Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Abu Hisyam

BALADEWA, KOPITE, GUSDURIAN,

Pelurusan Sejarah: “Peradaban Manusia Dimulai dari Adam As”

OPINI | 05 June 2013 | 12:54 Dibaca: 3863   Komentar: 7   0

Beberapa teori sejarah yang sudah ada sejak zaman dahulu sering kali dapat dimentahkan oleh teori-teori terbaru sesuai perkembangan zaman. Banyak sejarah yang dahulu dipercaya sebagai peristiwa yang benar kini menjadi tidak dapat dipercaya. Meski yang menciptakan adalah beberapa orang berpengaruh dimasanya seperti halnya Plato dan lainnya. Teori sejarah atau pra sejarah pun saat ini menjadi hal yang sulit dipercaya bahkan cenderung mengabaikan prinsip-prinsip kepercayaan, terutama bagi kita yang beragama Islam karena seringnya teori-teori sejarah yang diajarkan disekolah-sekolah sangat bertentangan dengan Al-Qur’an.

Memang seharusnya teori-teori tersebut boleh diberitahukan namun tidak boleh digunakan sebagai acuan dalam pola fikir generasi kita. Ada teori yang menjelaskan bahwa manusia itu berasal dari evolusi, ada pula teori bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati. Kini, semua teori itu hanya menjadi sampah karena terbukti tidak benar sama sekali. Teori yang benar menurut Islam adalah bahwa asal mula manusia dibumi ini adalah dari Adam dan Hawa. Jadi semua manusia dibumi ini adalah keturunan Nabi Adam dan Hawa.Pertanyaan yang mungkin belum bisa dijawab oleh ahli sejarah dijagad raya ini adalah kapankah adam diturunkan dibumi?

Pertanyaan itulah yang seandainya bisa dijawab akan menjadikan titik terang munculnya peradaban manusia. Adam dan Hawa diturunkan oleh Allah SWT ke bumi disebuah tempat yang pada akhirnya mereka berdua bertemu dan hidup bersama disebuah tempat pula yang diyakini oleh mayoritas orang bahwa tempat itu adalah Makkah Al-Mukaromah. Jadi sebenarnya peradaban manusia pertama kali di bumi ini adalah Makkah, bukan di Mexico, bukan di India, bukan di China, bukan di Mesopotamia, bukan pula di Eropa.

Adam dan Hawa kemudian beranak pinak yang bermigrasi ke seluruh penjuru bumi, hingga generasi Nabi Idris, dan Nuh. Pada saat Nuh AS inilah peradaban manusia menghilang karena banjir besar yang hanya menyisakan manusia-manusia yang taat kepada Nabi Nuh AS dan seluruh binatang yang ikut serta dalam rombongan perahu Nuh. Mungkin versi orang-orang barat inilah yang disebut dengan mencairnya es dibumi sehingga menghancurkan peradaban-peradaban dibumi. Pengikut nabi Nuh dan semua binatang pun pada akhirnya bermigrasi ke seluruh penjuru bumi yang dapat ditempati.

Teori Plato yang menjelaskan bahwa setelah banjir besar Nuh itu ada sebuah benua yang diklaim bernama Atlantis menjadi lautan dan menyisakan daratan-daratan sebagai pulau. Atlantis saat ini diyakini beberapa ahli sejarah adalah Indonesia. Kapankah banjir Nuh itu terjadi? Mungkin banyak ahli sejarah yang mampu menghitung secara pasti kapan itu terjadi.

Peninggalan-peninggalan peradaban manusia tertua yang ditemukan saat ini rata-rata adalah kurang dari 5000th SM. Jadi bisa diperkirakan bahwa peninggalan peradaban manusia yang ditemukan di China, Irak, Mexico dan lain-lain adalah peninggalan setelah nabi Nuh.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Anggota DPR Ini Seperti Preman Pasar Saja …

Adjat R. Sudradjat | 8 jam lalu

SBY Ngambek Sama Yusril, Rahasia Terbongkar, …

Daniel H.t. | 10 jam lalu

Tinjauan dari Sisi Lain: Keluarga Pejabat …

Rumahkayu | 11 jam lalu

Pilkada Tak Langsung Lebih Baik Daripada …

Anna Muawannah | 11 jam lalu

Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

Tjiptadinata Effend... | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Bait Rindu untuk Bapak …

Rizko Handoko | 7 jam lalu

PKB Inisiasi Aksi Walk Out di Sidang …

Nada Dwinov | 8 jam lalu

Mari Melek Sejarah Perlawakan Kita Sendiri …

Odios Arminto | 8 jam lalu

Titik Pijat untuk Masuk Angin …

Radixx Nugraha | 8 jam lalu

Harapan Muhaimin Iskanddar Kandas …

Agus Salim | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: