Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Edwi Yanto

orang biasa yang masih butuh amal kebaikan dan pencerahan hidup, mencintai kebenaran sejati

Pangeran Mangkubumi Antara Perjuangan melawan Belanda dan Mencari Kekuasaan

REP | 19 January 2013 | 01:50 Dibaca: 1781   Komentar: 0   1

Dalam Kesadaran kolektif masyarakat Indonesia memandang bahwa Pangeran Mangkubumi adalah pahlawan nasional yg menentang VOC. Lantas benarkah demikian….., jika kita runut dari babad Jawa pasca geger pecinan di Kartasura, Pangeran Mangkubumi masih bahu-membahu dengan saudara tirinya Susuhunan Sinuhun PB II. Mereka adalah sama-sama anak dari Sinuhun Amangkurat IV yang mewarisi Mataram. Bedanya Pangeran Mangkubumi adalah putra dari selir, sedangkan PB II adalah putra Mahkota. Memang harus diakui, karena pemberontakan Trunojoyo tersebut membuat elite Kraton harus meminta bantuan kepada VOC. Dan akhirnya pada 17 -2-1745, kedua elite kraton tersebut menempati Kraton baru dekat pelabuhan Bengawan Beton. Sang Adikpun membentuk tata pola bangunan Kraton untuk Sang Kakak.

Setelah PB II Wafat, kebencian Pangeran mangkubumi pada VOC kembali muncul, lantaran yang diangkat oleh VOC adalah RM Sugandi putra PB II untuk menjadi raja Surakarta jumeneng noto Tahun 1749. Bukannya dirinya yang juga masih Putra Amangkurat IV meskipun dari garwa ampil atau selir Sejak pengangkatan keponakannya menjadi PB III itulah, akhirnya P. Mangkubumi mulai menyusun kekuatan untuk merebut Mataram Surakarta. Namun upayanya tidak berhasil karena diadang oleh VOC yang mengakui kedaulatan PB III ( meski raja ini adalah raja yang paling Lemah, dibanding PB IV, PBVI , PB IX dan PB X )di Surakarta karena terjadinya perpecahan Mataram. Dan dalam paugeran Kraton pun selama masih ada putra dari permaisuri, maka yang berhak menjadi putra mahkota adalah putra permaisuri.

Karena merasa kecewa, Kemudian Pangeran mangkubumi keluar menuju Sragen atau Sukowati. Di situlah P. mangkubumi terlibat perang dengan, Mataram, Belanda dan Juga RM Said yang beroposisi dengan Kraton. Namun pada suatu ketika Pasukan RM Said bisa bersekutu dengan pengikut P. Mangkubumi , yang kemudian menyerang Mataram yang di beckingi oleh VOC. Untuk menghindari menurunnya pasukan VOC karena perang, maka VOC menawarkan perjanjian kepada pangeran Mangkubumi dan PB II yang kemudian dikenal dengan Perjanjian Giyanti. Kesepakatan tersebut membuahkan hasil pemberian kekuasaan wilayah Mataram barat yakni (sebelah Barat kali Opak / barat Prambanan ) untuk P. Mangkubumi yang kemudian menjadi Negari Ngayogyokarto dan Mataram Timur untuk PB III sebagai Negari Surakarta.

Dengan hadiah dan kekuasaan dari VOC tersebut akhirnya Pemberontakan P. Mangkubumi terhadap Surakarta berhenti dengan sendirinya. P. Mangkubumi mengangkat dirinya menjadi Raja yang kedudukannya setara dengan PB III dengan Gelar Sultan HB I meskipun melalui beberapa tahapan dan persiapan. Untuk Kendaraan, PB III memakai kereta Kyahi Grodeo, sedangkan P. Mangkubumi memakai Kanjeng Nyi Jimat. Dengan demikian, Perlawanan dan kebencian P. Mangkubumi terhadap VOC, bukan merupakan perlawanan mengusir penjajah asing secara murni, melainkan ada unsur memperoleh kekuasaan. Dan hal tersebut masih wajar sesuai zaman serta peradaban waktu itu…., Ken Arok saja bisa menyingkirkan Tunggul Ametung untuk menjadi pioneer raja-raja di tanah Jawa.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wukuf di Arafah Puncak Ibadah Haji …

Aljohan | | 02 October 2014 | 15:27

Asyiknya Asia Tri ke-9 Jogjakarta …

Esang Suspranggono | | 02 October 2014 | 15:45

2 Oktober, Mari Populerkan Hari …

Khairunisa Maslichu... | | 02 October 2014 | 15:38

Teror Annabelle, Tak Sehoror The Conjuring …

Sahroha Lumbanraja | | 02 October 2014 | 16:18

[DAFTAR ONLINE] Nangkring bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:52


TRENDING ARTICLES

Ternyata, Anang Tidak Tahu Tugas dan Haknya …

Daniel H.t. | 4 jam lalu

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 8 jam lalu

KMP: Lahirnya “Diktator …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Dahsyatnya Ceu Popong! …

Aqila Muhammad | 10 jam lalu

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: