Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Abu Hisyam

BALADEWA, KOPITE, GUSDURIAN,

Pelurusan Sejarah: “Peradaban Manusia Dimulai dari Adam As”

OPINI | 05 June 2013 | 12:54 Dibaca: 4209   Komentar: 7   0

Beberapa teori sejarah yang sudah ada sejak zaman dahulu sering kali dapat dimentahkan oleh teori-teori terbaru sesuai perkembangan zaman. Banyak sejarah yang dahulu dipercaya sebagai peristiwa yang benar kini menjadi tidak dapat dipercaya. Meski yang menciptakan adalah beberapa orang berpengaruh dimasanya seperti halnya Plato dan lainnya. Teori sejarah atau pra sejarah pun saat ini menjadi hal yang sulit dipercaya bahkan cenderung mengabaikan prinsip-prinsip kepercayaan, terutama bagi kita yang beragama Islam karena seringnya teori-teori sejarah yang diajarkan disekolah-sekolah sangat bertentangan dengan Al-Qur’an.

Memang seharusnya teori-teori tersebut boleh diberitahukan namun tidak boleh digunakan sebagai acuan dalam pola fikir generasi kita. Ada teori yang menjelaskan bahwa manusia itu berasal dari evolusi, ada pula teori bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati. Kini, semua teori itu hanya menjadi sampah karena terbukti tidak benar sama sekali. Teori yang benar menurut Islam adalah bahwa asal mula manusia dibumi ini adalah dari Adam dan Hawa. Jadi semua manusia dibumi ini adalah keturunan Nabi Adam dan Hawa.Pertanyaan yang mungkin belum bisa dijawab oleh ahli sejarah dijagad raya ini adalah kapankah adam diturunkan dibumi?

Pertanyaan itulah yang seandainya bisa dijawab akan menjadikan titik terang munculnya peradaban manusia. Adam dan Hawa diturunkan oleh Allah SWT ke bumi disebuah tempat yang pada akhirnya mereka berdua bertemu dan hidup bersama disebuah tempat pula yang diyakini oleh mayoritas orang bahwa tempat itu adalah Makkah Al-Mukaromah. Jadi sebenarnya peradaban manusia pertama kali di bumi ini adalah Makkah, bukan di Mexico, bukan di India, bukan di China, bukan di Mesopotamia, bukan pula di Eropa.

Adam dan Hawa kemudian beranak pinak yang bermigrasi ke seluruh penjuru bumi, hingga generasi Nabi Idris, dan Nuh. Pada saat Nuh AS inilah peradaban manusia menghilang karena banjir besar yang hanya menyisakan manusia-manusia yang taat kepada Nabi Nuh AS dan seluruh binatang yang ikut serta dalam rombongan perahu Nuh. Mungkin versi orang-orang barat inilah yang disebut dengan mencairnya es dibumi sehingga menghancurkan peradaban-peradaban dibumi. Pengikut nabi Nuh dan semua binatang pun pada akhirnya bermigrasi ke seluruh penjuru bumi yang dapat ditempati.

Teori Plato yang menjelaskan bahwa setelah banjir besar Nuh itu ada sebuah benua yang diklaim bernama Atlantis menjadi lautan dan menyisakan daratan-daratan sebagai pulau. Atlantis saat ini diyakini beberapa ahli sejarah adalah Indonesia. Kapankah banjir Nuh itu terjadi? Mungkin banyak ahli sejarah yang mampu menghitung secara pasti kapan itu terjadi.

Peninggalan-peninggalan peradaban manusia tertua yang ditemukan saat ini rata-rata adalah kurang dari 5000th SM. Jadi bisa diperkirakan bahwa peninggalan peradaban manusia yang ditemukan di China, Irak, Mexico dan lain-lain adalah peninggalan setelah nabi Nuh.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemuda Papua Unjuk Kreativitas Seni ‘Papua …

Viktor Krenak | | 28 November 2014 | 11:45

Harusnya Nominal Subsidi Tetap 1500 Perak, …

Dhita A | | 28 November 2014 | 13:34

Terpana Danau Duma …

Lukman Salendra | | 28 November 2014 | 12:25

Senangnya Terpilih Menjadi Host Moderator …

Edrida Pulungan | | 28 November 2014 | 13:43

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46



HIGHLIGHT

Perkembangan Pandangan “Kiri” …

Bobby Rizky Irawan | 8 jam lalu

PreJebul: Rumah …

Kampretos | 8 jam lalu

Madura Touring …

Poernamasyae | 8 jam lalu

Impian Saya, Ayah Memberdayakan Diri …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

Memilih Kendaraan Pengantin yang Sederhana …

Mas Ukik | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: