Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Sutomo Paguci

Pewarta warga mukim di Padang | Advokat | Nonpartisan | Menulis sebagai rekreasi

Sejarah Kata “Beragama” Univ Moestopo (Beragama)

REP | 31 May 2013 | 21:26 Dibaca: 2055   Komentar: 26   8

1370009479276388535

Gedung Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) (moestopo.ac.id)

Gonjang-ganjing pemberitaan kasus korupsi kuota impor daging sapi, yang kebetulan melibatkan salah satu mahasiswa Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) bernama Maharani Suciyono, sebagai saksi, kembali memantik penasaran saya. Sebenarnya telah sejak lama saya penasaran pada kata “beragama” dari nama universitas ini—beragama apa dan bagaimana?

Bagi yang sudah tahu artinya tentu bukan lagi misteri. Namun bagi saya yang belum tahu, kata “beragama” sebagai nama universitas tersebut terasa benar-benar unik kalau tidak disebut aneh. Pasalnya, hanya universitas ini satu-satunya di Indonesia yang memiliki kata “beragama”.

Saya pun mengunjungi website Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), yakni http://www.moestopo.ac.id. Namun tak ditemui sejarah bagaimana awal mula kata “beragama” dari nama universitas yang memilik empat fakultas dan satu program pascasarjana ini.

Di web di atas hanya disebutkan cikal bakal pendirian universitas ini dari Kursus Tukang Gigi tahun 1952 yang dibuka oleh Kolonel dr. Moestopo, Kepala Bagian Bedah Rahang Rumah Sakit Angkatan Darat (sekarang RSPAD Gatot Subroto). Kemudian, setelah melalui serangkai peristiwa, Universitas Prof Dr Moestopo resmi berdiri dan diakui sebagai universitas tanggal 15 Februari 1961.

Kepada paman Google, kakek segala tahu, pun saya bertanya. Akhirnya di sinilah semua terungkap! Ternyata, kata “beragama” ditambahkan jadi nama universitas ini pada tahun 1966. Hal mana ada hubungannya dengan era penumpasan besar-besaran kaum komunis di Indonesia termasuk di perguruan tinggi, pasca kudeta G 30 S/PKI. (Sumber di sini)

Kata “Beragama” ditambahkan jadi bagian nama Universitas Moestopo supaya memberi tekanan bahwa universitas ini bukan komunis dan tidak berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Intinya, universitas ini memiliki agama. Beragama. Entah agamanya apa tidak disebutkan.

Jadilah nama universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) hingga saat ini. Nama ini menjadi ciri khas universitas. Sekalipun rezim telah berganti-ganti.

(SP)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Jalan, Super Admin Kompasiana! …

Nurul | | 27 August 2014 | 11:44

Menyambut Baik Undang-undang Panas Bumi …

Ikhsan Harahap | | 27 August 2014 | 10:03

Jokowi: Rekonsiliasi Itu Apa? …

Armin Mustamin Topu... | | 27 August 2014 | 05:58

Mengapa Turis Tiongkok Tidak Suka ke …

Leo Kusima | | 27 August 2014 | 11:46

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Buka Hubungan Diplomatik dengan …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Persaingan Para Istri Bersuamikan WNA …

Usi Saba Kota | 7 jam lalu

“Tuhan, Mengapa Saya Kaya?” …

Enny Soepardjono | 8 jam lalu

DPRD Jakarta Belum Keluar Keringat, tapi …

Febrialdi | 8 jam lalu

“Kelompok Busuk Menolak Ahok” …

Pakfigo Saja | 9 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: