Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Rifki Amrul S

Mahasiswa Universitas Riau Sosial Ekonomi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Pancasila? Masih Ingatkah Anda Maknanya?

OPINI | 01 June 2013 | 22:35 Dibaca: 314   Komentar: 0   0

Tanggal 1 Juni 2013 merupakan hari ke sekian kalinnya dari hari bersejarah ini yakni Hari Lahirnya Pancasila yang kata “Pancasila” itu sendiri berarti “5 dasar negara” dan juga Lahir sebagai falsafah Negara pada Juni 1945 lalu yang merupakan konsepsi kenegaraan yang sangat bersejarah untuk bangsa Indonesia.

Dewasa ini, Pancasila Sebagai dasar Negara Indonesia kembali di pertanyakan kekokohannya yang notabene makna dan kandungan isi didalam pancasila itu sendiri banyak dilupakan oleh bangsa Indonesia.

Siapa yang tidak tahu apa itu pancasila? Semua orang, mulai dari anak – anak hingga dewasa bahkan lansia mengetahui pancasila tersebut, meskipun berbeda – beda cara mereka mengetahuinnya. Baik di jenjang pendidikan dasar hingga jenjang pendidikan yang tinggi pancasila itu disemayamkan dalam diri kita. Dapat dikemukakan mengapa Pancasila itu sakti dan selalu dapat bertahan dari guncangan kisruh politik di negara ini, yaitu pertama ialah karena secara intrinsik dalam Pancasila itu mengandung toleransi, dan siapa yang menantang Pancasila berarti dia menentang toleransi.

Kedua, Pancasila merupakan wadah yang cukup fleksibel, yang dapat mencakup faham-faham positif yang dianut oleh bangsa Indonesia, dan faham lain yang positif tersebut mempunyai keleluasaan yang cukup untuk memperkembangkan diri. Yang ketiga, karena sila-sila dari Pancasila itu terdiri dari nilai-nilai dan norma-norma yang positif sesuai dengan pandangan hidup bangsa Indonesia, dan nilai serta norma yang bertentangan, pasti akan ditolak oleh Pancasila, misalnya Atheisme dan segala bentuk kekafiran tak beragama akan ditolak oleh bangsa Indonesia yang bertuhan dan ber-agama.

Namun diluar itu semua di era reformasi ini maksud dan tujuan pancasila yang merupakan falsafah Negara Indonesia sudah mulai terlupakan dan yang mendominasi lebih mengarah kepada kebalikan dari pancasila itu sendiri. Misalnya peristiwa sekelompok pemangku keinginan untuk melepas diri dari kesatuan NKRI untuk mewujudkan kemerdekaan mereka sendiri dengan membentuk persatuan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Aceh waktu silam, dan itu merupakan salah satu contoh bahwa nilai – nilai dan norma – norma yang terkandung di pancasila mulai di abaikan oleh bangsa ini.

Jika di flashback dari lahirnya Pancasia pada 1 Juni 1945 dan kemudian ditetapkan pada 18 Agustus 1945 bersama-sama dengan UUD 1945. Bunyi dan ucapan Pancasila yang benar berdasarkan Inpres Nomor 12 tahun 1968 adalah satu, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dua, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Tiga, Persatuan Indonesia. Empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Dan kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai falsafah Negara, perumusan pancasila merupakan anugrah dan karunia Allah SWT dan ternyata merupakan pilar bagi segenap bangsa Indonesia di masa-masa selanjutnya, baik sebagai pedoman dalam memperjuangkan kemerdekaan, juga sebagai alat pemersatu dalam hidup kerukunan berbangsa, serta sebagai pandangan hidup untuk kehidupan manusia Indonesia sehari-hari.

Jika dikaitkan dengan tujuan awal terbentuknnya konsepsi kenegaraan ini baik dari segi Religius, estimologis, estimologis, historis maupun Testimologisnnya untuk meyakinkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tanpa adanya keraguan guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.

Dengan demikian bahwa falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia yang harus diketahui oleh seluruh warga negara Indonesia agar menghormati, menghargai, menjaga dan menjalankan apa-apa yang telah dilakukan oleh para pahlawan khususnya pahlawan proklamasi yang telah berjuang untuk kemerdekaan negara Indonesia ini. Sehingga baik golongan muda maupun tua tetap meyakini Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tanpa adanya keraguan guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia. [net]

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gayatri, Sang “Doktor Cilik” Itu Telah …

Randy Ghalib | | 24 October 2014 | 12:25

Ide Fadli Zon Bangun Perpustakaan & …

Hazmi Srondol | | 24 October 2014 | 08:54

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Tindak Pidana di Indonesia Masih Tinggi, Ini …

Joko Ade Nursiyono | | 24 October 2014 | 08:14

Bagi Cerita dan Foto Perjalanan Indahnya …

Kompasiana | | 22 October 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Jokowi Tunda Tentukan Kabinet: Pamer …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Jokowi Marahin Wartawan …

Ifani | 8 jam lalu

Pelacur Berisi, Berintuisi di Dalam Selimut …

Seneng | 11 jam lalu

Jokowi Ngetest DPR …

Herry B Sancoko | 12 jam lalu

Jika Tak Lulus CPNS, Kahiyang Akan Jaga …

Erwin Alwazir | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Masyarakat Kelautan dan Perikanan Kian …

Jejaka Bahari | 8 jam lalu

Bung Karno,,President, Seniman & …

Nasionalisme Soekar... | 8 jam lalu

Ketika Si Tuan Besar Berkuasa: Sejarah …

Dede Abdul Rohman | 8 jam lalu

Trik Bikin Buku Untuk Anda Yang Malas …

Suka Ngeblog | 8 jam lalu

Judi dan Olok-olong di Prime Time? …

Imam Safingi Mansur... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: