Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Prina Joey

Tertarik dengan sejarah

Museum Nasional, Mesin Waktu Sejarah Masa Lampau

REP | 17 February 2013 | 23:25 Dibaca: 721   Komentar: 4   1

Museum Nasional atau biasa disebut juga “Museum Gajah” yang terletak di Jl Medan Merdeka Barat No. 12 Jakarta Pusat ini adalah Museum yang menyimpan Berbagai koleksi sejarah nusantara yang amat berharga. Memasuki Museum ini kita bagai melakukan perjalaan waktu mengenal budaya nusantara yang sangat beragam dan mempelajari budaya nenek moyang.

Memasuki gerbang Museum, kita disambut oleh beberapa stupa budha pada pintu masuk yang menandakan ruangan Arca. Arca dan stupa pada ruangan ini berasal dari berbagai wilayah dinusantara yang merupakan karya para seniman zaman Hindu-Budha di tanah air. Hal ini dapat di lihat dari Arca para dewa dan dewi agama Hindu atau perwujudan para raja dalam bentuk arca, sedang untuk agama Budha terdapat stupa-stupa budha dalam beberapa posisi doa. Koleksi ruangan ini tidak terbatas arca dan stupa saja tetapi kita bisa menenukan peninggalan berbahan batu lainnya seperti sarkofagus atau beberapa prasasti di halaman museum.

13611127009638224

Koleksi Ruangan Arca Dan Stupa

Ruangan Selanjutnya adalah ruangan yang berisi berbagai macam koleksi kebudayaan tanah air dari berbagai wilayah diindonesia, Misalnya pada ruang jawa berisi koleksi gamelan jawa lengkap dengan wayang kulit yang posisinya seolah-olah sedang diadakan pertunjukan wayang kulit, Ruang Bali berisi gamelan bali dengan dilengkapi replika Barong dan Rangda, Ruang Maluku Tenggara di pajang Patung nenek moyang. Pada tiap-tiap daerah di pajang pula barang kesenian,kebudayaan dan ciri khas daerah tersebut. Di tempat ini kita akan merasa kagum dengan banyaknya benda dari berbagai daerah di nusantara yang menjadi bukti beragamnya kebudayaan yang indonesia miliki dan harus dijaga dan dilestarikan.

13611140961669769896

kiri-kanan atas-bawah : Gamelan Bali, Gamelan dan Wayang kulit Jawa, Patung Nenek Moyang Masyarakat Tanimbar Maluku, Paspen atau Ruang Bersemayan Dewi Sri (Jawa)

Jika kita berjalan kearah dalam museum kita akan menemukan ruang manusia dan lingkungan yang terletak di lantai 1. Pada lantai kita dapat mempelajari tentang kehidupan prasejarah, dimana kehidupan manusia jaman prasejarah yang di tampilkan dalam bentuk replika keluarga manusia purba. Terdapat juga replika “Goa Song Keplek” yang di dalam goa tersebut terdapat Rangka wanita dari era mesolithic dalam posisi terlipat dan satu rangka wanita dari ras mongolid yang dikuburkan bersama spatula. Diruang ini berisi tulisan-tulisan tentang penyebaran dan sejarah penemuan manusia purba dan budayanya. Gambar paling menonjol di ruangan ini adalah gambar Dr Eugene Dobois, dia adalah orang yang menemukan Pithecanthropus Erectus yang termasyur itu.

13611152311037202905

Ruangan Manusia dan Lingkungan

Naik lantai 2 Kita memasuki ruang ilmu pengetahuan dan teknologi. Diruang ini terdapat berbagai prasasti kuno yang berisi peristiwa pada masa itu yang yang di tulis dalam berbagai aksara seperti  aksara pra nagiri (Prasasti Klurak dan Kalasan), Aksara Paliawa Sangsekerta (Prasasti Ciareuteun) dan aksara arab (biasanya di temukan pada nisan). Masih di lantai yang sama dipamerkan koleksi alat-alat yang di gunakan pada kapal zaman dahulu seperti kompas, jam yang menunjukan nenek moyang kita adalah seorang pelaut.

13611157552094917440

Ruang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Masih ada satu ruangan lagi yang penulis kunjungi yaitu ruangan khasanah yang berisi emas dan perunggu, pada ruangan ini dilarang memotret dan dijaga dengan ketat. Diruangan ini terdapat koleksi-koleksi yang terbuat dari Emas, perak bahkan beberapa koleksi terbuat dari berlian. Benda tersebut merupakan perhiasan yang di pakai jaman dahulu Seperti kalung,gelang, anting, mahkota juga beberapa perhiasan yang diperkirakan gambaran perhiasan yang digunakan pada patung arca dewa-dewi. Terdapat 1 Arca siwa mahadewa atau sering disebut “Siwa Bibir Emas” yang di temukan di Sungai Wadas,Tegal, Jawa Tengah dengan tinggi 96 cm yang di buat dari emas dan perak.

1361118115660339054

Museum Nasional atau Museum Gajah

Museum Nasional dari waktu kewaktu terus melakukan renovasi untuk mempercantik museum agar pengunjung bisa merasa nyaman ketika berada di museum. Terbukti pada tiap ruangan museum disediakan bangku untuk para pengunjung yang mungkin merasa lelah ketika mengitari gedung museum. Terdapat pula layar televisi yang menampilkan pertunjukan kesenian daerah yang ada di indonesia seperti tari barong; tari topeng betawi, tari Yospan (Dari Papua) dll. Para pengunjung juga di temani suara musik gamelan jawa yang di putar oleh pihak Museum.

Museum bukan sekedar bangunan tanpa makna. Museum adalah bangunan yang berisi harta karun tidak ternilai untuk suatu bangsa. Mengunjungi museum bagai melakukan perjalanan dengan mesin waktu ke masa lampau, untuk mempelajari, mengagumi  sejarah. Mengutip salah satu kalimat favorit penulis dari salah satu film yang di bintangi oleh  Ben Stiller yaitu Night At The Museum dimana tokoh Larry mengucapkan “Museum adalah tempat dimana sejarah kembali hidup”

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Food Truck - Konsep Warung Berjalan yang Tak …

Casmogo | | 23 April 2014 | 01:00

Benarkah Anak Kecil Itu Jujur? …

Majawati Oen | | 23 April 2014 | 11:10

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 4 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 6 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 7 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 8 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 9 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: