Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Mex Rahman

Bahagia itu sederhana, seperti kamu bisa menjadi diri kamu sendiri tanpa mencemaskan orang lain yang selengkapnya

Misteri Kehancuran Majapahit

REP | 25 April 2013 | 11:15 Dibaca: 2582   Komentar: 9   0

Cerita kehancuran Majapahit sesungguhnya penuh dengan perlambang. Sungguh tidak masuk akal manakala negara sebesar itu, yang jajahannya begitu luas, hancur disebabkan oleh kekuatan mukjizat para wali. Perlambang tersebut dibuat juga disebabkan para pujangga malu untuk bercerita tentang permusuhan antara anak melawan ayahnya sendiri. Beberapa perlambang kehancuran Majapahit yang dibuat oleh para bijak adalah sebagai berikut:

  1. Disebabkan keramat para wali, ketika keris Sunan Giri dihunus, keluarlah berjuta-juta tawon yang menyengat para prajurit Majapahit.
  2. Manakala badhong (hiasan dada) Sunan Cirebon (Sunan Gunungjati) dikibaskan, beribu-ribu tikus akan keluar dan memakan perbekalan serta makanan kuda prajurit Majapahit. Kuda-kuda pun segera bubar karena melihat begitu banyaknya tikus.
  3. Jika peti yang dibawa dari Palembang dibuka di tengah pertempuran, para demit akan keluar. Prajurit Majapahit geger dan tewas karena diteluh oleh demit-demit itu.
  4. Konon Prabu Brawijaya meninggal secara mekrad (meninggal tanpa meninggalkan jasad di Gunung Lawu).

Itu semua hanyalah perlambang belaka. Negara Majapahit bukanlah remeh-temeh, yang mudah dihancurkan dan dirusak. Tidaklah mungkin ia hancur hanya karena dikeroyok sepasukan tikus. Yang masuk akal adalah, tawon bisa bubar manakala kayu-kayu tempat mereka bersarang dirusak oleh manusia. Para demit bisa pula bubar manakala hutan-hutan dijarah manusia. Akan tetapi, jika Majapahit bisa rusak hanya karena tawon, tikus, dan demit, siapa yang bisa percaya? Yang mempercayai hanyalah manusia yang pendek nalarnya, sebab cerita yang demikian itu tidak masuk akal, tidak sesuai nalar manusia. Semua cerita itu hanyalah perlambang belaka. Jika diceritakan apa adanya, rahasia kehancuran Majapahit akan terbuka.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Para Wanita Penggiat Bank Sampah Memiliki …

Ngesti Setyo Moerni | | 23 April 2014 | 05:10

Ina Craft Apakah Mampu Membantu dan …

Een Irawan Putra | | 23 April 2014 | 06:01

Pelajaran Politik Busuk Ternyata Dimulai …

Muhammad Irsani | | 23 April 2014 | 09:41

Benarkah Anak Kecil Itu Jujur? …

Majawati Oen | | 23 April 2014 | 11:10

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 3 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 5 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 5 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 6 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 7 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: