Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Yusni Abdurrahman

melihat, membaca, berfikir, menulis. khoirunnas anfauhum linnas.

Pahlawan Reformasi, Pahlawan Revolusi, Pahlawan Nasional, Lalu.. di Mana Para Pahlawan Rakyat?

OPINI | 08 November 2012 | 00:38 Dibaca: 3613   Komentar: 0   0

INDONESIA untuk mencapai kemerdekaan nya, diperjuangkan oleh para pejuang dengan semangat Nasionalisme yang tumbuh dan bergelora di dalam dadanya pada masa itu, ada banyak peristiwa-peristiwa sejarah yang menceritakan betapa susah dan sulitnya mencapai kemerdekaan. para Pahlawan Reformasi, Pahlawan Revolusi, dan Pahlawan Nasional merekalah manusia-manusia hebat dan kritis-kritis pemikirannya dikala masa nya, sebut saja, Bung Karno,hatta, Bung Tomo, jenderal soedirman, Ra kartini, dewi sartika, cut nyak dien, KH.Ahmad dahlan,KI Hajar dewantara dan para Dewan Jenderal Korban ke ganasan dan kebiadaban G.30.S.PKI.

INDONESIA bisa mencapai kemerdekaan, melalui Perang-perang yang dilakukan pada masa itu, sebut saja, Perang Ambarawa, Perang Bandung lautan Api, dll, yang banyak memakan korban jiwa melayang, semua itu dilakukan oleh para pejuang kemerdekaan untuk mencapai suatu kebebasan dan terlepas dari yang namanya penjajahan atas nama kemanusiaan dan hak asasi manusia. tidak mudah memang, perjuangan Bangsa ini untuk mencapai kemerdekaan, diperlukan tak-tik dan strategi yang jitu dan jiwa Nasionalis yang tinggi di dada para Pejuang-pejuang kemerdekaan Indonesia.

Pemikiran, Darah, jiwa dan raga sudah dikorbankan oleh para Pahlawan, Pejuang-pejuang Indonesia untuk mencapai suatu Kemerdekaan, yang sekarang bisa kita rasakan manfaatnya begitu indah nan damai, di bawah Payung PANCASILA. Sejarah mencatat ada berbagai Peristiwa-peristiwa besar yang ada di Negara Indonesia, mulai dari masa Perjuangan merebut kemrdekaan-Orde lama-Orde baru-dan Demokrasi. dari itu semua tercatat betapa banyak korban dan jiwa melayang pada masa itu.

sedikit memflash back ingatan kita Pada masa Orde lama, yang mana terjadi peristiwa yang sangat besar dalam sejarah Indonesia yakni, penghianatan PKI kepada Negara Indonesia yang dimotori oleh orang-orang komunis yang tidak suka dengan Pancasila. mereka berkhianat dan menjadi musuh dalam selimut di Pemerintahan RI pada masa itu. ketika pada masa itu orang-orang komunis menculik, menyiksa dan membunuh para Dewa Jenderal dengan keji dan biadab.

Alhamdulillah dengan pertolongan dari Tuhan YME, dibantu para Kostrad dengan pimpinan dari bapak Soeharto PKI bisa ditumpas dan diberantas sampai ke akar-akarnya, mereka PKI tidak ada lagi yang bisa berkuasa dan selamatlah Pamcasila dan RI dari serangan orang-orang Komunis. setelah itu terjadilah pengalihan kekuasaan dari tangan Presiden Soekarno kepada Soeharto, yang diamanahkan untuk memimpin Negeri indonesia sampai pada masa kejayaan nya.

Ketika dipimpin Presiden Soeharto Indonesia mengalami naik dan turun nya kualitas Pemerintahan dan juga kesejahteraan bagi Rakyat indonesia, wal hasil indonesia mengalami masa Crisis Moneter yang mana pada masa itu bahan-bahan sembako naik harganya. dengan terpaksa Indonesia meminjam uang kepada IMF fungsinya untuk mensejahterakan Rakyat dan membangun segala fasilitas dan Infrastruktur. dan pada akhir era Pemerintahannya bapak Presiden Soeharto dipaksa lengser oleh ribuan Mahasiswa pada tahun 1998 bulan mei di penjuru Indonesia, dengan Tokoh nya yaitu bapak Amien Rais( Tokoh Reformasi).

yang mana ketika masa reformasi banyak juga korban dan jiwa yang melayang, Kerusuhan dimana-mana terjadi, sampai pada perlawanan Mahasiswa melawan ABRI. Tank-tank super canggih diturunkan dijalanan guna untuk meredam aksi para Mahasiswa yang memberontak dan melawan sistem Kediktatoran Pemerintahan Soeharto. setelah itu Pemerintahan sementara dipimpin oleh Bapak BJ.Habibie untuk mengisi kekosongan kursi Presiden. dan hasilnya dari runtutuan perjuangan tersebut diatas kini kran Demokrasi terbuka lebar bagi Warga Negara Indonesia, para Elit Politik berlomba membuat Partai-partai sehingga banyak Partai yang ada di Parlemen Pemerintahan sekarang ini.

melihat elit Pemerintahan sekarang ini, sepertinya sudah jauh melupakan Sejarah Perjuangan dan pengorbanan para Pahlawan pada masa dahulu, Indonesia ini harus diselamatkan dari tangan-tangan kotor dan praktik-praktik kotor para elit Pemerintahan nya yang mengaku cinta pada Indonesia tetapi menjadi musuh dalam selimut. kalau dibiarkan,  ini bisa menjadi bumerang bagi kemerdekaan Rakyat Indonesia yang dahulu kala di Perjuangkan dengan Darah, air mata serta raga para Pahlawan-pahlawan pada masa nya. jangan sampai terjadi kesenjangan sosial, yang kaya semakin buta hatinya,yang miskin semakin miskin,  yang menjadi elit Pemerintahan lupa akan makna keadilan dan kejujuran serta sifat dermawan dan welas-asih kepada Rakyat nya.

Akhir kata penulis berpesan, mari tumbuhkan jiwa Nasionalisme kepahlawanan di hati-hati kita!!! untuk menuju Negara Indonesia yang adil, sejahtera dan makmur. semoga.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mereka Meninggalkan Ego demi Kesehatan …

Mohamad Nurfahmi Bu... | | 31 October 2014 | 00:51

Rokok Elektronik, Solusi Stop Merokok yang …

Gaganawati | | 31 October 2014 | 01:19

Profit Samsung Anjlok 73,9%, Apple Naik …

Didik Djunaedi | | 31 October 2014 | 07:17

Ihwal Pornografi dan Debat Kusir Sesudahnya …

Sugiyanto Hadi | | 31 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 9 jam lalu

Saat Tukang Sate Satukan Para Pendusta …

Ardi Winata Tobing | 11 jam lalu

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Pengampunan Berisiko (Kasus Gambar Porno …

Julianto Simanjunta... | 13 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | 8 jam lalu

Ketika Lakon Itu Kembali Dimainkan …

Sarie | 8 jam lalu

Negeri Suka Tandingan …

Didi Eko Ristanto | 9 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: SKILL, Salah …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: