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 7 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 9 jam lalu

Soal Pengumuman Kenaikan Harga BBM, …

Gatot Swandito | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika PBR Merangsek ke Semifinal ISL 2014 …

Bahrur Ra | 9 jam lalu

Wasit Pertandingan Semen Padang vs Arema …

Binball Senior | 10 jam lalu

Ihwal Pornografi dan Debat Kusir Sesudahnya …

Sugiyanto Hadi | 11 jam lalu

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 11 jam lalu

Saat Tak Lagi Harus ke Kebun …

Mohamad Nurfahmi Bu... | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: