Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Zulfadli Adha.sp

Masih Ada Kapal ke Padang. http://kompasmusafir.blogspot.com/

Bangsa Terusir

OPINI | 16 December 2012 | 16:46 Dibaca: 878   Komentar: 0   0

Istilah Gipsy tidak dikenal di Indonesia karena memang orang Gipsy tidak diberitakan ada di Indonesia, Gipsy merupakan perkembangan nama dari Rom/orang Rom, di negara-negara barat orang-orang Gipsy diartikan negatif dan sering mendapat perlakuan diskriminasi dari kelompok masyarakat setempat, mereka kelompok yang tidak bisa dipercaya dan misterius, dalam catatan yang berkembang tentang orang Gipsy mereka berasal dari India dilihat dari perkembangan bahasa mereka, namun belum ada yang memastikan dari mana sebenarnya asal usul mereka, orang-orang Gipsy mengembara dan berkembang biak dalam pengembaraan mereka hingga kini walau di beberapa negara sudah ada yang menetap dan membangun rumah, namun masih juga mendapat tekanan Diskriminasi yang hebat dari penduduk setempat.
Orang-orang Gipsy larut dalam pengembaraan mereka dari kota ke kota dari negara ke negara, orang-orang dipenjuru dunia juga menamakan mereka dalam Istilah yang berbeda-beda, di Prancis orang Gipsy/Rom di namakan Ghitan, dalam bahasa Arab disebut Ghajar atau Nawar dalam bahasa Itali dikenal dengan Zingari, dari pengembaraan mereka juga melahirkan berbagai kebudayaan baru, berbagai keterampilan juga berkembang, bahkan mereka menggunakannya untuk tujuan komersil salah satu sihir mereka yang terkenal “Sihir Lumia”, di Eropha dikenal juga dengan peramal Gipsy, meski orang-orang tidak banyak yang mempercayai ramalan mereka namun mereka populer memperjual belikan ramalan.
Masa pemerintahan Nicolas Sarcozy sekitar 700 orang Gipsy diusir dari prancis, mereka dikembalikan ke Rumania dan Bulgaria, pengusiran itu cukup beralasan, menurut Sarcozy tindak kejahatan yang terjadi di Prancis disebabkan oleh orang Gipsy, kehidupan orang Gipsy di Prancis cukup terbelakang dan mereka tinggal di pemukiman kumuh, sehingga meningkatnya penjualan narkoba dan portitusi di prancis akibat kemiskinan yang di derita Gipsy. Pengusiran tersebut sekali lagi menjelaskan kepada Dunia bahwa orang Gipsy/Rom sulit diterima.
Di Amerika orang Gipsy umumnya dikenal juga dengan orang Karavan, karena mereka tinggal di karavan dan di daerah-daerah tertentu mereka singgah dan berkumpul dengan kelompok Gipsy lainnya dan memperjual belikan sesuatu. Konon kabarnya imigran-imigran yang tertangkap di sepanjang perairan Indonesia mereka merupakan Gipsy yang berpindah menuju Benua Kangguru atau ke kepulauan Pacific.
Nyanyian dan musik berkembang dengan baik pada kelompok Gipsy, kisah hidup dan perjalanan mereka dituangkan para pemusik Gipsy dalam syair-syair nyanyian, seringkali syair-syair tersebut yang membuat nyanyian Gispy lebih hidup dengan nada yang penuh emosi, bahkan mempengaruhi banyak musisi dan komponis di dunia.
(disadur dari berbagai sumber)
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | | 25 October 2014 | 23:43

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | | 26 October 2014 | 00:06

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri, Polycarpus, BIN dan Persepsi Salah …

Ninoy N Karundeng | | 26 October 2014 | 08:45

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Korban-korban Kebijakan dan Peraturan JKN …

Yaslis Ilyas | 8 jam lalu

Latihan Siang Malam, Prajurit TNI Dipantau …

Mirza Gemilang | 8 jam lalu

Memasuki Hari ke Enam Belas Berada di …

Taufiq Rilhardin | 8 jam lalu

Pacaran? Tidak Harus dengan Kekerasan! …

Stevani Dewi | 8 jam lalu

Transisi Swallow Go Internasional Dikenal …

Tenny Rizka Firsti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: