Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Ridhal Ahmadi

Lagi Belajar Membaca dan Menulis IQRA' BISMI RABBIKALLADZII KHALAQ!!! NUUUN WAL QALAMI WAMA YASTHURUUN!!!

Dua Air Itu Tidak Bisa Bercampur!

OPINI | 03 February 2013 | 06:43 Dibaca: 1272   Komentar: 0   0

Sebagai muslim, di seluruh dunia, baik di benua Amerika, Eropa, Asia, Afrika, dan Australia, tua maupun muda, laki-laki atau perempuan menjadi kewajiban untuk percaya bahwa al-Qur’an itu benar-benar wahyu dari Tuhan semesta alam. Karena definisi muslim sangat erat kaitannya dengan iman dan taqwa. Secara termenologi muslim adalah sikap penyerahan diri tunduk, taat dan patuh terhadap Tuhan yang Mahakuasa. Sehingga jika ia benar-benar muslim ia akan mengakui bahwa al-Qur’an merupakan perkataan-Nya (kalam-Nya) yang diwahyukan kepada Muhammad Rasulullah saww. melalui ruhul qudus (malaikat Jibril as) selama kurun waktu 22-23 tahun.

Pengakuan bahwa al-Qur`an adalah wahyu Tuhan meliputi apa yang tersurat (tertulis) dan yang tersirat (tersembunyi). Yang tersurat adalah seperti yang sering kita lihat atau baca setiap hari yang berbentuk mus`haf. Sedangkan yang tersirat adalah informasi al-Qur`an yang nampaknya sangat tersembunyi baik itu berupa teks/tertulis, qauliyah (firman-Nya) pun juga kauniyah (alam semesta di sekitar kita). Keduanya harus kita gali dan kaji untuk membuktikan bahwa al-Qur`an itu adalah kalam-Nya.

Namun, yang akan penulis kemukakan dalam tulisan ini adalah mengenai ayat kauniyah yang insya Allah akan memperdalam dan memperkuat keyakinan kita bahwa al-Qur’an al-Karim bukan muntaj tsaqafi (produk budaya) atau tulisan nabi belaka seperti yang dilontarkan dan dituduhkaan oleh sebagian `muslim` durjana.

Sungai dan Muara di Tunisia

Meskipun al-Qur’an tidak langsung menyebutkan secara definitif tentang ibadah, muamalah, syariat, hukum, atau yang lain, kita bisa mendapatkannya dari keterangan hadits nabi Muhammad saww, ijma shahabat dan qiyas-menurut pendapat imam mazdhab dalam ahlus sunnah wal jamaah dan burhan menurut syiah imamiyah-fuqaha. Begitu juga dengan keberadaan tempat yang disinggung oleh al-Qur’an, namun tidak secara tegas dijelaskan di mana tempat itu berada. Misalnya tentang pembangkangan kaum nabi Luth kepada Allah swt. yang menyebabkan mereka mendapatkan azab-Nya, berupa tertimbun re-runtuhan bangunan yang dijadikan sebagai tempat untuk bersenang-senang melakukan homosek-sodomi.

Setelah melalui penelitian yang panjang, Adnan Oktar – dikenal dengan nama pena – Harun Yahya, cendikiawaan muslim terkemuka berkebangsaan Turki, menemukan jawaban bahwa tempat itu terdapat di Italia yang bentuknya mirip seperti stadion sepak bola. Sampai sekarang tempat itu masih ada. Bahkan dijelaskan oleh beliau, Harun Yahya, hingga saat ini masih terlihat jelas sebagian dari mereka yang telah membatu, mati dalam keadaan berbuat durhaka kepada Allah swt. Mengenai peristiwa ini sebagian terdapat di dalam al-Qur’an surat al-A`raaf.

Setelah melalui penelitian yang panjang, Adnan Oktar – dikenal dengan nama pena – Harun Yahya, cendikiawaan muslim terkemuka berkebangsaan Turki, menemukan jawaban bahwa tempat itu terdapat di Italia yang bentuknya mirip seperti stadion sepak bola. Sampai sekarang tempat itu masih ada. Bahkan dijelaskan oleh beliau, Harun Yahya, hingga saat ini masih terlihat jelas sebagian dari mereka yang telah membatu, mati dalam keadaan berbuat durhaka kepada Allah swt. Mengenai peristiwa ini sebagian terdapat di dalam al-Qur’an surat al-A`raaf. Lalu bagaimana dengan tempat yang lain, misalnya muara dan sungai yang sifat airnya satu segar lagi tawar, sedangkan yang lain asin lagi pahit? Di manakah muara dan lautan itu berada?

Dalam dialog, Islam diwakili Dr. Zakir Naik vs Kristen oleh Dr. William Cambell, di Amerika yang diselenggarakan oleh Islamic Community North America (ICNA) pada tahun 2000, dihadiri lebih 1.000 peserta, Dr. W Cambell penganut Kristen yang kuat, bercerita pernah mengunjungi Negara Tunisia. Di sana, Cambell menyaksikan serta melihat sebuah sungai yang terdiri dari dua jenis (sifat) air. Yang satu tawar lagi segar, sedangkan yang lain asin lagi pahit. Dan anehnya, lanjut Cambell, antara keduanya meskipun berada dalam satu sungai dan muara kedua jenis/sifat air tersebut tidak bercampur antara satu dengan yang lain. Padahal yang membedakan hanyalah rasanya.

Ilmuan lain yang menyatakan ketakjuban terhadap fenomena ini adalah penyelam kelas dunia yang berkewarganegaraan Prancis yang bernama. Namun ia tidak mengatakan bahwa sungai di bawah laut itu ada di Tunisia. Melainkan di Meksiko. Tepatnya di Goa Angelita. Al-Qur’an menyinggung masalah tersebut jauh sebelum Cambell dan penyelam ternama tersebut melihatnya.

Di dalam surat al-Furqaan 25 ayat 53 Allah swt menjelaskan tentang hal ini, sebagaiman firman-Nya berikut;

Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. (al-Furqaan 25: 53)

Sementara di dalam surah ar-Rahman berbunyi;

Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing. (ar-Rahmaan: 19-20)

Di antara ahli tafsir ada yang berpendapat bahwa laa yabghiyan, maksudnya masing-masing dari air tersebut tidak menghendaki. Dengan demikian maksud ayat di atas ialah bahwa ada dua laut yang keduanya tercerai karena dibatasi oleh tanah genting, tetapi tanah genting itu tidaklah dikehendaki (tidak diperlukan) Maka pada akhirnya, tanah genting itu dibuang (digali untuk keperluan lalu lintas), Maka bertemulah dua lautan itu. Seperti terusan Suez dan terusan Panama yang sampai saat ini keduanya tidak menyatu.

Sungguh luar biasa! Apa yang mustahil dan tidak masuk akal bagi kita, namun bagi Allah swt. tidak ada apa-apanya. Lalu apakah pembatas itu? Seperti apakah bentuknya? Apakah ia terbuat dari kaca? Sampai saat ini tidak ada yang dapat mengetahui barzakh (dinding) dan hijran (pembatas) itu.

Jika antara air, minyak tanah, minyak goreng dan bensin di masukkan kedalam satu botol atau gelas, selama-lamanya tidak akan pernah menyatu. Meskipun seribu tahun lamanya. Hal ini wajar kerena keempat unsur itu berbeda meskipun sama-sama cair. Air akan menempati bagian yang terbawah, karena H2O ini yang terberat. Minyak goreng akan menempati urutan yang kedua dari bawah. Minyak tanah pada urutan ketiga. Sedangkan bensin menempati urutan teratas.

Namun Jika kita memasukkan air, yang satu berwarna merah dan yang lain berwarna hijau kedalam satu wadah (gelas/cangkir/mangkok) misalnya, kita tidak harus bersusah payah menunggu satu jam atau bahkan seribu tahun, akan mendapatkan keduanya dengan sendirinya bercampur yang pada akhirnya akan menghasilkan warna kehitam-hitaman. Dari segi rasa, jika kita mencampur kuah atau lodeh misalnya dengan susu, tanpa kita perintah dengan sendirinya, kuah rasanya yang asin dan susu yang manis, keduanya akan menyatu dan rasanya tidak seperti semula lagi.

Mengapa semua ini bisa terjadi? Yang pertama tidak bercampur, sedangkan yang kedua menyatu? Jawabannya semua atas kehendak dan izin Allah swt. Yang Mahakuasa dan perkasa. Mahasuci Allah azza wa jalla yang telah membimbing kita untuk selalu bersyukur kepada-Nya.

Sungai di Bawah Laut; Bukti Al-Qur’an wahyu Tuhan

Selanjutnya, beberapa bulan terakhir salah satu stasiun televisi swasta menyuguhi berita tentang adanya sungai yang berada di bawah laut. Di mana sungai tersebut seperti – seperti sungai-sungai yang lain – airnya tawar. Namun, yang membuat ta`jub bagi salah satu artis papan atas yang telah berkunjung ke sana, dia mendapati keanehan. Pasalnya antara air sungai dan air laut tidak dapat menyatu/bercampur sebagaiman yang lain. Lagi-lagi ayat kauniyah ini menggugah sebagian ilmuan untuk meneliti, mengkaji dan menggali fenomena langka ini. Karena al-Qur’an tidak menjelaskan secara pasti di mana sungai itu berada.

Secara geografis, berdasarkan pengakuan artis tersebut, keberadaan sungai itu masuk negara Meksiko. Namun jauh sebelum artis, yang sering mengisi acara DAHSYAT di RCTI, al-Qur’an telah memberikan informasi tersebut 1.500 tahun yang lalu. Inilah salah satu ayat yang menyinggung masalah tersebut,

Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui. (an-Naml: 61)

Untuk kesekian kalinya ayat ini menjadi jawaban bahwa al-Qur’an bukanlah sebuah karangan. Ia bukan perkataan dukun, bukan pula perkataan orang gila. Jika ia memang karangan Nabi Muhammad saww. pernahkah beliau berkunjung ke Sungai di Goa Angelita Meksiko ataupun ke Tunisia? Padahal seperti telah diberitakan oleh para sejarahwan perjalanan Rasulullah saww. paling jauh hanya ke negeri Syam. Dan itu pun sebelum masa kerasulan atau perjalanan tersebut dalam rangka perdagangan menemani pamannya, Abu Thalib.

Ayat di atas merupakan salah satu bukti bahwa al-Qur’an adalah wahyu Tuhan semesta alam yang diturunkan kepada utusan-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Lalu dengan adanya peristiwa ini masihkah kita ngotot mengatakan bahwa al-Qur’an sebagai produk budaya, sebagaimana klaim Nasr Hamid Abu Zaid-yang sekarang tinggal di Belanda? Atau bahkan sebagai kitap perangkap lubang hitam seperti perkataan Sumanto al-Kurtiubi lulusan IUN SUKA Yogyakarta? Al-Qur’an tulisan Muhammad saw. belaka? Wallau a’lam bis-shawab

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Lebaran di Jerman dengan Salad …

Gitanyali Ratitia | | 29 July 2014 | 16:53

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Memilih Tempat yang Patut di Kunjungi, Serta …

Tjiptadinata Effend... | | 29 July 2014 | 19:46


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 28 July 2014 23:45

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 28 July 2014 22:40

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 28 July 2014 21:13

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: