Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Hari Raya Paskah, Hari Raya 3 Agama: Yahudi, Kristen, dan Islam

REP | 29 November 2012 | 13:45 Dibaca: 4830   Komentar: 0   2

Selama ini jika kita mendengar kata “Paskah”, pikiran kita langsung tertuju kepada hari raya yang diperingati oleh Umat Kristen sebagai hari disalibkannya Yesus as. Pada perayaannya biasanya diadakan lomba menghias dan mencari telur Paskah. Tapi tahukah bahwa ternyata Hari Raya Paskah ini selain diperingati oleh Umat Kristen juga diperingati oleh penganut Agama Samawi lainnya, yaitu Yahudi dan Islam. Hah? Orang Islam merayakan Paskah? Ini pasti bid’ah. Ups, sabar dulu. Mari kita simak ceritanya di bawah ini.

Agama pertama yang merayakan Paskah (Ibrani: Pesah) adalah Umat Yahudi. Hari ini diperingati sebagai hari dimana Nabi Musa as. menyelamatkan Bani Israel dari kejaran tentara Firaun. Oleh Umat Yahudi hari raya ini diperingati setiap tanggal 15 Bulan Nisan (Nisan: nama bulan di penanggalan Yahudi).

Agama kedua yang juga merayakannya adalah Agama Kristen. Umat Kristen merayakan Hari Paskah ini sebagai hari dimana Yesus as. ditangkap oleh tentara Romawi atas permintaan Kaum Israel dan pada akhirnya disalibkan. Peristiwa ini kebetulan terjadi pada saat Kaum Israel (Yahudi) sedang merayakan Hari Paskah menurut versi mereka. Hal ini dapat dibaca di Alkitab Perjanjian Baru (PB) Lukas 22:1, Markus 14: 1, Matius 26: 2, dan Yohanes 13: 1 dimana diceritakan bahwa pada saat itu dalah mendekati Hari Raya Paskah. Pada ayat2 selanjutnya diceritakan Yudas bersama Imam2 Yahudi merencanakan penangkapan terhadap Yesus as. Diceritakan pula mengenai perjamuan terakhir Yesus as bersama murid2nya, pelariannya ke Taman Getsemani, sampai dengan ditangkap oleh Pasukan Romawi dan Nubuat Yesus as. tentang penyangkalan Simon Petrus 3 kali sebelum ayam berkokok.

Agama terakhir yang juga merayakan Paskah adalah Islam. Berbeda dengan Yahudi dan Kristen, perayaannya tidak dinamakan Paskah atau Pesah, melainkan Assyurra (10 Muharram). Walau berbeda nama, tapi hal yang mendasari perayaan Assyurra ini sama dengan Umat Yahudi, yaitu hari dimana Bani Israel diselamatkan Nabi Musa as. dari kejaran Firaun. Agar lebih jelasnya simaklah kisah berikut.

Ketika Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam telah berhijrah dan tiba di Madinah, beliau mendapati Yahudi Madinah ternyata juga bershaum pada hari tersebut. Maka beliau bertanya kepada mereka. Hal ini sebagaimana dikisahkan oleh shahabat ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu’anhuma : Bahwa Nabi shalallahu’alaihi wa sallam ketika tiba di Madinah, beliau mendapat Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura. Maka beliau bertanya (kepada mereka) : “Hari apakah ini yang kalian bershaum padanya?” Maka mereka menjawab : “Ini merupakan hari yang agung, yaitu pada hari tersebut Allah menyelamatkan Musa beserta kaumnya dan menenggelamkan Fir’aun bersama kaumnya. Maka Musa bershaum pada hari tersebut dalam rangka bersyukur (kepada Allah). Maka kami pun bershaum pada hari tersebut” Maka Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.” Maka Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bershaum pada hari tersebut dan memerintahkan (para shahabat) untuk bershaum pada hari tersebut. [HR. Al-Bukhari 2004, 3397, 3943, 4680, 4737. Muslim 1130].

Pada pelaksanaannya selama beberapa tahun Umat Islam berpuasa pada saat yang sama dengan Umat Yahudi, untuk membedakannya dengan Umat Yahudi, Rasulullah memerintahkan Umat Islam untuk berpuasa mulai tanggal 9 Muharram. Sayang beliau tidak sampai melaksanakan puasa tanggal 10 Muharram, karena sudah terlebih dahulu dipanggil Allah SWT ke sisi-Nya. Untuk lebih jelasnya simak Hadits berikut.

Ketika Rasulullah saw memerintahkan untuk puasa pada hari ‘Asyura para sahabat berkata: “Itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, beliau bersabda: “Jika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut.” (HR. Muslim).

Selain karena hadits di atas ada peristiwa penting lain bagi umat Islam yang kebetulan terjadi pada tanggal 10 Muharram, yaitu Peristiwa Karbala (61 H/680 M), dimana cucu Baginda Rasulullah SAW, Husein ra. dibantai oleh pasukan Umayyah Pimpinan Ibnu Ziyad. Peristiwa ini diperingati secara besar2an terutama oleh Kaum Islam Syiah .

Kesimpulan

Walaupun ada perbedaan, namun di antara ketiga Agama Samawi; Yahudi, Kristen dan Islam ada banyak persamaan. Hal di atas hanyalah 1 dari persamaan tersebut. Adapun perbedaan di antara ketiganya baru muncul setelah turunnya Yesus as, dan Muhammad SAW.

Lakum diinukum waliyadin

Bagimu agamamu dan bagiku agamaku

(Al Kafirun: 6 )

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kurikulum 2013: Buku, Seminggu Dibagikan …

Khoeri Abdul Muid | | 20 August 2014 | 17:25

Hati-hati, Cara Mengutip Seperti Ini Pun …

Nararya | | 20 August 2014 | 20:09

Anak Sering Kencing (Bukan Anyang-anyangan) …

Ariyani Na | | 20 August 2014 | 18:03

Obat Benjut Ajaib Bernama Beras Kencur …

Gaganawati | | 20 August 2014 | 14:45

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Inilah Nama-nama Anggota Paskibraka 2014 …

Veronika Nainggolan | 14 jam lalu

Nikita Willy Memukul KO Julia Perez …

Arief Firhanusa | 18 jam lalu

Kalau Tidak Bisa Legowo, Setidaknya Jangan …

Giri Lumakto | 19 jam lalu

Di Balik Beningnya Kolang-kaling …

Hastira | 19 jam lalu

Menebak Putusan Akhir MK di Judgment Day …

Jusman Dalle | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: