Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Banyumas Maya

Anak desa yang bersahaja mencoba Belajar Menulis Menjadi Pewarta Warga [Citizen Journalism]

Bupati Banyumas dari Masa ke Masa

OPINI | 06 February 2013 | 06:15 Dibaca: 2434   Komentar: 0   6

Pemimpin yang baik adalah yang bisa memberikan manfaat kepada bawahannya bukan memanfaatkan bawahannya untuk kepentingan pribadinya.

136010604563111461

(pamomonge banyumas / dok. pribadi)

Banyumas - suhu politik di banyumas memanas mendekati pemilihan bupati banyumas yang akan diselenggarakan pada hari minggu pahing, tanggal 17 Februari 2013 dengan di ikuti 6 pasangan calon bupati dan wakil bupati. banyak isu yang beredar terkait black campaign baik melalui sms, media sosial ataupun lainnya. isu sara sangat mudah di tebarkan terkait profil pribadi calon bupati atau wakil bupati banyumas.

Tiada gading yang tak retak, tiada manusia yang sempurna di dunia ini kecuali pasti mempunyai kekurangan dan pernah melakukan kesalahan. begitupun bagi pasangan calon bupati dan wakil bupati banyumas tahun 2013-2018 yang bahkan masyarakat awam pun bisa melihatnya.

Terkait dengan pemilihan bupati banyumas yang akan berpengaruh besar sekali terhadap kemajuan wilayah banyumas serta pelestarian budaya maka perlu pemimpin yang benar-benar tepat. apalagi menyambut ramalan leluhur jawa yang suatu saat ibu kota indonesia akan di pindahkan ke pusat jawa yaitu sinaring tanah jawa yang beberapa budayawan menafsirkannya di Purwokerto. tentu bukan alasan ramalan semata namun sudah terdengar kabar isu pemindahan ibu kota dari jakarta ke purwokerto yang dinilai cukup strategis. sebelah utara ada Gunung slamet dan sebelah selatan ada lautan yaitu cilacap yang menjadi kekuatan bagi sinaring tanah jawi.

Melihat pertarungan pilbup semakin rame, saya justru akan mencoba melihat ke belakang siapa saja perkembangan bupati banyumas yang selalu asyik dan menarik untuk di kaji dan pelajari bersama.

Berawal dari Joko Kahiman yang di juluki adipati mrapat yang dinobatkan sebagai bupati pertama banyumas dengan kebijakan serta sifat kesatria membagi wilayah kekuasaan wirasaba pada saat itu menjadi 4 wilayah yaitu Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Banjarnegara.

Riwayat singkatnya diawali dari jaman Pemerintahan Kesultanan PAJANG, di bawah Raja Sultan Hadiwijaya.

R. Joko Kahiman adalah putra R. Banyaksasro dengan ibu dari Pasir Luhur. R. Banyaksosro adalah putra R. Baribin seorang pangeran Majapahit yang karena suatu kesalahan maka menghindar ke Pajajaran yang akhirnya dijodohkan dengan Dyah Ayu Ratu Pamekas putri Raja Pajajaran. Sedangkan Nyi Banyaksosro ibu R. Joko Kahiman adalah putri Adipati Banyak Galeh (Mangkubumi II) dari Pasir Luhur semenjak kecil R. Joko Kahiman diasuh oleh Kyai Sambarta dengan Nyai Ngaisah yaitu putrid R. Baribin yang bungsu.

Kisah pada saat itu telah terjadi suatu peristiwa yang menimpa diri (kematian) Adipati Wirasaba ke VI (Warga Utama ke I) dikarenakan kesalah pahaman dari Kanjeng Sultan pada waktu itu, sehingga terjadi musibah pembunuhan di Desa Bener, Kecamatan Lowano, Kabupaten Purworejo. sewaktu Adipati Wirasaba dalam perjalanan pulang dari pisowanan ke Paiang. Dari peristiwa tersebut untuk menebus kesalahannya maka Sultan Pajang, memanggil putra Adipati Wirasaba namun tiada yang berani menghadap.

Kemudian salah satu diantaranya putra menantu yang memberanikan diri menghadap dengan catatan apabila nanti mendapatkan murka akan dihadapi sendiri, dan apabila mendapatkan anugerah/kemurahan putra-putra yang lain tidak boleh iri hati. Dan ternyata diberi anugerah diwisuda menjadi Adipati Wirasaba ke VII. Semenjak itulah putra menantu yaitu R. Joko Kahiman menjadi Adipati dengan gelar ADIPATI WARGA UTAMA II.

Kemudian sekembalinya dari Kasultanan Pajang atas kebesaran hatinya dengan seijin Kanjeng Sultan, bumi Kadipaten Wirasaba dibagi menjadi empat bagian diberikan kepada iparnya.
1. Wilayah Banjar Pertambakan diberikan kepada Kyai Ngabei Wirayuda.
2. Wilayah Merden diberikan kepada Kyai Ngabei Wirakusuma.
3. Wilayah Wirasaba diberikan kepada Kyai Ngabei Wargawijaya.
4. Wilayah Kejawar dikuasai sendiri dan kemudian dibangun dengan membuka hutan Mangli dibangun pusat pemerintahan dan diberi nama Kabupaten Banyumas.

Perkembangan Banyumas semakin jelas saat kepemimpinan Joko Kaiman yang dekat dengan rakyat. ia justru meleburkan gelar raden untuk masyarakat. hal inilah yang menjadikan beliau dekat dengan wong cilik. kebanyakan keturunan darah biru yang masuk di banyumas akan menanggalkan gelar raden, mereka lebih nyaman dengan tidak ada perbedaan status sosial di masyarakat banyumas.

Eyang kaiman sendiri merupakan sosok kesatria yang bijak dan sangat sederhana. dalam membangun kekuasaanya selalu menampilkan kesederhanaan. terlihat saat pembuatan pendopo yang pertama di banyumas. sebelumnya terletak di sebelah barat yaitu tepatnya di kalisube namun seiring dengan perkembangan kepemimpinan dipindah ke lokasi pendopo duplikat si panji seperti sekarang ini.

Siapa saja yang pernah memimpin banyumas, berikut daftar bupati banyumas dari masa ke masa :

1. R. Joko Kahiman, Adipati Warga Utama II (1582-1583)
2. R. Ngabei Mertasura (1583-1600)
3. R. Ngabei Mertasura II (Ngabei Kalidethuk) (1601 -1620)
4. R. Ngabei Mertayuda I (Ngabei Bawang) (1620 – 1650)
5. R. Tumenggung Mertayuda II (R.T. Seda Masjid, R.T. Yudanegara I) Tahun 1650 – 1705
6. R. Tumenggung Suradipura (1705 -1707)
7. R. Tumenggung Yudanegara II (R.T. Seda Pendapa) Tahun 1707 -1743.
8. R. Tumenggung Reksapraja (1742 -1749)
9. R. Tumenggung Yudanegara III (1755) >> diangkat Patih Sultan Yogyakarta bergelar Danureja I.
10. R. Tumenggung Yudanegara IV (1745 – 1780)
11. R.T. Tejakusuma, Tumenggung Kemong (1780 -1788)
12. R. Tumenggung Yudanegara V (1788 – 1816)
13. Kasepuhan : R. Adipati Cokronegara (1816 -1830)
Kanoman : R. Adipati Brotodiningrat (R.T. Martadireja)
14. R.T. Martadireja II (1830 -1832) kemudian pindah ke Purwokerto (Ajibarang).
15. R. Adipati Cokronegara I (1832- 1864)
16. R. Adipati Cokronegara II (1864 -1879)
17. Kanjeng Pangeran Arya Martadireja II (1879 -1913)
18. KPAA Gandasubrata (1913 – 1933)
19. RAA. Sujiman Gandasubrata (1933 – 1950)
20. R. Moh. Kabul Purwodireja (1950 – 1953)
21. R. Budiman (1953 -1957)
22. M. Mirun Prawiradireja (30 – 01 – 1957 / 15 – 12 – 1957)
23. R. Bayi Nuntoro (15 – 12 – 1957 / 1960)
24. R. Subagio (1960 -1966)
25. Letkol Inf. Sukarno Agung (1966 -1971)
26. Kol. Inf. Poedjadi Jaringbandayuda (1971 -1978)
27. Kol. Inf. R.G. Rujito (1978 -1988)
28. Kol. Inf. H. Djoko Sudantoko (1988 – 1998)
29. Kol. Art. HM Aris Setiono, SH, S.IP (1998 – 2008)
30. Drs. H. Mardjoko, M.M. (2008 – 2013)

Siapakah Bupati Banyumas ke 31 atau masihkah angka 31 di simpan untuk meneruskan kepemimpinan masyarakat banyumas. seperti di ketahui bahwa dalam pilbup 2013 ada 6 pasangan calon bupati dan calon wakil bupati diantaranya adalah :

13601057092132605996

(Paslon bupati banyumas / dok. kpud banyumas)

1. Mukhson - Hendri (Muri)
2. Mardjoko - Gempol (Djempol)
3. Husein - dr. Budhi (Husein Berbudhi)
4. Toto - Syaefudin (Toto-Sae)
5. Anteng - Dwi Basuki
6. Warman - Winarni (Wani)

pada tahun 2013 ini ada 2 pasangan calon bupati yang maju melalui jalur independen yaitu toto sae dan anteng. sedangkan lainnya melalui partai. untuk muri di usung oleh PKB dan demorat, Djempol di usung oleh Partai Golkar, Husein Berbudhi dari partai PDIP dan PPP, sedang Wani di usung oleh PKS.

Siapapun bupati banyumas berikutnya semoga membawa perubahan yang lebih baik untuk banyumas. seperti candra atau surya sengkala banyumas yaitu BEKTINING MANGGALA TUMATANING PRAJAyang berarti KEBAKTIAN DALAM UJUD KERJA SESEORANG PIMPINAN / MANGGALA MENGHASILKAN AKAN TERTATANYA ATAU TERBANGUNNYA SUATU PEMERINTAHAN”. gunakan suara anda untuk banyumas yang lebih baik. salam hangat dari desa. :-)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | | 17 September 2014 | 05:23

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48

Jokowi Menghapus Kemenag atau Mengubah …

Ilyani Sudardjat | | 17 September 2014 | 13:53

Menempatkan Sagu Tidak Hanya sebagai Makanan …

Evha Uaga | | 16 September 2014 | 19:53

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam …

Hendra Makgawinata | | 17 September 2014 | 19:50


TRENDING ARTICLES

Ternyata Gak Gampang Ya, Pak Jokowi …

Heno Bharata | 13 jam lalu

Bangganya Pakai Sandal Jepit Seharga 239 …

Jonatan Sara | 14 jam lalu

Invasi Tahu Gejrot …

Teberatu | 15 jam lalu

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 17 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Hujan Gol Warnai Kemenangan AS Roma dan …

Febrialdi | 7 jam lalu

“Tarian” Ahok dengan Derek …

Bhayu Parhendrojati | 8 jam lalu

Kita dan Lingkungan Hidup …

Alfarizi | 8 jam lalu

Gara-gara Anak Mencuri,Suami-Istri Dipecat …

Andi Akhmad Yusuf | 8 jam lalu

Memahami Cara Kerja Jurnalis …

Sugiyanto Hadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: