Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Alfian Akbar Pratama

saya adalah seorang mahasiswa S1 Teknik Informatika, UPN “Veteran” Jawa Timur. Saya ingin mencoba mencari selengkapnya

Pahlawanku, Pahlawan Kita Semua

REP | 04 November 2012 | 15:54 Dibaca: 260   Komentar: 0   0

Jika kita berbicara tentang seorang pahlawan di negeri kita tercinta ini (Indonesia). Pasti, tak ada henti-hentinya kita membicarakannya. Ya.. Negeri kita yang sangat indah ini penuh dengan sejarah para pahlawan yang berjuang gigih demi memerdekakan Indonesia.

Nah… sebenarnya apa sih makna dari pahlawan itu sendiri? Apa mereka pembela kebenaran, layaknya Superhero yang ada dalam cerita komik?

Kalo menurut saya sendiri, kata pahlawan itu mempunyai makna yaitu “seseorang yang gigih dan memiliki keberanian yang besar untuk memperjuangkan kebenaran yang ada. Dalam setiap daerah di Indonesia ini, pasti memiliki para pahlawan yang berjuang untuk daerah mereka.

Seperti didaerah saya sendiri, kota Surabaya atau yang tekenal dengan julukannya kota Pahlawan. Kota dimana saya dilahirkan dan dibesarkan. Di kota saya tercinta ini, ada banyak sekali nama-nama pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, Akan tetapi saya akan berbagi salah satu pahlawan yang ingin saya ceritakan kepada pembaca sekalian.

PAHLAWAN SURABAYA

Dia adalah Bung Tomo, seorang ikon bagi perjuangan arek-arek Suroboyo pada pertempuran 10 November 1945. Beliaulah yang menjadi pelopor dalam membangkitkan semangat arek-arek Suroboyo untuk melawan para penjajah dari Belanda yang kembali ke Indonesia. Bung Tomo merupakan seorang putra bangsa yang lahir di Surabaya pada 3 Oktober 1920. Bung Tomo hidup dalam lingkup keluarga yang sangat menghargai tentang sebuah pendidikan. Akan tetapi, ketika Bung Tomo menginjak umur sekitar 12 tahun beliau terpaksa meninggalkan sekolahnya untuk mendongkrak ekonomi keluarganya.

Namun, akhirnya beliau memulai kiprahnya dengan bergabung menjadi anggota Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI). Dan, pada saat umurnya masih menginjak 17 tahun beliau sudah dipercaya sebagai Sekretaris Parindra (Partai Indonesia Raya).

Beliau juga pernah menjadi seorang jurnalis yang sukses. Dan, beliau juga sempat menduduki jabatan tertinggi sebagai Pemimpin Kantor Berita Antara.

Pada masa Pertemburan Rakyat Surabaya atau yang sekarang kita kenal dengan Pertempuran 10 NovemberBung Tomo menjadi orang terdepan yang mampu menggerakan massa dengan kemampuan berorasinya. Bung Tomo memang orang yang tepat, dengan orasinya yang melalui kalimat-kalimat patriotik. Bung Tomo mampu membakar semangat-semangat para rakyat Surabaya. Hingga pada 10 November 1945, menjadi salah satu pertempuran terdahsyat yang pernah terjadi selama masa perjuangan Kemerdekaan. Sehingga, berkat kegigihan serta keberanian Bung Tomo dan Rakyat Surabaya mampu untuk  menaklukan para penjajah yang ada di Surabaya waktu itu.

Setelah Indonesia merdeka, Bung Tomo pernah Aktif dalam dunia politik. Akan tetapi, pada pemerintahan Orde Baru beliau dituduh dengan tuduhan subversi karena mengkritik keras terhadap Program-program Presiden Suharto sampai akhirnya beliau ditahan.

Pada tanggal 7 Oktober 1981, beliau menghembuskan nafas terakhirnya di Makkah dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Ngagel, Surabaya.

Ya.. Semoga Artikel saya diatas dapat bermanfaat bagi kita semua. Dan, semoga semangat serta nasionalisme akan menjadikan kita bangga terhadap Negeri Kita Indonesia dan takkan luntur sampai kapanpun.

Menyambut Hari Pahlawan 10 November 2012

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | | 23 November 2014 | 12:04

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 9 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 17 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 19 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


HIGHLIGHT

Di bawah Alunan Malam …

Arrizqi Titis Anugr... | 12 jam lalu

Cenderamata Kompasianival 2014 …

Mabate Wae | 12 jam lalu

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | 12 jam lalu

Benarkah Reformasi Birokrasi Harus Dipaksa? …

Efendy Naibaho | 12 jam lalu

Peniti Community, Wadah Kompasianer …

Isson Khairul | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: