Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Setyo Adhy Wicaksono

FB:tyo elevent(setyo adhy wicaksono) twitter:tyo_elevent YM:tyo_elevent email:tyo_elevent@yahoo.com skype:tyo.elevent selengkapnya

Maulid Nabi Muhammad SAW

OPINI | 24 January 2013 | 08:05 Dibaca: 2269   Komentar: 0   0

Hari ini merupakan Maulid Nabi besar Muhammad SAW, tepatnya tanggal 12 Rabiul Awal. Banyak perayaan yang bisa kita jumpai pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, bisa kita lihat di Solo dan Jogja ada yang namanya Sekatenan dan Gerebeg, di Kalimantan pun ada acara beayun mulud tepatnya di kabupaten Tapin Rantau Banua Halat, ini merupakan acara tahunan yang sudah rutin diadakan.

Maulid Nabi ini merupakan suatu kegiatan yang bisa mempererat tali silaturrahmi antar umat Islam dengan berkumpul bersama, mendengarkan tausiah tentang nabi, bershawlawat, mendengar puji-pujian yang sudah sepatutnya Beliau dapatkan, serta menikmati acara Maulid Nabi besar Muhammad SAW bersama-sama.

Tetapi banyak juga yang tidak sependapat dengan perayaan Maulid Nabi besar Muhammad SAW, mereka beralasan tidak adanya hadist yang menerangkan tentang maulid dan lebih parahnya lagi ada yang berpendapat bahwa siapa yang melaksakan maulid itu haram hukumnya.

Memang saya pun tidak menemukan hadist yang menjelaskan tentang Maulid Nabi, tapi apa salahnya jika kita memperingatinya, memperingati maulid nabi dengan tidak berlebihan karena dalam hadistnya, nabi pun tidak suka terlalu mengagungkan beliau “janganlah kalian berlebihan terhadapku sebagaimana orang nasrani berlebihan terhadap putra maryam, aku tidak lain hanyalah seorang hamba Allah, maka katakanlah: Hamba Allah dan Rasulnya.(HR. bukhari).

“Sesungguhnya semua amal itu harus disertai dengan niat (niat yang baik, ikhlas karena Allah), dan setiap amalan seseorang dinilai menurut niatnya.” (Riwayat Bukhari). Dengan niat yang baik Allah SWT pasti mengerti akan apa yang dimaksud umatnya. Tidak etis jika kita menyatakan itu haram apabila semua yang kita lakukan itu hal yang baik.

Maulid bisa menjadi jalan kita untuk berdakwah didalamnya, dengan mengadakan tausiah, salawatan dan hal-hal baik lainnya. mari kita pererat tali silaturrahmi dan berkumpul bersama melakukan hal baik. Tak ada salahnya jika kita melakukannya seperti pada surat almaidah ayat 87-88 “Hai orang-orang yang beriman: Janganlah kamu mengharamkan yang baik-baik (dari) apa yang Allah telah halalkan buat kamu, dan jangan kamu melampaui batas, kerana sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang suka melampaui batas. Dan makanlah sebahagian rezeki yang Allah berikan kepadamu dengan halal dan baik, dan takutlah kamu kepada Allah zat yang kamu beriman kepada-NYA.” (al-Maidah: 87-88).

saya hanya menyampaikan pendapat, yang menurut saya baik. ws. wr. wb

Janganlah kalian belebihan terhadapku sebagaimana orang nasrani berlebihan terhadap putera Maryam, aku tidak lain hanyalah hamba Allah, maka katakanlah: hamba Allah dan rasulnya. (HR.Bukhari)

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat : http://kerispapan.blogspot.com/2012/02/memperingati-maulid-nabi.html

Janganlah kalian belebihan terhadapku sebagaimana orang nasrani berlebihan terhadap putera Maryam, aku tidak lain hanyalah hamba Allah, maka katakanlah: hamba Allah dan rasulnya. (HR.Bukhari)

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat : http://kerispapan.blogspot.com/2012/02/memperingati-maulid-nabi.htmlv

Janganlah kalian belebihan terhadapku sebagaimana orang nasrani berlebihan terhadap putera Maryam, aku tidak lain hanyalah hamba Allah, maka katakanlah: hamba Allah dan rasulnya. (HR.Bukhari)

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat : http://kerispapan.blogspot.com/2012/02/memperingati-maulid-nabi.htm

anganlah kalian belebihan terhadapku sebagaimana orang nasrani berlebihan terhadap putera Maryam, aku tidak lain hanyalah hamba Allah, maka katakanlah: hamba Allah dan rasulnya. (HR.Bukhari)

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat : http://kerispapan.blogspot.com/2012/02/memperingati-maulid-nabi.html

anganlah kalian belebihan terhadapku sebagaimana orang nasrani berlebihan terhadap putera Maryam, aku tidak lain hanyalah hamba Allah, maka katakanlah: hamba Allah dan rasulnya. (HR.Bukhari)

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat : http://kerispapan.blogspot.com/2012/02/memperingati-maulid-nabi.h

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 3 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 11 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 13 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | 7 jam lalu

Si Bintang yang Pindah …

Fityan Maulid Al Mu... | 8 jam lalu

Oase untuk Anak Indonesia …

Agung Han | 8 jam lalu

Jokowi Mirip Ahmadinejad …

Rushans Novaly | 8 jam lalu

Alternatif Solusi Problem BBM Bersubsidi …

Olivia | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: